Cermati Karunia-Karunia Allah yang Menggembirakan

Renungan Harian Misioner
Senin Adven II, 07 Desember 2020
P. S. Ambrosius

Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26

Hari ini kita secara khusus menghormati St. Ambrosius, satu dari sekian banyak pemersatu umat di Italia, pada umumnya, dan Milano pada khususnya. Pujangga Gereja ini berasal dari abad 4, zaman awal, sesudah para murid Kristus, diperbolehkan hidup dengan bebas di negara Romawi. Ambrosius memberi perhatian khusus bagus umat miskin. Ambrosius dipanggil Tuhan pada Pesta Jumat Suci 4 April 397. Salah satu muridnya adalah St. Agustinus, dari Hippo.

BACAAN 1 – Yes 35:1-10: Seraya membayangkan padang luas di Palestina, kita dapat mendengarkan pesan Yesaya mengenai ‘sorak sorai’, maupun menikmati ‘keindahan bunga-bunga’. Dalam kutipan ini kita diajak merasakan, bahwa tugas pewartaan Yesaya, bukanlah untuk menatapkan mata pada kekeringan dan kepanasan cuaca, melainkan mencermati ‘karunia-karunia Allah yang menggembirakan’, sehingga ia dapat mewartakan Kabar Gembira.

Atas dasar itu, Yesaya mengajak umat memalingkan diri dari kelesuan dan kegoyahan kaki dalam ‘bekerja bagi Allah’, melainkan ‘menikmati segi indahnya’. Dengan demikian, para utusan Allah diundang untuk melepaskan diri dari hati yang tawar, dan menguatkan hati karena Allah pasti meneguhkan utusan-utusan-Nya. Oleh sebab itu, seluruh alam semesta malah akan bersorak-sorai, demi menyambut kemurahan hati Allah. Gambarnya: ‘yang kering akan menjadi kolam, yang gersang akan menjadi subur karena kasih Allah’. Binatang buas akan menyingkir, semak yang rimbun akan menjadi taman molek. Orang-orang yang hidup merana akan menjadi penuh sukacita. Umat Allah akan dibebaskan untuk kembali pulang. Ringkasnya: hidup utusan Allah menjadi indah.

BACAAN INJIL – Lukas 5:17-26: Lukisan indah dalam kisah Perjanjian Lama, disempurnakan Tuhan Yesus dengan menyembuhkan orang sakit. Artinya, perbaikan fisik adalah suatu tanda, bahwa Allah berkenan memulihkan kondisi umat-Nya, dari sakit menjadi sehat. Lebih jauh lagi, umat Allah menjadi semakin bersetiakawan satu sama lain: sampai mengatasi kesulitan teknis untuk mengantarkan orang sakit ke hadapan Tuhan Yesus, dengan membongkar langit-langit. Betapa tepat kutipan ini melukiskan Ambrosius, yang banyak sekali menolong orang kecil, sakit dan merana. Tindakan kesetiakawanan itu sangat dihargai Tuhan, sehingga Ia tidak hanya berkenan menyembuhkan sakit fisik, tetapi malah juga ‘mengobati jiwa: dengan mengampuni dosanya’.

Sayang, bahwa banyak lawan Yesus, yang tidak memandang kehendak baik Guru Nasaret, tetapi malah mencari-cari kesalahannya. Penyembuhan Yesus tidak dipandangnya sebagai karunia Bapa; malah dianggap penghujatan. Justru karena itulah, Yesus menunjukkan relasi mesra-Nya dengan Bapa, sehingga memadukan penyembuhan fisik dengan penyembuhan kejiwaan. Berkat kejadian itu, umat banyak semakin mengagumi Yesus, dari Nasaret itu. Semakin banyaklah orang mengimani Allah Bapa dalam Sang Putera.

Refleksi kita: selayaknya kita mohon untuk semakin berterima kasih atas kebaikan Tuhan kepada para murid-Nya dan untuk semakin beriman kepada Guru dari Nasaret ini. Kita menyambut Kabar Gembira lahir dan batin, yang dilakukan Tuhan. Santo Ambrosius, doakanlah kami.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s