Hidup untuk Pekerjaan yang Bermartabat

Renungan Harian Misioner
Selasa, 15 Desember 2020
P. S. Kristiana

Zef. 3:1-2,9-13; Mzm. 34:2-3,6-7,17-18,19,23; Mat. 21:28-32

Kebun anggur, pokok anggur, buah anggur, minum anggur sering kali dipakai oleh Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya untuk menyampaikan pesan-pesan yang mendidik. Mengapa demikian? Pertama-tama dan terutama, budidaya anggur dan peradaban minum anggur merupakan bagian utuh dari hidup sehari-hari masyarakat di Timur Tengah. Peradaban ini memiliki sejarah yang sangat panjang.

Dalam Perjanjian Lama sudah sering disebut-sebut soal kebun anggur, kebiasaan minum anggur, anggur yang manis dan anggur yang asam, juga pekerja-pekerja kebun anggur. Dalam “Nyanyian tentang Kebun Anggur” (Yesaya 5:1-7), misalnya, kita mendapat ilustrasi yang cukup komplet tentang budidaya anggur ini. “Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya,” kata Yesaya dalam ay. 7. Atau, dalam kitab Amos ditulis: “Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya […]” (9:14).

Intinya, ‘peradaban perangguran’ merupakan sebuah capaian budaya yang sudah maju pada zaman Tuhan Yesus, suatu unsur yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Itu artinya, dengan mudah pula Tuhan Yesus bisa menjadikan peradaban ini sebagai kerangka untuk menyampaikan pesan-pesan mesianis-Nya. Dalam arti ini pula kita bisa menyebut bahwa Tuhan Yesus memberikan kita contoh bagaimana melakukan katekese yang kontekstual.

Dalam Injil Matius hari ini, kita mendengar Tuhan Yesus yang menjadikan kebun anggur sebagai bingkai pengajaran-Nya. Dalam perumpamaan-Nya, dikisahkan, ada dua orang kakak beradik. Ayah mereka meminta yang sulung untuk pergi bekerja ke kebun anggur. Semula dia mengiyakan permintaan ayahnya, namun tidak pergi. Sementara itu, ayah menyampaikan permintaan yang sama kepada adiknya. Permintaan itu pada awalnya dijawab dengan ‘tidak’, namun kemudian dia toh pergi bekerja, setelah menyesal karena merasa bersalah.

Para pendengar perumpamaan ini memang bukan orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang terkemuka dalam masyarakat Yahudi, yakni para imam kepala dan para penatua bangsa (lih. Mat. 21:23). Dalam perumpamaan ini, mereka mewakili anak sulung, yang tidak melakukan tugas-tugas yang dipercayakan oleh Sang Empunya kebun anggur. Sementara masyarakat yang diremehkan karena profesi mereka yang ‘tidak terhormat’, seperti para pemungut cukai dan perempuan sundal (ay. 31) mewakili anak yang kedua. Mereka ini pada kenyataannya kedapatan melakukan hal-hal yang dikehendaki Tuhan.

Pesan pengajaran ini sangat jelas. Simpulannya ada pada ay. 31-32. Mereka yang diremehkan dalam masyarakat inilah yang justru menanggapi sabda Tuhan dan percaya. Mereka mengubah cara hidupnya dan memperoleh keselamatan. Sementara itu kelompok yang terhormat itu tetap berkeras hati dan tidak percaya.
Lalu, apa pesan Injil ini untuk kita dewasa ini? Pertama, Tuhan menghendaki kita ambil bagian dalam menata-ulang masyarakat, di mana kita tinggal. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab iman kita. Kedua, dibutuhkan ketulusan dari pihak kita untuk partisipasi dalam menata-ulang ‘kebun anggur’ Tuhan ini, supaya menjadi masyarakat yang diwarnai kesalehan, yang anggota-anggotanya tekun beribadah, yang punya bibir yang bersih (bukan penipu, bukan penyebar berita-berita bohong), yang rendah hati dan takwa kepada Allah (lih Zef. 3:9-13).

Marilah kita mohon, semoga partisipasi kita dalam menata-ulang masyarakat kita diberkati oleh Tuhan sendiri. Kita merindukan lingkungan hidup sosial yang rukun dengan sesama manusia yang jujur dan saleh.

(RP. Raymundus Sudhiarsa, SVD – Bekerja di Seminari Tinggi SVD Surya Wacana, Malang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s