Berbagi Kehidupan Seperti Halnya Kristus

Renungan Harian Misioner
Selasa, 17 November 2020
P. Elisabeth dr Hungaria

Why. 3:1-6,14-22; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Luk. 19:1-10

Bacaan I:
Why 3:1-6.14-22: Salah satu bagian dari perikop yang dihidangkan pada hari ini sangatlah menggemakan hidup St. Elisabeth dari Hungaria. Wanita suci ini memang seorang tokoh istana, yang sebagai puteri sudah memikat hidupnya di Eropa Timur. Ia amat mencintai suaminya, yang telah lebih dulu meninggal. Dalam pada itu, ia mau menghayati hidupnya seutuhnya cinta, yang mewarnai seluruh dirinya. Maka dari itu, sesudah kematian suami, ia tetap mempersembahkan cintanya kepada orang-orang sakit, yang membutuhkan pelayanan. Untuk seorang puteri istana, cara baru hidup St. Elisabeth itu sungguh memancarkan ‘kepenuhan keutamaan cinta kasih’. Bagi dia, cinta tidaklah berakhir dengan dipanggilnya sang suami. St. Elisabeth merasa tetap dipanggil untuk terus mengungkapkan cinta. Dengan demikian, dukacita karena ditinggal mati suaminya bukanlah akhir dari sumbangsih cinta St. Elisabeth, melainkan mau disempurnakannya dengan pelayanan bagi si miskin.

Ia sudah lama sering mendengar ajaran Tuhan Yesus mengenai sempurnanya Cinta Sang Putera sampai detik-detik akhir hidup-Nya. Namun ia tidak hanya mau mendengar Kisah Kudus mengenai Sang Mesias itu: ia mau melaksanakannya. Sebab didengarnya Sabda: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat”.

Bacaan Injil:
Lukas 19:1-10: Seperti Zakheus, Elisabeth mengaku, bahwa diri dan pengetahuannya ‘pendek untuk dapat sungguh menangkap keseluruhan Pribadi Yesus Kristus’. Ia memerlukan seluruh ‘harta’-nya untuk dipersembahkan, sehingga dapat menggapai seutuh Pribadi, Sang Sabda, yang sedemikian agung dan mau mewahyukan Warta Cinta dan Belas kasih Allah. Pada awal, Zakheus, seperti juga Elisabeth, yang keduanya kaya raya itu, mengandalkan harta untuk berhasil dalam hidupnya. Dalam perjalanan waktu, disadari oleh mereka, bahwa justru “dengan memberi, maka orang mendapat pemberian yang tidak terkira”.

Zakheus mempersembahkan hartanya dan mengikuti Yesus, menjadi murid-Nya. Elisabeth memberikan seluruh harta, yang dulu telah dinikmatinya bersama dengan suami, yang telah meninggal – untuk dapat melayani orang sakit dan orang miskin. Kedua murid Kristus ini, melaksanakan, apa yang diajarkan oleh Sang Guru, dengan “…memberi pakaian kepada orang yang tidak mempunyai pakaian … memberi kesehatan kepada orang yang tidak memiliki Kesehatan …..memperkaya orang-orang yang miskin….” (bdk. Mat. 25:31-46).

Dengan cara itu, mereka mengikuti cara Sang Guru untuk “memberikan seluruh hidup-Nya, agar para murid menjadi hidup”. Sebab hanya dengan demikianlah mereka ditebus dari dosa, yang menyebabkan kematian kekal.

Marilah kita memohon Roh Kehidupan, agar membagikan kehidupan abadi melalui persembahan hidup kita tanpa hemat sedikit pun, sebagaimana dilakukan oleh Sang Kristus.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s