Misi: Meneruskan Karya Kasih Yesus

Hari ke-22
Kamis, 22 Oktober 2020
Peringatan : St. Yohanes Paulus II

Bacaan : Ef. 3:14-21
Injil : Luk. 12:49-53

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.” (Ef. 3: 18-19)

Semasa hidupnya Yesus berjalan berkeliling dan berbuat baik. Inti ajaran-Nya: kasih. Ia bukan hanya sekedar berkhotbah dan mengajar mengenai kasih, namun dalam setiap sikap, perbuatan dan karya-Nya, kasih itu sungguh nyata dan hidup. Mengenai kasih dan Kristus, Paulus menulis dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, “… supaya kalian dapat mengenal kasih itu, sekalipun melampaui segala pengetahuan.”

Kita sering mengutamakan kecerdasan intelektual dan ilmu pengetahuan serta prestasi akademik, karena semua itu dapat berperan dalam menentukan posisi, status sosial, dan tingkat kesejahteraan di dunia. Namun, Yesus dalam ajaran-Nya menekankan bahwa kasihlah yang terutama. Lalu bagaimana agar kita dapat benar-benar mengenal kasih itu? Berdoa pada Tuhan agar diberi rahmat, seperti doa Paulus, agar kita sanggup memahami lebar, panjang, tinggi dan dalamnya kasih Kristus yang melampaui segala pengetahuan.

Doa adalah ungkapan kerendahan hati. Dalam doa kita berpasrah dan memohon pertolongan Tuhan. Mengapa penting untuk berpasrah pada Tuhan? Jawabannya ada dalam surat Paulus yang kita baca hari ini. Kita memiliki keterbatasan pikiran dan doa. Sebaliknya Tuhan tidak. “Dia sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita doakan atau kita pikirkan…” Kita sering berpikir untuk masa depan, membuat strategi untuk pekerjaan kita, hidup anak-anak kita, masalah yang dihadapi sesama kita, bahkan menyangkut situasi dunia. Tapi kesanggupan kita terbatas, dan kita sering lupa akan hal itu. Alih-alih datang kepada Tuhan, memasrahkan segala rencana yang telah kita buat, kita menjadi frustasi ketika seakan-akan tidak terlihat solusi maupun kemajuan untuk hal-hal yang ingin kita capai dan lakukan.

Sama halnya ketika kita menghadapi kenyataan bahwa begitu banyak konflik antar agama, dan bahwa sering kali kita merasa diperlakukan secara tidak adil, menjadi kaum minoritas yang dilanggar hak-hak beragamanya. Kita berpikir keras, bagaimana agar situasi bisa berubah dan menjadi “adil” bagi semuanya. Bagaimana mungkin mewujudkan perdamaian yang terus-menerus digaungkan oleh Bapa Paus Fransiskus, sementara mungkin tetangga kita sendiri pun yang berbeda keyakinan tidak mampu kita ajak untuk berdamai? Di sinilah kita perlu mengingat apa yang dikatakan Rasul Paulus, dan mengimaninya. Meskipun kita tak mampu menemukan solusi dan titik terang, kita tak boleh berhenti optimis, berdoa dan beriman. Tuhan sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita doakan atau kita pikirkan. Kita, hanya perlu terus melakukan apa yang kita sanggup, yang menjadi tugas kita, yaitu: berusaha, berdoa dan beriman.

Ketika kita menjadi frustasi karena situasi tidak atau belum berjalan sesuai apa yang kita inginkan, kita lupa akan ke-Mahakuasaan Tuhan. Dan jika kita kemudian berubah menjadi skeptis pada Tuhan dan harapan akan hari esok yang lebih baik, kita lalai menjaga iman kita pada Tuhan. Bukanlah tugas kita untuk menentukan hasil dari segalanya. Tugas kita adalah meneruskan karya kasih Yesus. Karya yang bersumber pada kasih Kristus, dan bukan pada keinginan kita akan keberhasilan.

Akar Kristiani kita adalah kasih. Di dalam kasih ada nilai-nilai keadilan, keindahan, kebaikan dan perdamaian. Tugas kita adalah berusaha terus untuk mempertahankan nilai-nilai itu, dan menjalin persaudaraan manusia sehingga tercipta kehidupan bersama yang harmonis. Seperti yang dituliskan dalam dokumen Persaudaraan Manusia: Keyakinan yang teguh bahwa ajaran- ajaran autentik agama mengundang kita untuk tetap berakar pada nilai-nilai perdamaian; untuk mempertahankan nilai-nilai pengertian timbal-balik, persaudaraan manusia dan hidup bersama yang harmonis (art. 26).

Misi kita hari ini: meneruskan karya cinta kasih Tuhan Yesus dengan jalan mengembangkan nilai perdamaian, keadilan, kebaikan dan keindahan serta persaudaran sejati. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s