Mari Berdoa Bagi Para Leluhur kita

Renungan Harian Misioner
Senin, 02 November 2020
Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman

2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:12-34; Yoh. 6:37-40

Di segala bangsa dan semua pemeluk agama apa pun, ada penghormatan istimewa kepada Leluhur yang sudah meninggal. Ada rasa terima kasih kepada para Leluhur, bahkan andaikata ada Leluhur, yang pernah di suatu saat atau dalam peristiwa tertentu mengecewakan salah satu anak atau cucu. Jasa leluhur sulit terlupakan begitu saja.

Apakah yang istimewa dalam penghormatan bagi Leluhur di antara para murid Kristus?

BACAAN I:
2Makabe 12:43-45: pada masa akhir zaman Israel menyongsong kedatangan Sang Messias, semakin dirasakan bakti yang mendalam kepada oara Leluhur, yang mewariskan hidup religius kepada anak cucu Abraham. Perikop yang disajikan pada hari ini memperlihatkan, bagaimana Yudas, Panglima Israel mengajak umat mengumpulkan uang, untuk dipersembahkan ke Yerusalem. Sasarannya: memohonkan ampun atas dosa para pembela umat. Namun, berlainan dengan banyak bangsa, Yudas mengingatkan umat, akan Kebangkitan Badan bagi para Leluhur itu. Harapan akan Kebangkitan itulah, yang menyebabkan Yudas dan para saudara se-umat mengumpulkan segala macam cara, agar para Leluhur didoakan untuk selamat dan untuk dibersihkan dari noda apa pun.

Selain itu, permohonan doa bagi para Leluhur itu juga mau mendoakan agar mereka itu disucikan. Sebab orang yang masuk ke alam abadi dalam keadaan bersih dari dosa dan menjadi suci, akan memperoleh berkat. Dengan kata lain, di balik doa dan upacara bakti kepada Leluhur yang sudah meninggal itu tersimpan harapan akan kesucian dari segala noda dosa.

BACAAN II:
1Kor 15:20-24a.25-28: Pada ‘babak berikut’, orang yang mengimani Yesus Kristus, diingatkan oleh Paulus, bahwa Kebangkitan Orang Mati itu sudah mendapat pengudusan agung, dari Kebangkitan Kristus. Oleh sebab itu, keyakinan tradisional untuk mengharapkan kebangkitan orang mati, dikuduskan dengan kesadaran, bahwa Tuhan Yesus Kristus telah menyucikan harapan pada pengudusan Kebangkitan Orang Mati dengan bangkit dari mati, melalui Paskah, yang menyempurnakan keyakinan Israel akan kebangkitan orang mati.

Dengan demikian, Kebangkitan Kristus, sesudah Tiga Hari Wafat, telah menyempurnakan keyakinan anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, dan sekaligus membarui keyakinan akan Kehidupan Kekal mereka. Itulah sebabnya Paulus meneguhkan keyakinan tradisional mereka.

BACAAN INJIL:
Yoh. 6:37-40: Perwahyuan Kristus menyempurnakan kepercayaan Israel akan Kebangkitan. Sebab, dengan Kebangkitan Kristus dalam Paskah, para murid Kristus diangkat pada lapisan tertinggi, ketika Sang Kristus, benar-benar bangkit dari Wafat. Peristiwa itu telah memperlihatkan kenyataan iman mereka, bahwa orang dibangkitkan dari mati. Apalagi, sudah berkali-kali Yesus, Sang Guru menubuatkan peristiwa itu: bahwa Ia akan bangkit dari orang mati. Ungkapan itu semua, ditambah dengan tindakan Sang Guru membangkitkan orang mati itu telah menjadikan Yesus ‘menguasai hidup manusia’. Artinya, jelas sekali, bahwa Dia sungguh duduk ‘di sebelah Kanan Allah Bapa’; artinya hidupnya di samping Allah, yakni Awal, Isi dan Tujuan Hidup Manusia.

Oleh sebab itu, bersama dengan Paulus, maka para murid Kristus sungguh mengakui perwahyuan melalui Yohanes: “Inilah Kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman”.

BAGI KITA SEKARANG: Marilah kita membarui iman kita akan Kebangkitan Orang Mati karena Kristus telah bangkit dari Wafat.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s