Berikan Hatimu untuk Mencintai, Ulurkan Tanganmu untuk Melayani!

Renungan Harian Misioner
Sabtu Adven I, 5 Desember 2020
P. S. Reinardus

Yes. 30:19-21,23-26; Mzm. 147:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:35 – 10:1,6-8

Sahabat misioner terkasih,
Hari ini Yesus mengajar dan memberi mandat kepada kita, para murid-Nya, untuk memberikan hati yang mencintai dan mengulurkan tangan yang melayani. Ada dua sikap dasar yang harus ditumbuhkembangkan dalam hidup kita seperti diamanatkan Tuhan Yesus. Injil Matius yang menjadi bacaan liturgi hari ini mengisahkannya demikian, “tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan” dan “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

Yang pertama, “tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan.” Yesus memberi teladan kepada para murid untuk memiliki kepekaan dan kepedulian: berikan hatimu untuk mencintai. Kepekaan dan kepedulian yang terwujud dengan memberikan hati yang penuh cinta ini terjadi karena kesediaan diri Yesus untuk selalu hadir dan kontak langsung dengan orang-orang. Pada awal bacaan Injil diberitakan, “Yesus berkeliling ke semua kota dan desa.” Yesus peka dan peduli karena senantiasa mau hadir dan menjalin kontak langsung dengan orang-orang baik di kota maupun di desa. Yesus tidak mengeksklusifkan diri, mengurung diri dalam kenyamanan hidup di menara gading-Nya sendiri. Sebaliknya, Yesus mau berjalan keluar, berkeliling, blusukan ke mana-mana sehingga tahu dan bersentuhan langsung dengan orang banyak dalam segala permasalahan hidup mereka. Blusukan, kontak langsung dengan orang-orang, mau kotor-bau-berkeringat-berbagi suka-duka menjadi jalan untuk mengetahui, mengenal lebih dalam, berempati dan menumbuhkan belarasa, yaitu hati yang mencintai. Maka, ajakan untuk melangkah keluar menjadi amanat yang penting dan mendesak, “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat”.

Naahh, sekarang bagaimana di masa pandemi ini? Ada amanat pergi keluar menjumpai orang untuk mewartakan Kerajaan Surga, tetapi ada himbauan untuk diam di rumah, jaga jarak, jauhi kerumunan. Sepertinya bertolak belakang ya? Tetapi sebenarnya TIDAK, karena yang menjadi intinya adalah berikan hatimu untuk mencintai. Di masa pandemi ini, kita bisa melangkah keluar dengan berselancar lewat jalan online, daring. Kita menjumpai orang banyak melalui jejaring internet. Kemajuan teknologi komunikasi ini menjadi sarana untuk blusukan menjumpai orang banyak dalam berbagai permasalahannya. Lewat sarana itulah kita memberikan hati untuk mencintai sesama.

Memberikan hati untuk mencintai direalisasikan dengan mengulurkan tangan untuk melayani. Oleh karena itu, Yesus meminta para murid-Nya, “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.” Para murid dan kita termasuk di dalamnya bukan dokter, tetapi diutus menyembuhkan; bukan Tuhan, tetapi disuruh membangkitkan orang mati; bukan tabib, tetapi diminta untuk mentahirkan; bukan eksorsis, tetapi didesak mengusir setan. Tentu saja menyembuhkan, membangkitkan, mentahirkan, dan mengusir setan berarti melayani orang lain sesuai kebutuhan mereka. Perutusan itu berarti juga hadir sebagai sahabat yang siap mendengarkan, mendukung, memotivasi, mengobarkan semangat hidup yang sedang layu. Mengulurkan tangan untuk melayani bisa diwujudkan dengan gerakan 2D2K, yaitu Doa-Derma-Kurban-Kesaksian.

Misi kita hari ini adalah memberikan hati untuk mencintai dan mengulurkan tangan untuk melayani. Mulai dari lingkaran terkecil kita keluarga, dan merambah-meluas ke lingkaran yang lebih luas tetangga, teman sekerja, dan masyarakat luas. Moga-moga di masa adven ini, hidup kita berkembang menjadi berkat bagi semakin banyak orang. Amin***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s