Misi: Menjadi Pohon Sesawi yang Berdaya Guna

Hari ke-27, Renungan Bulan Misi
Selasa, 27 Oktober 2020
Peringatan : St. Andreas Corsini

Bacaan : Ef. 5:21-33
Injil : Luk. 13:18-21

“Maka kata Yesus: ‘Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya’.” (Luk. 13:18-19)

Injil hari ini, berbicara tentang biji sesawi dan ragi. Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah dengan dua hal: pertama, dengan biji sesawi yang ditaburkan orang di kebunnya. Biji sesawi adalah biji paling kecil dari segala jenis benih yang ada di bumi (Mrk. 4:31). Biji itu tumbuh besar (Mat. 13:32) dan menjadi pohon sehingga burung-burung bisa bersarang pada cabang-cabangnya. Kedua, Kerajaan Allah juga diumpamakan dengan ragi yang diadukkan ke dalam tepung terigu sampai khamir seluruhnya.

Pengaruh dan proses pertumbuhan Kerajaan Allah diumpamakan lewat pengalaman umum manusia, yaitu menabur biji sesawi dan mengaduk ragi dalam tepung terigu. Pengalaman menabur benih akrab dengan pengalaman petani. Mereka berharap agar benih yang ditabur bisa bertumbuh. Untuk itu, mereka berjerih lelah melakukan serangkaian proses agar tujuan itu tercapai, seperti menggarap tanah agar mudah ditanami, menabur atau menanam benih sesuai dengan jenis tumbuhan, menyirami atau menakar air sesuai kebutuhan, menyiangi rumput dan ilalang agar pertumbuhan benih itu tidak rusak.

Bagaimana dengan kita? Apakah yang dapat kita lakukan, untuk menjadi seperti pohon sesawi yang berdaya guna? Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang berdaya guna bagi sesama di sekeliling kita. Seperti biji itu kecil namun bisa menjadi pohon yang besar. Demikian juga dengan ragi. Dengan satu sendok ragi saja, tepung sekian kilo bisa khamir seluruhnya hingga berubah menjadi roti yang enak. Perumpamaan ini mengajak kita untuk tetap semangat dan optimis serta memiliki kesabaran dalam menjalani segala hal dalam hidup kita, karena selalu ada proses sebelum ada hasil.

Hari ini kita ditantang untuk dapat mewujudkan Kerajaan Allah di dunia ini dengan menjadi pribadi yang berdaya guna. Kerajaan Allah memang tidak mengarah pada tempat tertentu, tetapi pada suasana hidup yang aman, damai, dan produktif. Suasana hidup seperti itu hanya akan terwujud, jika kita rajin menjumpai Tuhan dalam doa-doa, selalu mengucap syukur atas segala kebaikan Tuhan, patuh melaksanakan perintah-Nya, dan selalu setia kepada-Nya dalam situasi apa pun. Gambaran tentang Kerajaan Allah tidak bisa dilepaskan dari iman yang hidup dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang dapat kita lakukan untuk dapat menjadi pribadi yang berdaya guna? Kita perlu terus membuka hati untuk bekerjasama dengan karya Allah, membiarkan hidup diatur oleh-Nya. Saat kita bisa pasrah, percaya, dan berjalan bersama dengan Allah, saat itu juga iman kita akan tumbuh dan berkembang. Jika iman kita terus bertumbuh, kita akan mampu mewujudkan diri kita menjadi pribadi yang berdaya guna bagi orang lain.

Paus Fransiskus dalam dokumen persaudaraan manusia menyampaikan harapannya: Deklarasi ini dapat menjadi kesaksian akan kebesaran iman kepada Allah yang mempersatukan hati yang terpecah dan mengangkat jiwa manusia (art. 42). Dengan mewujudkan kerjasama dan kepedulian kepada sesama, kita membangun iman kita dan berusaha mengangkat jiwa manusia dengan menjadi pribadi yang berdaya guna bagi orang lain.

Misi kita hari ini: Membangun iman dan menjadi orang Katolik yang berdaya guna bagi orang lain. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s