Pelajaran Penting dari Persembahan Janda Miskin

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa XXXIV, 23 November 2020
P. S. Klemens, S. Kolumbanus

Why. 14:1-3,4b-5; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 21:1-4

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo

Firman Tuhan pada Senin setelah Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, khususnya Injil, mempertemukan kita dengan janda miskin, yang ditokohkan Yesus ketika Dia sedang memberikan persembahan, dibanding dengan persembahan dari mereka yang kaya (Lukas 21 : 1-2). Sejumlah pelajaran penting dapat kita temukan dari kisah janda miskin ini:

Pelajaran pertama: kemiskinan sering dipertentangkan dengan kesempatan untuk melaksanakan kewajiban agama entah ibadat ataupun tindakan amal-kasih. Kemiskinan sering kali diangkat sebagai “alasan” untuk tidak melaksanakan kewajiban agama tersebut. Namun janda miskin ini mengajarkan kepada kita bahwa mempertentangkan kedua hal itu sesungguhnya tidak tepat, sekalipun sering kali dilakukan orang. Bagi janda miskin ini, relasi dengan Allah dalam wujud ibadah dan kewajiban untuk memberikan persembahan merupakan hal yang penting, bahkan begitu pentingnya hingga janda miskin ini memberikan “seluruh nafkahnya” (Lukas 21:4).

Pelajaran kedua: dengan mengutamakan relasi dengan Tuhan melalui tindakan “mempersembahkan seluruh nafkahnya” kualitas spiritual janda miskin ini nampaknya mendekati kualitas spiritual keseratus-empat-puluh-empat ribu orang yang dihadirkan juga kepada kita melalui Bacaan pertama. Nampaknya hubungan dengan “Anak Domba” menjadi yang utama, sehingga orang-orang ini berani mengatur hidup mereka dengan kualitas atau nilai-nilai yang mendekatkan mereka dengan Sang Anak Domba, seperti misalnya tidak ada dusta dan cela di dalam mulut mereka (Wahyu 14:1.4b-5).

Tindakan “mempersembahkan seluruh nafkahnya,” yang dilakukan oleh janda miskin ini jikalau dilihat dalam terang Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, yang baru kita rayakan kemarin, menunjukkan bahwa janda miskin ini berada dalam kelompok orang-orang yang sama dengan keseratus-empat puluh empat ribu orang dalam kitab Wayu ini, dan juga sama dengan orang-orang benar yang berada di sebelah kanan Sang Raja dalam teks tentang Penghakiman Terakhir (Matius 25:31-46). Mereka adalah orang-orang yang mempunyai ruang dalam hati mereka untuk Tuhan dan sesama. Hubungan dengan Yesus dan tindakan amal-kasih mempunyai tempat utama dalam agenda hidup mereka. Apakah agenda hidup dengan kualitas seperti yang mereka miliki ada juga dalam diri kita? Selamat berefleksi. (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s