Kasih Kristus Tak Kenal Batas dan Sekat

Renungan Harian Misioner
Minggu, 22 November 2020
HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM

Yeh. 34:11-12,15-17; Mzm. 23:1-2a,2b-3,5-6; 1Kor. 15:20-26,28; Mat. 25:31-46

Perikop ini bukan saja menjadi akhir khotbah Yesus tentang akhir zaman (Mat. 24-25), tetapi juga menjadi akhir dan puncak ke-5 khotbah besar Yesus dalam injil Matius. Posisinya sebagai pemungkas dan puncak semua khotbah Yesus, sudah memperlihatkan pentingnya isi khotbah ini. Peternak zaman itu biasanya memisahkan kambing dan domba di saat petang. Sepanjang hari keduanya digembalakan bersama. Kambing membantu para gembala untuk “menuntun” kawanan domba yang mudah kehilangan arah. Malam hari yang dingin, giliran kambing yang dibantu domba. Kambing yang berbulu tipis harus dikandangkan atau ditidurkan di bagian dalam, dikelilingi domba-domba yang memberikan kehangatan karena berbulu tebal.

“Saudara-Ku yang paling hina” (ay. 40 dan 45) umumnya dipakai Matius untuk menunjuk pada jemaat Kristen. Sedangkan “semua bangsa” (ay. 32) menunjuk pada semua orang non-Kristen. Pertanyaan pokok yang mau dijawab Matius adalah: Apa yang Allah akan lakukan terhadap mereka yang berada di luar jemaat Kristen? Kriteria bagi mereka pada pengadilan terakhir adalah: bagaimana mereka memperlakukan pengikut Kristus yang menderita dan membutuhkan bantuan, khususnya para pengkotbah atau misionaris yang berkeliling mewartakan Injil. Apalagi, Yesus menyamakan diri-Nya dengan mereka yang “paling kecil” ini. Hal yang sama Dia katakan saat pertobatan Saulus di jalan ke Damaskus. Menganiaya jemaat, sama saja dengan menganiaya Tuhan!

Dengan perumpamaan ini, Saya dan Anda terhibur dan mendapat wawasan baru. Di dunia ini tidak semua orang membenci kita. Ada banyak sekali yang berbaik-budi dan mengasihi kita. Tuhan pasti tidak akan melupakan mereka yang berbuat baik bagi umat-Nya. Di lain pihak, para pembenci dan penganiaya jemaat-Nya akan mendapat penghakiman yang setimpal. Kalau keadilan tidak ditegakkan di dunia ini, masih ada Sang Hakim Adil yang akan mengadili mereka.

Tentu saja perumpamaan ini tetap mempunyai pesan universal. Di Zaman Akhir barulah ada pemisahan, dan itu mengejutkan semua, baik yang kiri maupun yang kanan. Ini gaya khas sastra apokaliptik: di akhir zaman barulah dibuka rahasia identitas Sang Anak Manusia. Di mana Dia “bersembunyi” selama ini? Sulit sekali Saya “melihat” Kristus dalam kesederhanaan dan kelemahan. Dia lebih mudah dikaitkan dengan semua yang “maha”: maha-besar, maha-mulia, maha-kuasa, dll. Wawasan Saya tentang Kristus diperkaya. Kristus, Sang Raja mulia itu, baru akan Saya temui nanti di akhir zaman, saat Dia tampil sebagai Hakim. Untuk saat sekarang, Ia berkenan dijumpai dalam diri orang-orang kecil dan sederhana, mereka yang lapar, haus, telanjang, dalam penjara, dll.

Saya juga belajar bahwa kasih itu tidak pernah anonim. Ia selalu punya nama, meski tak tampak. Kasih selalu berarti berpartisipasi dalam kasih Kristus, entah disadari atau tidak, diakui atau tidak! Di mana saja kasih dijalankan, di situlah kasih Kristus terjadi, tidak peduli bendera dan agama si pelakunya. Kasih Kristus dapat menyata di luar batas batas agama, suku dan bahasa. Segenap insan akan Dia adili hanya dengan kriteria itu!

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s