Misi: Hidup Berbuah

Hari ke-31, Renungan Bulan Misi
Sabtu, 31 Oktober 2020
Peringatan : St. Br. Alfonsus Rodriguez

Bacaan : Flp. 1:18b-26
Injil : Luk. 14:1,7-11

“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” (Flp. 1:22)

Dokumen: Dalam nama Allah dan segala sesuatu yang dinyatakan sejauh ini, Al-Azhar al-Sharif dan kaum Muslim di Timur dan Barat, bersama dengan Gereja Katolik dan umat Katolik di Timur dan Barat, menyatakan menerima budaya dialog sebagai jalan, kerja sama timbal balik sebagai kode tingkah laku, saling pengertian sebagai metode dan standar (art. 14).

Kita sampai di penghujung Bulan Misi dan Bulan Rosario, namun bukan berarti kita selesai menjalankan tugas misioner atau tidak berdoa rosario lagi. Tugas misioner adalah amanat Tuhan sebelum kenaikan-Nya ke sorga, “Pergilah ke seluruh dunia wartakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk. 16:15). Rosario adalah doa kita kepada Allah melalui dan bersama Bunda Maria, Bintang Evangelisasi. Per Mariam ad Jesum (melalui Maria kepada Yesus), rosario adalah jalan kita menuju Yesus, Tuhan dan Penyelamat kita. Dengan rosario inilah kita bisa menghayati kata-kata Santo Paulus, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp. 1:21).

Ada sekian banyak mukjizat dianugerahkan Tuhan kepada umat-Nya yang setia melalui doa rosario. Ada begitu banyak kesaksian yang mengisahkan itu: sembuh dari sakit terminal, keluar dari persoalan hidup yang sangat berat dan mencekam, berhasil dalam studi maupun bekerja, dsb. Rosario menjadi bekal, perisai dan ‘senjata’ orang beriman. Dengan kekuatan doa rosario itu pula, orang beriman mewartakan Injil dalam hidup sehari-harinya.

Rosario juga menjadi jalan dialog iman. Rosario atau tasbih tidak hanya dikenal oleh umat Katolik. Agama-agama lain pun mengenal tasbih dan menjadikannya sarana doa. Islam, Budha, Hindu dan agama lain pun mempunyai tasbih untuk berdoa. Oleh karena itu, tasbih (baca: rosario bagi orang Katolik) bisa menjadi jalan dan sarana untuk membangun budaya dialog antar umat beriman.

Melalui doa rosario, kita merenungkan misteri hidup Tuhan Yesus dalam peristiwa-peristiwa gembira, sedih, mulia dan cahaya. Melaluinya, kita dituntun mengontemplasikan hidup Yesus tahap demi tahap mulai dari kabar sukacita sampai kenaikan-Nya ke sorga. Dengan rosario, kita dihantar untuk menjadikan hidup Yesus hidup kita sendiri, untuk menyelaraskan hidup kita dengan hidup Tuhan Yesus. Sampai akhirnya kita berani mengatakan, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Tugas misioner mengalir dalam diri kita sebagai jawaban atas kebaikan Tuhan. Tugas misioner, yakni mewartakan Injil, tidak perlu dibayangkan sebagai sesuatu hal yang sangat besar dan berat. Tugas ini merupakan perkara sehari-hari sebagai tanggapan atas kasih kebaikan Tuhan. Tugas misioner tersebut diwujudkan dengan, “bekerja dan menghasilkan buah.” Secara konkret, kita mewartakan Injil Kabar Gembira dengan membangun budaya dialog dalam kehidupan sehari-hari, mengedepankan persaudaraan, mengusahakan hidup damai, mengutamakan saling pengertian dan tentu saja itu semua dihayati sebagai bentuk kecintaan kita pada Tuhan Yesus.

Oleh karena itu, misi kita hari ini adalah mewujudkan nilai-nilai kebaikan, cinta dan kedamaian sebagai buah-buah kehidupan baik di dalam diri kita sendiri maupun di dalam diri sesama. Kita menjalankan misi ini mulai dari diri sendiri, lingkup terkecil kita, dan terus bergerak keluar kepada semakin banyak orang. (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s