Misionaris & Tiga Wujud Kedatangan Mesias

Renungan Harian Misioner
Selasa, 01 Desember 2020
P. S. Dionisius & Redemptus (Martir Indonesia)

Yes. 11:1-10; Mzm. 72:2,7-8,12-13,17; Luk. 10:21-24

Renungan Harian dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih: Shalom!

Ketika mengakhiri Bulan November 2020, kita menyatukan diri dengan seluruh Gereja, untuk merayakan Pesta Santo Andreas. Saudara Simon Petrus ini, dikenal sebagai Rasul yang membawa dan mempertemukan orang dengan Yesus (Yoh. 1:40-42). Dalam semangat “untuk mempertemukan orang dengan Yesus, Sang Mesias Terjanji” inilah, Beato Dionisius dan Redemptus berani meninggalkan tanah air mereka, untuk mewartakan Injil ke Asia, khususnya Indonesia. Ketika sampai ke Aceh, mereka harus memeteraikan pewartaan Injil dengan darah mereka. Gereja Katolik Indonesia menghargai kedua misionaris ini, dengan mencatat keduanya dengan gelar, “Biarawan dan Martir Indonesia.” Sebagai manusia, mereka wafat pada 01 Desember, namun tanggal itu juga dicatat dalam “kacamata iman” sebagai “hari atau tanggal di mana keduanya lahir baru dalam kehidupan yang kekal bersama Allah.”

Pokok pewartaan para rasul dan misionaris ini, adalah tentang kedatangan pribadi yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, pribadi yang penuh dengan roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan, yang akan menghakimi dengan kejujuran dan keadilan (Yes. 11:2-4).

Kedatangan pribadi yang dinubuatkan Yesaya ini, juga akan mendamaikan semua makhluk satu dengan yang lain dan dengan Allah (Yes. 11:6-10). Karena itulah, pemazmur menegaskan bahwa pada masa kedatangan Mesias yang berasal dari tunggul Isai ini (Yesaya 11:10), keadilan akan berkembang dan damai sejahtera akan berlimpah (Mzm. 72:2-3).

Terpenuhinya nubuat Yesaya ini plus perjumpaan dengan pribadi yang memenuhi nubuatan tersebut, itulah yang “ingin dilihat dan didengar oleh banyak nabi dan raja” (Luk. 10:23-24). Namun mereka yang beruntung untuk menjumpai pribadi yang digambarkan Nabi Yesaya itu, adalah mereka yang kecil dan sederhana. Adalah Allah sendirilah yang memilih orang-orang yang kecil dan sederhana itu, untuk dipertemukan dengan Putera yang Dia utus kepada mereka. Dan Yesus, Pribadi yang memenuhi nubuatan Yesaya itu, bersykur kepada Tuhan untuk boleh menjumpai orang-orang yang kecil dan sederhana tersebut (Luk. 10:21).

Tiga Wujud “kedatangan Mesias”

Apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya hingga nubuat itu terpenuhi dalam diri Yesus adalah wujud kedatangan Yesus yang pertama, yang terjadi dalam peristiwa inkarnasi, di mana Putera Allah yang Mahatinggi berkenan untuk lahir dan hidup sebagai manusia.

Wujud kedatangan Mesias yang kedua, belum terpenuhi, dan baru akan terwujud pada akhir zaman, di mana tidak ada seorangpun yang tahu kapan keberlangsungannya. Para ahli Teologi Perjanjian Baru menyebut kedatangan yang kedua ini, dengan menggunakan istilah “parousia,” di mana Mesias akan tampil sebagai hakim. Dan penghakiman-Nya ini bersifat final. Orang-orang akan terbagi menjadi kelompok yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan kelompok yang menolak Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat (Bdk. Matius 25:31-46).

Di antara inkarnasi dan parousia itu, di antara kedatangan Mesias yang pertama dan yang kedua (yang akan terjadi pada akhir zaman), di antara itu terdapat begitu banyak momentum di mana Yesus mendatangi saudara dan saya. Yesus datang kepada kita, ketika kita berkumpul dan berdoa dalam nama-Nya (Mat. 18:20). Yesus datang ketika kita berkumpul untuk mendengarkan Firman-Nya dan ketika kita memecahkan roti dalam perjamuan (Luk. 24:30-32). Yesus juga mendatangi para murid-Nya, ketika mereka berbagi pengalaman iman tentang kebangkitan-Nya (Luk. 24:35-36).

Bersiap menyambut kedatangan Mesias

Kedatangan Mesias yg pertama, yang dinubuatkan oleh Yesaya dan para nabi lainnya, sudah terpenuhi. Kedatangan Yesus yang final pada akhir zaman, belum terjadi. Namun kedatangan-Nya dalam berbagai kesempatan seperti yang dijelaskan pada alinea sebelumnya, merupakan kedatangan-Nya yang sedang berlangsung di tengah dunia di antara kita dan umat manusia. Karena itu, kita tidak perlu harus menunggu sampai zaman akhir itu tiba baru menyambut Dia, tetapi marilah kita membuka hati bagi-Nya ketika Dia menghadirkan diri kepada kita lewat Firman-Nya, lewat Perjamuan Tubuh dan Darah-Nya, lewat kesaksian iman tentang Dia yang boleh kita berikan.

Doa syukur Yesus

Rasa syukur Tuhan kita Yesus Kristus, yang Dia angkat sebagai Doa kepada Bapa-Nya (Luk. 10:21-22), nampaknya merupakan rasa syukur, karena Dia menemukan sejumlah besar orang kecil dan sederhana, yang bertekun untuk menyambut Dia, setiap kali mereka meluangkan waktu untuk berkumpul dan berdoa, setiap kali mereka membaca dan merenungkan Firman-Nya, dan setiap kali mereka meluangkan waktu untuk ambil-bagian dalam Perjamuan Tubuh dan Darah-Nya, dan setiap kali mereka bersaksi tentang iman mereka akan Dia. Itulah yang biasa dibuat oleh orang-orang kecil dan sederhana. Apakah anda termasuk ke dalam orang-orang kecil dan sederhana, yang sadar dan meluangkan waktu untuk menyambut Yesus dalam kegiatan-kegiatan harian tersebut? Sebab jikalau pada kedatangan-Nya yang sedang berlangsung ini pun anda tidak meluangkan waktu bagi-Nya, maka kemungkinan anda akan ketinggalan untuk menyambut-Nya, pada kedatangan-Nya yang final itu. Semoga tidak demikian. Amin (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

One thought on “Misionaris & Tiga Wujud Kedatangan Mesias

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s