Kedatangan ALLAH Membebaskan Umat-Nya

Renungan Harian Misioner
Kamis, 24 Desember 2020
P. Adam dan Hawa

2Sam. 7:1-5,8b-12,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Luk. 1:67-79

“Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kau jalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi” [2 Sam.7:9].

“Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya” [2 Sam.7:16].

Demikianlah firman Tuhan kepada bangsa terpilih. Daud dan keturunannya.

Bacaan 2 Samuel hari ini, menulis tentang janji Tuhan akan kedatangan Mesias. Sudah berabad-abad lamanya orang Yahudi menantikan kedatangan Mesias, dari keturunan Raja Daud. Penantian panjang ini akan segera terpenuhi. Meski datang dari keturunan raja Daud, Mesias bukanlah seorang raja yang berkuasa. Orang akan mengenal Dia sebagai rakyat biasa yang sederhana dan rendah hati, namun dapat memberikan rasa aman dan damai bagi mereka.

Dalam Injil hari ini, Zakharia adalah seorang ayah yang taat kepada Allah dan mengasihi keluarganya. Ketika Yohanes lahir, sembuhlah Zakharia dari kebisuannya dan begitu dapat berbicara kembali ia pun melambungkan madah syukur atas kelahiran anaknya, yang akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi, yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan, Sang Mesias, Putera Allah.

Yohanes datang terlebih dahulu untuk memberikan pemahaman akan keselamatan, dan pengampunan dosa yang akan mereka peroleh melalui kedatangan Yesus Kristus. Mereka dipersiapkan untuk menyongsong Sang Surya, Sang Penyelamat dunia.

Zaman now, kita juga dipanggil Tuhan untuk mempersiapkan jalan kepada setiap orang. Banyak orang yang perlu dituntun agar mereka mengenal jalan Tuhan. Banyak orang yang membutuhkan keselamatan, pengampunan dosa, rahmat dan belas kasih Allah. Banyak orang yang membutuhkan Sang Surya, yang akan membebaskan mereka dari kegelapan maut agar mereka berbalik mengarahkan kaki ke jalan yang penuh damai sejahtera. Mohonlah agar Yesus Kristus, Sang Raja Damai, sungguh datang dan tinggal di tengah-tengah kita.

Saat ini, di tengah pandemi Covid 19, dunia merindukan rasa aman, damai sejahtera yang sungguh dinantikan warga dunia, dalam masyarakat kita, dalam keluarga-keluarga kita dan dalam diri kita sendiri.

Di hari terakhir masa Adven ini sudah semakin nyata perbuatan kasih Allah. Kehadiran-Nya dalam diri Yesus Raja Damai, menjadi jawaban kerinduan umat manusia akan keselamatan dan kebahagiaan. Marilah kita songsong kedatangan-Nya dengan hati yang suci dan penuh sukacita.

Oleh belas kasih Allah, kita bersyukur di masa pandemi ini Gereja memberi sarana Ibadat Tobat dan Absolusi Umum. Umat Tuhan beroleh kasih pengampunan, dilepaskan dari dosa-dosa yang disesali, maka selayaknya kita bersyukur, dapat beralih dari kegelapan menuju terang. Memasuki hidup yang baru, mampu menjadi sinar terang bagi mereka yang masih dalam kegelapan. Menjadi penunjuk jalan dan penolong bagi mereka yang tersesat dan dalam kesulitan.

Malam ini kita akan merayakan kedatangan Yesus Juru Selamat dunia, Sang Pembawa Damai sejati, Putera Allah yang lahir dalam palungan, dalam kesederhanaan namun terang-Nya mampu menyapu gelapnya dunia, memberi kehangatan serta membasuh hati yang terluka.

Nyanyikanlah kidung pujian bagi Dia, Sang Raja Damai, Sang Terang Dunia.

Alleluia… Alleluia…

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s