Menimba Sukacita dalam Perintah Tuhan

Renungan Harian Misioner
Jumat Adven II, 11 Desember 2020
P. S. Damasus I

Yes. 48:17-19; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mat. 11:16-19

Misi: Membagikan kebahagiaan Allah kepada sesama yang memiliki keputusan serta pilihan yang benar di hadapan Tuhan.

Para sahabat Misioner yang terkasih dalam Kristus,

Pada minggu ketiga Masa Adven, Bunda Gereja mengajak kita untuk semakin mengenal Tuhan seraya menentukan sikap dan pilihan iman.

Pada bacaan pertama, Nabi Yesaya memperkenalkan kepada bangsa Israel siapa Allah itu dan apa permintaan-Nya bagi bangsa Israel agar memeroleh kebahagiaan. Yesaya menegaskan bahwa Allah Yang Mahakudus adalah Pengajar Kebenaran, Penuntun pada jalan Kehidupan, yang mengalirkan damai sejahtera dan kebahagiaan. Allah akan memberi segala yang baik kepada mereka yang setia. Maka tanggung jawab serta kewajiban iman bangsa Israel adalah memerhatikan perintah Allah dan setia mengikuti kehendak-Nya.

Sementara Yesus – melalui Injil Matius hari ini – mengritik kaum Farisi dan Ahli Taurat yang sedang dalam kebingungan, hilang kepastian dan tidak mampu menentukan sikap di tengah kepanikan karena kehadiran Yohanes Pembaptis dan Yesus yang sungguh menggoncang zona nyaman mereka. Pada masa sebelumnya kaum Farisi serta para ahli Taurat begitu leluasa menentukan keputusan dan menilai pola hidup orang lain sebagai yang salah dan dengan begitu gampang membenarkan diri.

Saudara-saudari misioner yang terkasih,

Ajakan Yesaya pada umat Israel juga membuka wawasan serta menambah pengetahuan dan kualitas iman kita bahwa setiap kita yang ingin mengalami sukacita sejati, kebahagiaan yang otentik harus sungguh mengenal Allah yang kita imani, masuk dalam kehendak-Nya serta dengan setia menaati perintah-perintah-Nya yang menjadi kekuatan serta harta iman kita. Pengetahuan serta kualitas iman kita diukur dari kesetiaan kita dalam pelaksanaan perintah dan kehendak Allah.

Namun dalam kenyataan sosio-religius, ada kelompok yang hadir dengan pilihan sendiri, mau berada di luar pembaruan karena terjebak dalam kepentingan diri sendiri, sekaligus mengandalkan segala kemampuan pengetahuan serta hikmat manusiawi. Dengan demikian setiap perubahan bahkan perbaikan selalu dipandang sebagai ancaman atas zona nyaman mereka. Generasi semacam ini hadir di zaman Yohanes Pembaptis dan Yesus yakni kaum Farisi serta para ahli Taurat, sementara di masa kita sekarang hadir kelompok oportunis dan kelompok indifferent yang selalu tidak peduli pada gerakan perbaikan serta perubahan yang terjadi.

Maka panggilan, tanggung jawab juga gerakan misi kemuridan kita yakni:
• Terus memperkenalkan Allah sebagai Pengajar kebenaran serta Penuntun pada Jalan kehidupan sejati, yang menyediakan damai sejahtera, kebahagiaan dan keselamatan. Tujuan misi kita adalah agar semakin banyak orang mengenal, mencintai serta melayani Allah dalam diri sesama yang dijumpai; dan senantiasa memuji dan menyembah Allah.

• Berjalan bersama serta menemani sesama kita – yang karena: berbagai keterbatasan dan kekurangan, tidak beruntung dan tersingkirkan dalam berbagai persaingan sosial – agar mereka semakin mengenal Allah, serta mau bersandar pada Allah, mengikuti Jalan yang ditentukan Allah, agar mereka beroleh kebahagiaan serta sukacita.

• Sementara berhadapan dengan mereka yang selalu mengandalkan hikmat mereka, tidak peduli pada perubahan serta kebaikan yang dihadirkan Allah melalui misi Gereja-Nya, kita diminta untuk memberi kesaksian iman melalui aksi misi yakni terus menggiatkan pewartaan serta karya-karya kasih yang membawa kebahagiaan dan sukacita bagi sesama yang sangat membutuhkan.

Agar kita mampu membawa pembaruan dan menghantar sesama pada suatu kepastian untuk menentukan pilihan yang bertolak pada iman, maka kita hendaknya mendengarkan perintah Allah, menghayati dan melaksanakannya dengan tekun. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s