Sudahkah Hidupku Memuliakan Allah?

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa XXXI, 7 November 2020
P. S. Willibrordus, S. Ernestus

Flp. 4:10-19; Mzm. 112:1-2,5-6,8a,9; Luk. 16:9-15

Sahabat misioner terkasih,
Ada dua pesan Tuhan yang kuat dan jelas dalam Injil hari ini:

  1. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”
  2. “Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon.”

Pesan yang pertama, mengingatkan kita untuk menghargai yang kecil, yang tampaknya remeh, dan mungkin bahkan yang tidak diperhitungkan. Perkara-perkara kecil bukan sekedar hanya persoalan “apa” yaitu materi atau hal yang kecil, tetapi juga menyangkut “siapa” yaitu orang kecil. Pilihan Tuhan Yesus jelas yaitu option for the poor. Tuhan Yesus pada awal karya-Nya memaklumkan diri, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Sebagai pengikut Yesus, sudah semestinya orang Katolik adalah pribadi yang memiliki pilihan yang sama dengan Tuhannya yaitu pada yang kecil. Orang Katolik tidak meremehkan yang lain, tetap menghargai dan memandang positif yang lain apalagi yang kecil.

Yang kecil bisa dimengerti sebagai orang miskin, orang yang lemah tak berdaya, yang tersingkir atau tidak diperhitungkan dalam masyarakat atau bahkan dalam keluarga sendiri, yang difabel atau penyandang disabilitas, orang-orang yang berkebutuhan khusus atau berada dalam situasi-situasi khusus yang menyudutkan kehidupannya. Pada diri mereka ini pula Tuhan mengidentifikasikan diri-Nya, seperti kita ingat kata-kata Tuhan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat. 25:40). Melayani yang kecil-hina, yang remeh temeh, yang tidak diperhitungkan berarti melayani Tuhan sendiri. Maka, nyatalah sabda Tuhan, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar”.

Pesan kedua, “Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon,” mengajak kita untuk tidak mendua. Orang Katolik musti hidup utuh, berintegritas. Mengabdi Allah adalah pilihan dasar bagi setiap pengikut Tuhan. Ini berarti bahwa orientasi hidup haruslah pada kemuliaan Allah. Gravitasi kehidupan orang Katolik adalah yang selalu menarik tertuju kepada Tuhan. Segala pilihan-pilihan yang lain harus didasarkan pada pilihan dasar ini. Maka, pertanyaannya bagi kita adalah apakah pilihan-pilihan yang kita buat dalam perjalanan hidup kita sehari-hari merupakan wujud tindakan memuliakan Allah atau tidak. Allah dimuliakan dalam diri ciptaan-Nya. Saat kita menjunjung tinggi nilai-nilai keseluruhan ciptaan-Nya, kita memuliakan Allah. Saat kita membela dan memperjuangkan kehidupan, kita memuliakan Allah. Saat kita bertindak adil dan menghargai sesama, kita memuliakan Allah. Sebaliknya, saat kita menggencet orang lain karena memburu mamon – harta kekayaan, kita menghina dan melukai Tuhan. Saat kita membunuh karakter orang lain karena bersaing mengejar takhta kekuasaan, sama saja kita membunuh Tuhan.

Untuk itu, sahabat misioner, misi kita hari ini adalah mengembangkan integritas diri, hidup fokus, tidak mendua dan tidak meremehkan apa pun dan siapa pun. Kita hidup demi kemuliaan Tuhan dan keluhuran martabat manusia. Amin***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s