KESEMPATAN BERBUAT BAIK

Renungan Harian Misioner
Selasa, 05 Januari 2021
P. S. Simeon Stylites Tua

1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44

Yang dimaksudkan “berbuat baik” di sini adalah melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama, entah mereka itu kita kenal entah tidak, entah mereka itu saudara kita entah orang asing. Dalam iman Kristiani, perbuatan baik itu melampaui sekat-sekat sosial, kepercayaan, dan kepentingan ciptaan manusia. Perbuatan baik itu bersifat “serba merangkul”, universal.

Bacaan-bacaan suci hari ini mengajak kita untuk memikirkan kembali perbuatan dan amal baik yang kita lakukan selama ini. Sudah pasti kita telah melakukan banyak kebaikan, sebagai bagian dari amalan iman kita. Akan tetapi, boleh jadi bahwa kita juga seringkali menghindari kesempatan-kesempatan untuk berbuat baik, padahal kita mempunyai kemampuan untuk itu. Itulah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan” (Mrk. 6:37). Dalam kenyataannya, memang bukan mereka yang memberi makan kepada orang banyak itu. Yang memberi makan adalah Tuhan sendiri, sedangkan para murid hanya membagi-bagikannya kepada orang banyak (Mrk. 6:35.41). Para murid hanya dilibatkan untuk berpartisipasi saja.

Intinya, para murid disadarkan oleh Tuhan Yesus bahwa mereka bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain, meskipun hanya mengambil bagian (kecil) saja. Akan tetapi, kata-kata “kamu harus memberi mereka makan” sudah pasti sangat mengagetkan para murid. Bagi kita, perikop ini merupakan sebuah katekese edukatif yang sangat bagus bagi murid-murid di dalam “sekolah Yesus”. Singkatnya, perbuatan baik itu sebuah kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, karena manusia memang diciptakan untuk menjadi sahabat dan saudara bagi sesamanya.

Pesan injil ini agaknya juga merupakan kritik terhadap pola-pikir dan perilaku kita sendiri. Kita sangat suka membatasi perbuatan-perbuatan baik hanya untuk kalangan “orang kita” saja. Mereka yang ada “di luar kita” atau yang “bukan kelompok kita” tidak pantas mendapatkan kebaikan kita. Masyarakat kita kelihatan telah diracuni oleh pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan negatif, sedemikian rupa sehingga perbuatan-perbuatan baik kita berlaku eksklusif, hanya terbatas pada “kelompok kita”. Mereka yang “di luar kita” bukan hanya dikecualikan tetapi juga disingkirkan. Bahkan, seringkali pula kita dengar dan saksikan sendiri, bagaimana orang menghujat Allah yang maharahim, karena memakai Nama-Nya untuk melakukan kejahatan terhadap sesama manusia yang dianggap “lain” itu. Sungguh menyedihkan! Masyarakat kita telah jauh dari sikap beriman yang sejati!

Lalu, apa dasar perbuatan baik kepada sesama manusia? Mengapa kita harus berpartisipasi dalam perbuatan-perbuatan baik dan kesalehan-kesalehan sosial itu? Mengapa kebaikan dan cinta kasih itu harus melampaui batas-batas etnis, geografis, kepercayaan, kelompok sosial, dan lain sebagainya? Iman Kristiani memberikan pendasarannya, yakni karena Allah adalah kasih. Mari kita kutip sebagian dari kata-kata Kitab Suci: “Setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1Yoh. 4:7-8). Dan, bacaan pertama hari ini menegaskan, “jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain” (1Yoh. 1:7). Sebaliknya, orang-orang yang tidak mengasihi sesungguhnya hidup dalam kegelapan, karena mereka membiarkan diri menjadi budak dari kuasa-kuasa kegelapan. Bukankah sejatinya “Allah adalah terang”? (1Yoh. 1:5).

Sahabat-sahabat beriman yang budiman, Tuhan memberikan kita juga kesepatan-kesempatan untuk berpartisipasi di dalam perbuatan-perbuatan baik-Nya. Mari kita sambut ajakan-Nya itu dengan sukacita.

(RP. Raymundus Sudhiarsa, SVD – Bekerja di Seminari Tinggi SVD Surya Wacana, Malang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s