Ketekunan dan Penyerahan Diri yang Lepas Bebas

Renungan Harian Misioner
Rabu, 04 November 2020
P. S. Carolus Borromeus

Flp. 2:12-18; Mzm. 27:1,4,13-14; Luk. 14:25-33

MISI: Membangun komunitas beriman yang memiliki ketekunan, serta lepas bebas memberi diri demi perkembangan iman.

Rasul Paulus, hari ini mengajak Komunitas Filipi, juga kita semua untuk membangun “ketekunan” sebagai kriteria kemuridan kita. Rasul Paulus menekankan ketekunan iman, yang berarti sikap takut dan gentar ketika sebagai pengikut Kristus, kita tidak serius melaksanakan semua pekerjaan keselamatan yang dipercayakan Tuhan kepada kita; dan tidak sanggup membawa buah-buah karya untuk menghadirkan keselamatan bagi sesama.

Dengan menegaskan karakter “ketekunan”, Rasul Paulus mengajak para jemaat Filipi dan kita semua untuk memiliki etos kerja yang membuahkan hasil, sekaligus menyingkirkan sikap bersungut-sungut, dan berbantah-bantah ketika melaksanakan pekerjaan. Karena sikap demikian tidak tepat untuk membangun kerjasama dengan Allah dalam membangun dunia.

Sementara melalui Injil hari ini, Yesus menekankan tiga kriteria untuk menjadi pengikut-pengikut-Nya:
Pertama: Sikap memberi diri sepenuhnya kepada Yesus dan sesama yakni Lepas-Bebas, tidak melekatkan diri pada suatu kepentingan pribadi yang menutup ruang gerak seseorang untuk memberi hidup dan sukacita bagi orang lain. Begitu banyak orang yang menegaskan diri sebagai pengikut Kristus namun pada saat yang sama masih dibelenggu kepentingan pribadi, kelekatan pada ambisi dan berbagai hal yang menghalangi kebebasan untuk berkarya sebagai pengikut Kristus.

Yang dikehendaki Yesus adalah kepentingan, jabatan, status sosial, harta serta keluarga hendaknya menjadi kekuatan yang memberi kebebasan agar setiap orang beriman boleh tampil sebagai murid Kristus yang sempurna, untuk melayani dan memberi hidup bagi sesama, serta keutuhan alam ciptaan.

Kriteria kedua adalah memikul salib, dan mengikuti Yesus. Yang diminta Yesus dari setiap Pengikut-Nya adalah kesiapan untuk masuk ke dalam Kehendak Allah, berani mengambil resiko, memeluk konsekuensi iman, bersedia menghadapi tantangan dan ancaman, serta tanpa ragu bertanggung jawab atas pilihan radikal untuk mengikuti Dia.

Kriteria ketiga adalah kecermatan dan kebijaksanaan menentukan sikap dan mengambil keputusan. Sebelum membangun perlu memperhitungkan dan menyiapkan anggaran agar pembangunan lancar dan terselesaikan; sebelum memutuskan untuk berperang harus memperhitungkan kekuatan dan kelamahan agar tidak kalah dalam pertempuran.

Menjadi murid dan pengikut Kristus bukan sekedar membuat pertimbangan dan keputusan, namun harus juga siap menerima buah dari keputusan itu. Setiap pengikut Kristus bukan sekedar menegaskan sebuah keputusan, melainkan harus menggunakan kecerdasan, kecermatan dan kebijaksanaan sehingga mampu memetik buah kesetiaan dan ketekunan. yakni sukacita, kebahagiaan, kebanggaan serta kemegahan iman.

Sering kali sebagai pengikut Kristus, kita tidak displin serta kurang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Tidak sedikit umat Katolik yang tidak mampu keluar dari dirinya untuk berjuang demi keberpihakan kepada sesama yang membutuhkan pertolongan karena melekatkan diri pada kepentingan dan ambisi pribadi, harta, jabatan bahkan keluarga.

Terkadang, kita hadir sebagai kelompok yang menjalani hidup dengan penuh kecemasan, kegelisahan bahkan tanpa harapan karena kurang bijak, kurang cakap dan cermat dalam menentukan pilihan, juga salah mengambil keputusan dan kurang bijak menentukan sikap terhadap setiap persoalan dan realitas yang ada.

Selanjutnya, banyak orang memang sedang mengakui diri sebagai orang-orang Katolik, namun tidak rela untuk berhadapan dengan tantangan iman, konsekuensi dan risiko sebagai seorang Katolik.

Saudara-saudari sekalian, jadilah pengikut-Nya yang lepas bebas, menyerahkan diri sepenuhnya demi perkembangan Gereja dan masyarakat, menggunakan kecakapan dan kecerdasan akal serta kejernihan nurani untuk mengambil keputusan, dan akhirnya berani memeluk konsekuensi iman. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s