Lebih Baik Rugi Karena Mengenal Kristus

Renungan Harian Misioner
Kamis, 05 November 2020
P. S. Elisabeth, S. Zakarias

Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10

Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami periode di mana kita merasa bahwa diri kita adalah orang yang ‘terpilih.’ Lahir dari keluarga yang terpandang, pelayanan dan pengetahuan rohani melebihi orang lain, seolah-olah semua sudah sesuai dengan kebenaran yang diajarkan Allah, sekalipun sikap dan perilaku kita dapat membuat orang lain menderita. Keadaan ini membuat kita seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang selalu merasa dirinya orang benar yang tidak memerlukan pertobatan (Flp. 3:4-6; Luk. 15:2, 7).

Sesungguhnya, kita semua asalnya adalah sama, anak cucu Abraham, anak-anak Yakub. Kita semua beribadah oleh Roh Allah dan dapat bermegah hanya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di hadapan Tuhan, kita sama dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang datang untuk mendengarkan Dia. Tuhan dan kekuatan-Nyalah yang harus kita cari; carilah wajah-Nya, ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya bagi kita. Sadarilah mukjizat-mukjizat-Nya dalam kehidupan kita, maka kita pun memahami penghukuman apa yang akan diucapkan-Nya pada kita yang sudah berlaku tidak adil. Sebab segala hal baik dan indah yang kita nikmati itu terjadi bukan karena diri kita beroleh perhatian yang berbeda dari Allah, sebaliknya supaya kita dapat mengenal Sang Pencipta semuanya itu serta menjadi insyaf karena melihat daya dan kuasa-Nya (Mzm. 105:2,4-6; Keb. 13:1-4).

Keadaan kita yang hidup dalam dosa, sama seperti domba yang hilang tersesat dan terpisah dari 99 ekor domba lainnya. Allah terus mengikuti orang-orang berdosa dengan kuasa Roh-Nya sampai akhirnya setiap orang terpanggil untuk kembali kepada-Nya. Karena hati Allah yang selalu ingin membawa jiwa-jiwa yang hilang itu kembali kepada-Nya maka Allah: menyalakan pelita firman yang menunjukkan jalan bagi kita untuk mendatangi-Nya; Ia menyapu rumah dengan kebenaran untuk meyakinkan kita melalui firman-Nya; Ia mencari dan memanggil kita dengan cermat. Jika kita ingin melepaskan diri dari kesesatan pandangan hidup, maka kita harus datang hanya untuk mendengarkan Dia, mendengarkan perintah-perintah-Nya, mendengarkan kehendak-kehendak-Nya untuk kita lakukan, bukan berfokus pada permintaan-permintaan kita sendiri. Dia bergaul dengan kita, menyambut kita masuk ke dalam kawanan-Nya, dan makan bersama-sama dengan kita sampai kita menyadari Dialah Kristus yang telah merendahkan diri-Nya untuk datang ke tengah-tengah kita, manusia yang sangat tidak sesuai dengan martabat-Nya. Supaya akhirnya kita menyerahkan diri kepada-Nya, sebagai domba yang kelelahan berjalan ke sana kemari untuk mencari jalan pulang, namun justru diletakkan-Nya di atas bahu-Nya dengan sukacita (Mzm. 119:105; Luk. 15:4-7).

Pertobatan dan berbaliknya orang-orang berdosa di bumi, merupakan suatu peristiwa yang membawa sukacita di sorga. Pertobatan satu orang berdosa lebih memperlihatkan bahwa anugerah kuasa dan belas kasih Allah itu nyata, dibandingkan dengan anugerah yang sama pada orang-orang yang tidak tersesat yang dituntun-Nya. Seringkali orang yang-orang yang dulunya sangat berdosa, setelah bertobat menjadi orang-orang yang melayani Tuhan dengan menyala-nyala seperti Paulus, sebab orang yang banyak diampuni pasti akan banyak mengasihi. Itulah sebabnya Paulus merasa bahwa segala hal yang dulu dianggapnya menguntungkan dirinya ternyata merupakan penghalang utamanya untuk memperoleh yang lebih mulia, yaitu mengenal Kristus yang telah melepaskannya dari ketersesatan (Luk. 7:47; Flp. 3:7-8).

Apakah kita sudah melepaskan semua ‘sampah-sampah’ dalam diri kita untuk memperoleh Kristus? (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s