Mari Lihatlah, Sang Terang!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 03 Januari 2021
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (Epifani)

Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12

Dahulu Allah menampakkan diri-Nya dalam wujud seorang Bayi yang tampak tak berdaya. Kelahiran Sang Raja baru ini sempat menggemparkan seisi negeri. Pasalnya berita kelahiran dibawa oleh orang-orang asing – bukan Yahudi (para majus, cerdik-pandai, ahli-bintang). Lagipula Ia akan lahir di pinggiran, Betlehem. Orang-orang Yahudi yang dalam tradisi mereka telah bersiap diri akan kedatangan Mesias – Raja Yahudi yang sejati, malahan tak pergi menemui Bayi Yesus. Bagi mereka, Dia bukan Mesias yang mereka nantikan. Bagaimana mungkin berita kelahiran Raja orang Yahudi datang dari kaum non Yahudi, di luar kalangan mereka? Apalagi Raja ini lahir di pinggiran, seperti sebuah lelucon saja! Merasa ekslusif, mementingkan derajat dan gengsi dari dulu hingga kini memang sering jadi takaran manusia dalam memandang dan menilai. Padahal itu pula yang membuat mereka sesat dalam kegelapan.

Beda halnya dengan para majus yang bahkan tak mengerti konsep Mesias. Tak ada skema yang terpancang dalam kepala mereka. Hati mereka terbuka lebar pada tuntunan Allah melalui bintang. Sederhana saja. Ya, menemukan Tuhan sering kali tak butuh kerumitan pola pikir dan aturan yang diciptakan sendiri oleh manusia. Bukankah Tuhan telah berulang kali mengingatkan kita baik lewat sejarah, perumpamaan maupun kata-kata bahwa Ia adalah Allah bagi semua orang? Tak peduli derajat, kasta, perbuatan dan prestasi, bahkan kesucian seseorang? Tak ada eksklusivitas dalam diri-Nya. Ia siap ditemukan oleh siapa saja, yang mencari-Nya dengan tulus, seperti para Majus. Itulah berita gembira yang diwartakan penginjil Matius di hari raya Epifani ini.

Epifani, Penampakan Tuhan dahulu disebut Pesta Tiga Raja, mengenangkan para Majus yang berziarah ke Yerusalem untuk mencari dan menemukan Yesus. Mereka adalah teladan kita para peziarah yang masih mengembara di dunia dan berada dalam pencarian akan Tuhan. Di mana Tuhan? Pertanyaan abadi yang terus bergaung seakan tak memiliki jawab. Namun Epifani, mengingatkan kita semua, bahwa jika dulu Tuhan berkenan ditemukan dan menampakkan diri-Nya, sekarang dan nanti pun akan sama. Mereka yang mencari-Nya pasti akan menemukan-Nya. Ikuti saja Bintang itu. Ia takkan menyesatkan Saya atau pun Anda. Sinarnya akan menerangi jalan-jalan yang gelap, yang pada akhirnya akan menghantar kita menemukan Sang Terang sejati.

Yesus adalah terang yang datang ke dunia yang gelap. Namun, janganlah konsep terang yang salah menyilaukan kejernihan iman kita. Mencari terang bukan berarti kemudian kita pantas mengutuki kegelapan. Mendambakan terang bukan berarti kita lantas membenci kegelapan dan segala hal yang disentuhnya. Kegelapan akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan kisah hidup manusia. Momen-momen kegelapan mengajarkan kita untuk menghargai keberadaan terang. Peristiwa kegelapan membuat kita mengerti makna sejati terang. Dan bertolak dari itu, kita dipanggil untuk bukan sekadar bersukacita karena telah menemukan Sang Terang itu. Kita seharusnya membuka hati lebar-lebar agar setiap orang dapat masuk menemukan Terang yang sama itu dan bersukacita bersama.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

One thought on “Mari Lihatlah, Sang Terang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s