Misi: Menjadi Perisai Iman dan Pewarta Injil

Hari ke-29, Renungan Bulan Misi
Kamis, 29 Oktober 2020
Bacaan : Ef. 6:10-20
Injil : Luk. 13:31-35

“Jadi berdirilah teguh, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” (Ef. 6: 14-16)

Dalam bacaan pertama Paulus memberikan nasihat kepada Jemaat di Efesus, agar menggunakan perlengkapan senjata Allah. Paulus mengumpamakan hidup seorang Kristiani seperti sebuah pertempuran melawan musuh. Siapakah yang menjadi musuh bagi seorang pengikut Kristus? Bagi Paulus, yang menjadi musuh kita adalah kekuatan si jahat, yaitu tipu muslihat Iblis. Kita harus berjuang melawan roh-roh jahat agar tetap berdiri tegak pada hari yang jahat itu. Maka Paulus berpesan kepada kita semua agar: “berdiri teguh, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat” (Ef. 6:14-16).

Apakah yang Paulus maksudkan dengan perisai iman? Mengapa perisai iman itu menjadi penting baginya? Perisai adalah salah satu alat yang aktif digunakan sebagai perlindungan saat peperangan. Perisai bisa digunakan untuk menangkis dan melindungi, demikian juga dengan iman kita kepada Yesus Kristus (Gal. 2:20). Iman itu bagaikan perisai yang sangat berharga, kuat dan penting. Melalui iman kita belajar memercayakan diri kita kepada Tuhan. Kita diajar untuk menaruh harapan, bahwa Allah akan memelihara, menjaga dan memenuhi kebutuhan kita.

Paulus hidup karena imannya kepada Yesus Kristus. Karena imannya, ia rela menderita karena Kristus, karena baginya, hidup adalah Kristus (Flp. 1:12). Karena imannya pula, ia pergi hampir ke seluruh dunia untuk mewartakan kabar keselamatan, kabar sukacita Injil. Paulus mengatakan: “Celakalah aku jika tidak mewartaan Injil” (1Kor. 9:16). Paulus telah berkasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Kasut kerelaan memberitakan Injil membuat Paulus siap untuk diutus ke manapun juga. Paulus menyadari perutusan menjadi jiwanya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menggunakan kasut kerelaan untuk mewartakan Injil?

Kita sebagai orang-orang beriman, percaya dalam iman akan Yesus Kristus, juga dipanggil untuk mewartakan Kabar Sukacita Injil kepada seluruh umat manusia. Kita dipanggil untuk dapat menjadi perisai iman dan pewarta Injil. Perutusan mewartakan Injil itu adalah perintah dan amanat Agung dari Tuhan Yesus Kristus, dan tidak menjadi sesuatu yang sulit dan berat jika kita menggunakan kasut kerelaan. Sebab jika kita gunakan kasut kerelaan dalam menaati perintah Tuhan, maka Tuhan Yesus sendiri yang memimpin dan berjalan bersama kita dalam pewartaan Injil-Nya.

Paus Fransiskus dalam dokumen persaudaraan menyatakan bahwa: Al-Azhar dan Gereja Katolik meminta agar dokumen ini menjadi bahan penelitian dan refleksi di semua sekolah, universitas dan institut pendidikan, agar membantu mendidik generasi baru membawa kebaikan serta kedamaian bagi orang lain, dan di mana-mana menjadi pembela hak-hak dari mereka yang tertindas dan yang terkecil di antara saudara-saudari kita (art. 39).

Di zaman ini, pewartaan Injil juga dapat diwujudnyatakan dengan memerhatikan saudara-saudari kita yang sakit, miskin, terlantar dan difabel. Dengan demikian, kita dapat menjadi pembawa sukacita bagi sesama kita.

Misi kita hari ini: menjadi perisai iman dan pewarta Injil bagi sesama dengan membawa damai sejahtera, kasih persaudaran sejati dan kabar baik. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s