Ikut Agenda Tuhan Demi Sukacita Sejati

Renungan Harian Misioner
Selasa, 03 November 2020
P. S. Martinus de Porres

Flp. 2:5-11; Mzm. 22:26b-27,28-30a,31-32; Luk. 14:15-24

Sahabat-sahabat Tuhan yang terkasih,
Salam jumpa lagi melalui refleksi biblis di Selasa pertama November 2020 ini yang mengajak kita merenungkan satu hal penting yang disampaikan Sabda Tuhan hari ini. Hal penting yang dimaksud yakni undangan Tuhan bagi kita semua untuk turut mengambil bagian dalam perjamuan Kerajaan Allah. Tentang apa itu Kerajaan Allah, Santu Paulus telah mencerahi kita melalui suratnya kepada umat di Roma 14:17: “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Dengan demikian kalau sungguh mau hidup sejahtera dan mendapatkan sukacita sejati dalam Kerajaan Allah, kita perlu mengejar hal-hal yang diagendakan Allah. Ilustrasi yang disampaikan Yesus di Injil hari ini menyadarkan kita bahwa kadang manusia tidak menjawab undangan Tuhan untuk turut mengambil bagian dalam kebahagiaan yang sudah disediakan Tuhan dalam Kerajaan-Nya.

Injil hari ini menyebut jelas, alasannya yakni manusia sudah memiliki agendanya: agenda mengurus ladangnya, agenda mengurus lembu, dan agenda mengurus perkawinan. Terlihat jelas di sini bahwa semuanya berkaitan dengan hal-hal material duniawi. Padahal Kerajaan Allah sebagaimana disampaikan di atas berkaitan dengan “soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Tak mengherankan bila upaya perjuangan manusia sering kali bukannya mendatangkan kesejahteraan dan sukacita sejati melainkan situasi sebaliknya karena yang diupayakan adalah agendanya bukan agenda Tuhan.

Maka teks ini Injil hari ini mengajak kita merenung: apakah hidup dan arah perjuangan kita selama ini sinkron dengan agenda Tuhan atau berlawan dengan agenda Tuhan karena saya lebih mengikuti agenda kepentingan pribadi/kelompok saya?

Bacaan I hari ini memberikan tips bagaimana supaya bisa hidup dan mengarahkan perjuangan kita sesuai agenda Tuhan sehingga kita bisa menggapai kesejahteraan dan sukacita sejati:
1. Menghampakan diri (kenosis) dari agenda-agenda pribadi/kelompok.
2. Bersikap rendah hati sebagai seorang hamba yang siap mengikuti dan melayani agenda Tuhan.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Filipi 2: 5-7).

Yesus dipuji dan dipuja karena kerelaan mengosongkan diri dari segala hal berbau takhta, dan rela turun ke dunia nyata serta terlibat melayani dengan penuh kerendahan hati didasari oleh niat mulia untuk mensejahterakan dan membahagiakan semua manusia.

Santo Martin de Porres, Santo Hubertus dan Santo Malakios yang kita peringati hari ini menghidupi semangat hidup Yesus tersebut. Mereka orang-orang biasa tetapi karena penghampaan diri dari segala agenda pribadi, dan kesediaan mengikuti agenda Tuhan, sikap rendah hati sebagai hamba yang siap melaksanaan agenda Tuhan menghantar mereka menikmati perjamuan bahagia dalam Kerajaan Allah.

Apa pesannya untuk saya?

Selamat merenung, Tuhan memberkati kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s