Misi: Menjaga Kehidupan dengan Mengembangkan Talenta

Hari ke-21, Renungan Bulan Misi
Rabu, 21 Oktober 20
20
Bacaan : Ef. 3:2-12
Injil : Luk. 12:39-48

“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Luk. 12:48b)

Setiap orang pasti memiliki kemampuan, talenta dan keunikan tersendiri. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak memiliki kemampuan, bakat dan talenta, semua pasti memiliki sesuatu istimewa yang telah diberikan oleh Tuhan. Talenta yang Tuhan percayakan kepada kita harus dipergunakan sedemikian rupa dengan baik dan setia sehingga bisa bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat dan bagi kemuliaan nama Tuhan. Coba kita perhatikan orang-orang yang sukses di sekeliling kita, mereka bukanlah orang-orang yang biasa-biasa saja, tetapi mereka adalah orang-orang yang setia di dalam mengasah talenta atau kemampuan mereka. Sebagian dari mereka memulai dari bawah, dari nol, setapak demi setapak mereka melangkah menggapai tangga sukses yang lebih tinggi.

Dalam bacaan pertama, Paulus memberikan kesaksian tentang panggilannya sebagai kasih karunia yang Tuhan berikan secara istimewa dalam dirinya. Paulus memberitahukan mengenai rahasia Kristus yang telah dinyatakan dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi. Paulus bersyukur karena kasih karunia Allah, ia diperkenankan untuk mewartakan kekayaan Kristus, yang sudah berabad-abad tersembunyi dalam diri Allah. Dalam hal ini, Paulus sebagai pribadi yang mempunyai talenta untuk mewartakan Injil telah mengembangkan apa yang Tuhan berikan dalam hidupnya. Paulus menjadi kaya dalam roh, karena ia bersedia mengembangkan dan membagikan talenta yang ia miliki.

Pada hari ini Yesus mengajak kita untuk melakukan hal-hal baik dan benar bukan sekedar untuk dilihat atau dinilai oleh orang lain, melainkan menjadikan hal kebenaran dan kebaikan tersebut menjadi karakter atau kebiasaan kita. Itulah yang mesti kita kembangkan sebagai talenta dalam hidup kita. Hidup baik dan benar yang tidak mengenal waktu. Kapan pun, di mana pun dan dengan siapa pun kita harus selalu berusaha hidup dengan benar dan baik. Karena dengan hidup seperti itu kita akan mengalami ketentraman, ketenangan, dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika hidup kita tidak teratur dan sembarangan saja, sudah pasti bukan hanya diri kita yang tidak bahagia, anggota keluarga dan teman-teman yang lain juga akan mengalami hal yang sama.

Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengembangkan talenta dalam hidup kita. Salah satunya adalah sebagai ungkapan syukur atas talenta yang Tuhan berikan kepada kita. Dan talenta itu dapat kita gunakan untuk membantu orang lain, melayani dalam kehidupan sosial, dan mendatangkan penghasilan bagi diri sendiri, keluarga dengan kata lain dapat menjaga kehidupan kita.

Paus Fransiskus dalam dokumen Persaudaraan Manusia mengatakan: “Setiap orang harus menjaga karunia kehidupan ini dari awalnya hingga akhirnya yang alami” (art. 33). Jadi dapat dikatakan bahwa mengembangkan talenta dalam kehidupan ini juga berarti bahwa kita ikut mengambil bagian dalam kehidupan yang Tuhan percayakan kepada kita masing-masing.

Misi kita hari ini: Berusaha untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan dengan penuh tanggung jawab dan setia mengembangkannya sebagai karunia dalam kehidupan. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s