Balikkan Arah Bersiap Sambut Kedatangan Mesias

Renungan Harian Misioner
Minggu Adven II, 06 Desember 2020

Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8

Nama seorang Yahudi lazim dikaitkan dengan nama ayah atau kampung asalnya. Identitas berkaitan dengan genealogi dan geografi. Tidak demikian dengan Yohanes: namanya dikaitkan dengan misi. Namanya menegaskan pekerjaannya. Ia adalah Yohanes yang “membaptis orang” sebagai tanda pertobatan dan pengampunan dosa. Nomen est omen kata orang Latin: nama adalah pratanda. Nama memperlihatkan tugas dan misi yang diemban. Keduanya menyatu, tidak terpisah. Adven memanggil kita untuk menjadi sejati. Menghapus atau mengecilkan jarak antara nama “Kristen/Katolik” yang kita emban dengan penghayatan nama itu dalam hidup nyata.

Latar karya Yohanes juga sarat makna. Ia berkarya di “padang gurun”. Latar ini langsung membawa kita kepada dua peristiwa “perjalanan di gurun” dalam PL. Perjalanan Umat Allah setelah mengalami dua perbudakan: di Mesir dan Babilonia. Setelah Keluaran dari Mesir mereka berjalan di gurun. Selama 40 puluh tahun mereka dibina menjadi Umat TUHAN: hanya mengandalkan Dia dalam kondisi apapun juga. Empat puluh tahun mereka juga dibina menjadi bangsa yang serasa dan sepenanggungan. Mereka berjalan bersama, merasakan lapar, haus, dan kepanasan bersama. Bahkan menu makan mereka pun sama. Jadi, gurun adalah sekolah beriman dan berbela-rasa. Itulah pesan yang tetap relevan: Adven adalah masa mempertebal iman dan meningkatkan solidaritas.

Gurun adalah juga tempat-antara: antara Mesir dan Tanah Perjanjian, antara Babel dan Kanaan. Maka, gurun juga menjadi perjalanan rohani dari perbudakan kepada kemerdekaan. Setelah dibuang ke Babel, mereka akhirnya dibebaskan dan kembali lagi ke Tanah Perjanjian, melalui padang gurun Arab. Ironisnya, saat Yohanes berkarya, Tanah Perjanjian sudah menjadi tanah perbudakan yang baru. Mereka dijajah Roma, mereka juga dijajah oleh dosa, baik individual maupun struktural. Yohanes mengajak mereka untuk ber-metanoia: membalikkan pola-pikir dan mengubah arah-langkah. Itu disimbolkan dengan pembabtisan. Mereka terbenam dalam air sungai Yordan yang mengalir deras: mereka “mati” terhadap masa-lampau yang keliru, pola pikir yang kacau dan tingkah-laku yang membuat malu. Hanya dengan itu, mereka akan diampuni Allah, dan siap menyambut Mesias yang segera datang. Itu pesan Adven yang mengena bagi Saya dan Anda juga!

Pakaian dan menu-makan Yohanes pun menjadi berita. Jubah bulu unta menampilkan dirinya sebagai nabi Elia, yang datang kembali untuk mempersiapkan umat Allah menyambut Sang Mesias. Makanan belalang dan madu hutan memperlihatkan gaya hidup yang keras, cocok dengan tuntutan pewartaannya yang radikal. Hidup di gurun, berarti juga Yohanes tidak minum anggur. Ia hidup sebagai seorang nazir, yang mempersembahkan hidupnya hanya untuk TUHAN. Ia juga kiranya tidak makan daging, layaknya hidup seorang saleh. Sekali lagi diperlihatkan integritas diri dan pewartaannya. Ia mewartakan apa yang ia jalankan. Menyambut kedatangan sang Mesias, tidak cukup hanya kata dan upacara. Selain kesiapan hati dan budi, perlu juga hidup saleh, ugah-hari dan tahan-diri, hidup yang memperlihatkan hakikat kita sebagai peziarah di dunia yang fana ini.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s