Natal di Masa Pandemi Menantang Kita untuk Lebih Kreatif Bermisi

Renungan Harian Misioner
Jumat, 25 Desember 2020
HARI RAYA NATAL

Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20

Natal merupakan perayaan yang membawa kegembiraan, kebahagiaan dan sukacita. Peristiwa kelahiran merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh keluarga. Dengan adanya kelahiran, maka sebuah keluarga menerima anugerah besar dari Allah. Kelahiran Yesus yang sudah dinubuatkan oleh para nabi, ditegaskan oleh Yesaya: “Sesungguhnya, keselamatanmu datang” (Yes. 6:12). Warta penting inilah yang mengisi hati semua orang beriman setelah melewati masa Adven. Bangsa Israel memiliki sejarah perjuangan panjang untuk sampai pada kepenuhan janji Allah akan datangnya Sang Mesias. Sejak mereka berada di Mesir, tanah pembuangan, mereka menginginkan pembebasan dari penindasan, dan itulah makna keselamatan bagi mereka.

Oleh karena kebaikan Allah dan kasih-Nya kepada manusia, Ia mengutus Putera-Nya Yesus Kristus untuk menolong dan menyelamatkan umat manusia. Itulah yang dijanjikan Allah dan digenapi melalui kelahiran Yesus, Allah menjadi manusia, namanya Imanuel, Allah beserta kita. St. Paulus memberikan penjelasan kepada Titus, bahwa kemurahan Allah, tellah nyata melalui Yesus Juruselamat kita. Dengan kasih-Nya yang begitu besar dan total Allah menyelamatkan manusia. Dengan lain kata: Allah telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik kita, tetapi karena rahmat-Nya melalui permandian sebagai kelahiran baru oleh Roh Kudus. Kita berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita yang terpenuhi melalui kelahiran Yesus.

Lalu, apa pesan Natal itu bagi kita? Apa misi kita, ketika kita merayakan Natal di masa Pandemi ini? Kisah Natal dalam Injil Lukas memberitahukan tentang para gembala yang pertama mendapatkan Kabar Gembira dari para malaikat. Lalu gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: ”Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” Melihat apa yang terjadi, menjadi langkah pertama para gembala. Memang kalau mau memberi kesaksian, kita diharapkan betul-betul memahami apa yang terjadi, dan terlebih maksud di balik peristiwa itu. Menyaksikan peristiwa kelahiran Yesus berarti memahami makna kasih Allah yang senantiasa menyertai kehidupan kita, yaitu agar kita tidak jatuh dalam dosa dan dihancurkan oleh maut, melainkan agar dengan penyertaan Yesus itu kita diarahkan kepada keselamatan, kepada kehidupan yang kekal.

Selanjutnya para gembala kembali ke tempat masing-masing sambil ”memuji dan memuliakan Allah”. Tentu bukan hanya sekedar dengan kata-kata, bahkan lagu-lagu dalam ibadat. Memuji dan memuliakan Allah bisa diwujudnyatakan dalam perbuatan-perbuatan baik kita semua, baik secara pribadi, maupun sebgai kelompok orang beriman yang tergabung dalam Gereja. Di masa pendemi ini, kita mendapati banyak orang terdampak dan menderita entah bidang kesehatannya, maupun sosial ekonominya.

Keluarga-keluarga bisa berderma. Kaum muda bisa menjadi relawan menolong penderita yang memerlukan. Anak-anak yang sangat tulus dalam menolong temannya yang menderita, dengan apa yang bisa mereka melakukan, “children helping children”, anak bantu anak. Anak-anak dapat membantu teman-temannya lewat doa, derma, dan perhatian, sehingga anak dapat menjadi sahabat bagi temannya. Justru pada masa pandemi ini Allah memanggil kita untuk bermisi secara kebih luas dan lebih banyak bidangnya. Pada perayaan Natal di masa pandemi ini, marilah kita manfaatkan kesempatan untuk semakin kreatif bermisi.

(Mgr. A. M. Sutrisnaatmaka MSF – Ketua Komisi Karya Misioner KWI)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s