Sang Perawan yang Senantiasa Mengarahkan Hati Pada Allah

Renungan Harian Misioner
Selasa Adven II, 08 Desember 2020
HARI SP MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Kej. 3:9-15,20; Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4; Ef. 1:3-6,11-12; Luk. 1:26-38

Pada hari ini, banyak sekali yang secara khusus merayakan Pesta. Ada Tarekat-tarekat yang merayakan Pesta Tarekat, Peringatan Kaul, Pesta Tahbisan dan Pelindung. Kita berdoa khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda kita, yang dikandung tanpa noda dosa asal. Secara istimewa kita kenangkan St. Bernadette Soubirous, yang pada pertengahan Abad 19 dikunjungi oleh Bunda, dengan kabar, bahwa Ia terkandung tanpa noda dosa. Bahwa Bernadette dikunjungi Maria, seperti Perawan Tersuci ini dikunjungi malaikat menjelang mengandung Sang Putera: hanyalah karena karunia Allah dan bukan disebabkan oleh kehebatannya. Bernadette termasuk murid terbodoh di kelasnya dan waktu itu, di desanya belum ada kabar mengenai misteri Maria ini. Oleh sebab itu, pastor parokinya juga tidak mengertinya dan tidak mempercayai ‘anak bodoh’ itu. ‘Rahmat Tuhan sertanya’.

BACAAN I – Kejadian 3:9-15.20: Bacaan ini memperlihatkan ketakutan manusia pertama ketika dipanggil Tuhan, sebab mereka telah melanggar perintah Allah. Mereka berdua saling mempersalahkan, namun bagaimana pun juga mereka bersama berdosa. Mereka dihukum. Keluar dari Taman Firdaus. Meskipun demikian, Allah berbelas kasih. Ia menjanjikan datangnya seorang ‘Perempuan’, yang ‘keturunannya’ akan menghancurkan penyebab pelanggaran dasar terhadap Allah, yakni ‘dosa’ itu. Para ahli memahami hal itu sebagai ‘kemurahan hati Allah, bahwa langsung sesudah dosa manusia itu, Allah menjanjikan pemulihan’. Betapa Allah penuh belas kasih kepada para pendosa. Demikianlah, seberapa pun besarnya dosa manusia, Allah siap untuk mengampuni, sebab belaskasihNya tanpa batas. Syukurilah.

BACAAN II – Efesus 1:3-6.11-12: Perikop ini mengajak umat untuk mensyukuri belas kasih Allah, yang dikaruniakan dengan pengantaraan Sang Putera: agar manusia dikuduskan kembali sesudah berdosa. Dari surat Paulus ini menjadi jelas, bahwa manusia memperoleh pengudusannya bukan karena ‘tindakan sucinya’, melainkan karena rahmat Allah belaka. Rahmat Allah itu dianugerahkan kepada manusia, berkat pengantaraan Yesus Kristus, demi kemuliaan Allah. Betapa kita semua harus mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus, karena Ia menjadi pengantara pengudusan kita semua.

BACAAN INJIL – Lukas 1:26-38: Dari perikop ini, sebenarnya nampaknya Maria sudah siap menjalani proses kehidupan sosial biasa, yang terhormat, karena sudah dipertunangkan dengan Yusuf, dari Keluarga Daud. Namun, Perawan Maria, yang mengarahkan hati kepada Allah senantiasa itu, juga siap menerima ‘tindakan Allah’, yang melampaui perhitungan manusia. Jawaban ‘ya’ yang disampaikan oleh Maria, adalah ungkapan keterbukaannya kepada sapaan Allah, yang mengatasi segala perhitungan manusia mana pun. Perawan Maria mengakui keagungan Allah, Kehendak Allah, dan menyerahkan Dirinya, ‘untuk diikutsertakan Allah memulihkan relasi Allah dengan manusia’. Dengan demikian, mulailah ‘sejarah Maria yang baru’ serta ‘sejarah manusia yang baru’. Caranya: Maria mau menjalankan Kehendak Allah, demi persatuannya dengan Sang Putera, berkat Kuasa Roh Kudus, demi keselamatan seluruh umat manusia.

Refleksi kita: Allah memilih siapa pun yang dikehendaki-Nya untuk mengambil bagian dalam Karya-Nya. Dia melimpahkan Rahmat-Nya tanpa dapat diperhitungkan manusia mana pun. “Bunda Maria, doakanlah kami”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s