Bertobatlah, Sebab Kerajaan Sorga Sudah Dekat!

Renungan Harian Misioner
Senin, 04 Januari 2021
P. B. Elisabeth Bayley Anna Seton

1Yoh. 3:22 – 4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25

Penyelenggaraan Ilahi keselamatan umat manusia digambarkan dengan indah seiring dengan berakhirnya tugas Yohanes mempersiapkan jalan untuk Tuhan. Penangkapan Yohanes, berarti masuknya Yesus ke dalam kehidupan manusia yang akan diselamatkan-Nya. Yesus mulai dengan menyingkir ke Galilea, meninggalkan orang-orang Nasaret yang telah menolak Dia. Dia memilih diam di Kapernaum, di muara Sungai Yordan, perbatasan antara tanah Zebulon dan Naftali, di mana tinggal banyak orang yang belum percaya dan belum memiliki Kristus. Mereka berada dalam ‘gelap’, dan berada dalam kegelapan dosa berarti tinggal dalam naungan maut (Rm. 6:23a). Anugerah terbesar adalah ketika Yesus datang di antara mereka, sebagai terang yang membantu menemukan dan mengarahkan mereka kembali ke jalan yang benar. Yesus adalah Terang yang besar, yang dijanjikan kepada Israel; dan melalui bangsa Israel, semua manusia diajak untuk beralih dari kegelapan kepada terang. Keselamatan dimaksudkan untuk segala bangsa. Dengan kedatangan Kristus, orang harus mengalami terang Kerajaan Allah yang memberi hidup, penuh anugerah dan kemuliaan (Luk. 4:29; Rm. 6:23a)

Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat. Dengan kerendahan hati-Nya yang datang karena belas kasih, Dia sendiri mencari dan menyelamatkan semua orang. Firman-Nya melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, menyembuhkan dari kerasukan, sakit ayan dan lumpuh. Jika kita mau datang kepada-Nya sebagai anak-anak Allah sebab apa saja yang kita minta, akan kita peroleh dari pada-Nya kalau kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Perintah-Nya adalah: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus dan kita saling mengasihi. Kita percaya pada ajaran-Nya, karena Roh Tuhan Allah ada dalam diri-Nya dan telah mengurapi Dia; pengurapan-Nya itulah yang mengajar tentang segala sesuatu yang benar. Dengan menuruti segala perintah-Nya, maka kita akan diam di dalam Allah dan Allah diam di dalam kita sebagai Roh yang telah dikaruniakan-Nya. Jangan asal percaya akan setiap roh, melainkan ujilah apakah roh-roh itu berasal dari Allah supaya kita tidak menjadi nabi-nabi palsu yang hanya berbicara tentang hal-hal duniawi. Di dalam Roh Allah yang benar, kita mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, dan kita menceritakan ketetapan-ketetapan-Nya, beribadah kepada-Nya dan mencium kaki-Nya dengan takut dan gemetar (Yes. 61:1; 1Yoh. 2:27).

Seruan pertobatan yang tadinya diwartakan oleh Yohanes Pembaptis dan diberitakan oleh Yesus dalam khotbah-khotbah-Nya itulah yang mula-mula harus kita kumandangkan sebab pertobatan adalah intisari dari Kabar Baik, Injil dan pintu masuk ke dalam Kerajaan Terang. Pengajaran pertobatan adalah perngajaran Injil yang benar, dan cara hidup di dalam Kerajaan dapat dilihat dari penampilan pribadi, hidup serta perkataan Yesus. Sebagai anak Allah kita tidak perlu mencari ungkapan-ungkapan baru, intisari Injil di mana-mana tetap sama, malaikat dari sorga pun tidak berani memberitakan Injil yang berbeda (Mat. 3:2; Gal. 1:8).

Paus Fransiskus dalam salah satu ajarannya: “Dalam masa-masa gelap, saat-saat dosa, Tuhan menanti kita dan siap mengubah kita. Dia akan membuat kita mengerti bahwa kita terbatas, bahwa kita adalah orang berdosa yang membutuhkan belas kasihan dan penyelamatan-Nya.” Karena itu tepatlah kita mengawali tahun 2021 ini dengan mohon kepada Allah untuk mengoreksi dan menyatakan kepada kita hal-hal apa yang harus kita perbaiki sebelum kita menerima pelayanan dan tanggung jawab di tahun yang baru. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s