Yerusalem Baru

Renungan Harian Misioner
Jumat, 27 November 2020
P. S. Yakobus dr Persia, S. Virgilius

Why. 20:1-4,11 – 21:2; Mzm. 84:3,4,5-6a,8a; Luk. 21:29-33

“Aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun” (Why. 20:4).

Yohanes mendapat penglihatan kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah. Karunia Tuhan bagi manusia. Yerusalem baru menggantikan kemusnahan maut dan seluruh ciptaan lama. Setiap orang yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan, maka ia akan diselamatkan. Mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang merupakan tujuan akhir dari perjuangan dan penderitaan manusia di dunia.

Apa kuncinya? Yang utama, Tuhan menghendaki kita mencintai Allah dengan segenap hati dan segenap jiwa serta akal budi dan mencintai sesama sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Melakukan hal baik, menolong banyak orang dan senantiasa hidup penuh kasih selama masih di dunia ini. Melakukan semua itu karena sungguh mencintai Allah, merindukan perjumpaan dengan Tuhan. Bukan semata takut akan penghukuman terakhir.

Kesadaran ini yang harus kita tanamkan selagi masih hidup di dunia ini. Bahwa Allah sungguh mencintai aku dan aku mau mencintai Dia seumur hidupku dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang menyenangkan hati-Nya.

Caranya? Hiduplah sebagai umat Allah, umat Kristiani yang berkualitas, taat melaksanakan perintah-Nya, taat melaksanakan ajaran Gereja-Nya. Siap sedia menantikan hari Tuhan dengan terus berjuang berjalan menuju hidup yang kudus. Kita semua dipanggil kepada kekudusan. Agar manusia fana dapat kembali kepada Sang Pencipta.

Sadarilah hanya Tuhan yang abadi, sejak awal mula kehidupan hingga akhir nanti. Bertekunlah dan percayalah pada sabda-Nya yang akan mengantar kita pada kebahagiaan dan kehidupan baru bersama-Nya di surga.

Sanggupkah? Kita senantiasa percaya dan berpegang pada sabda-Nya yang hidup, yaitu Yesus Kristus. Selalu setia dan taat kepada kehendak-Nya, untuk hidup dalam kasih-Nya. Mawas diri melakukan hal baik yang selaras dengan panggilan serta tugas perutusan kita di dunia ini. Mewariskan nilai-nilai kehidupan kristiani. Lebih mengutamakan kecerdasan spiritual daripada intelektual.

Mohonlah kepada Yesus Kristus, agar dimampukan untuk tetap setia dan berpegang pada sabda-Nya disaat kita lemah dan tak berdaya. Jiwa kita pun tetap merindukan pelataran Tuhan seperti kata pemazmur.

“Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah” [Mzm. 84:3-6]

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s