Mataku Telah Melihat Keselamatan

Renungan Harian Misioner
Selasa, 29 Desember 2020
P. S. Thomas Becket

1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35

Kerinduan akan keselamatan, entah disadari atau tidak, merupakan kerinduan dari setiap jiwa. Namun demikian, tidak setiap orang mampu melihat dan menangkap karya-karya atau tindakan penyelamatan Allah dalam berbagai kejadian dan pengalaman hidupnya. Kehadiran Allah beserta berbagai karya atau tindakan penyelamatan-Nya dialami oleh orang-orang yang mengenal Allah, percaya kepada Allah, setia dan patuh kepada Allah. Bacaan Injil hari ini (Luk. 2:22-35) menampilkan Simeon, seorang pribadi yang senantiasa merindukan dan menantikan penghiburan bagi Israel dalam diri seorang Mesias. Simeon adalah seorang pribadi yang sungguh mengenal Allah, percaya pada janji-janji Allah dan hidupnya diabdikan untuk menyembah dan memuji Allah. Simeon menuruti dan patuh pada perintah-perintah Allah. Kepatuhannya pada perintah-perintah Allah merupakan tanda pengenalannya akan Allah. Rasul Yohanes menegaskan, “….inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1Yoh. 2:3). Tidak diragukan lagi kualitas pengenalan Simeon akan Allah dan kadar kepatuhannya pada perintah-perintah Allah. Itulah mengapa Simeon dikatakan sebagai “seorang yang benar dan saleh hidupnya” (Luk. 2:25). Simeon adalah seorang yang benar karena ia lurus hati, hidup selalu sesuai dengan kehendak Allah. Ia adalah seorang yang saleh karena ia selalu memperhatikan dan menaati segala perintah Allah.

Sebagai seorang yang benar dan saleh dalam seluruh hidup dan penantiannya akan datangnya penghiburan bagi Israel, Simeon memperoleh kesempatan istimewa untuk melihat dan menatang Sang Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ketika ia menyambut dan menatang kanak-kanak Yesus, Simeon mengalami kebahagiaan yang luar biasa. Ia memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadamu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel” (Luk. 2: 29-32). Mata Simeon telah melihat keselamatan yang terwujud dalam diri Yesus, sang bayi, sesuai dengan arti nama Yesus, “Yahwe menyelamatkan”. Setelah melihat keselamatan yang terwujud dalam diri Yesus, Simeon merasa kerinduan jiwanya akan keselamatan yang dari Allah telah terpenuhi sehingga ia ingin mati dan menerima kematiannya. Kebahagiaan yang dialaminya sebagai makhluk yang hidup di dunia ini tidak sebanding dengan kebahagiaan karena telah melihat keselamatan yang dari Allah dalam diri Yesus.

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari bacaan hari ini? Kita perlu belajar dari Simeon dalam menghayati hidup beriman kita. Sebagai manusia yang beriman, sebagaimana Simeon, kita tentu merindukan keselamatan meski kerinduan itu tidak selalu nampak dan terasa sebagaimana kerinduan akan seseorang atau sesuatu yang kita anggap membahagiakan kita. Namun, pada suatu titik tertentu dalam kehidupan kita dan di ujung kehidupan ini, kerinduan akan keselamatan akan terasa dalam jiwa kita. Kita pasrah kepada Tuhan karena pada saat-saat seperti itu, kita sadar hanya Tuhanlah yang menjadi sumber keselamatan kita dan hanya Yesuslah yang menjamin keselamatan kita. Kesadaran akan Allah sebagai sumber keselamatan dan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat mestinya mendorong kita untuk makin hari makin mengenal Allah dalam diri Yesus. Satu-satunya tanda bahwa kita mengenal Allah dalam diri Yesus adalah jikalau kita menuruti perintah-perintah Yesus. Rasul Yohanes mengingatkan kita: “Barangsiapa berkata ‘Aku mengenal Allah’ tetapi tidak menuruti perintah-perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta, dan tidak ada kebenaran di dalam dia. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu kasih Allah sungguh sudah sempurna; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Allah. Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Allah, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1Yoh. 3:4-6). Menuruti perintah-perintah Yesus, terutama perintah kasih berarti kita sedang berada dan berjalan dalam terang. Sebaliknya, jika kita membenci saudara kita, kita berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Jika kita berada dalam kegelapan, kita tidak tahu ke mana kita pergi karena kegelapan itu akan membutakan mata kita (1Yoh. 3:10-11). Dengan demikian, mata hati kita tidak mungkin melihat keselamatan yang datang dari Allah dalam diri Yesus, sebagai Sang Emanuel: Allah beserta kita.

Marilah kita senantiasa mohon bimbingan Roh Kudus agar kita makin hari makin mengenal Allah dalam diri Yesus dengan menuruti perintah-perintah-Nya, terutama perintah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Dengan cara hidup seperti ini, kita akan selalu berada dalam terang yang memampukan untuk melihat dan merasakan keselamatan yang dari Allah melalui berbagai situasi, peristiwa dan pengalaman hidup kita sehari-hari sehingga seperti Simeon, kita akan senantiasa berujar: “mataku telah melihat keselamatan yang datang dari Allah”.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s