Kasih dan Kesetiaan Meneguhkan Kita

Renungan Harian Misioner
Rabu, 06 Januari 2021
P. Kaspar, Melkior dan Balthasar

1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:2,10-11,2-13; Mrk. 6:45-52

Misi: Memberi diri untuk tinggal dan berada dalam Kasih dan Kesetiaan Tuhan, sebagai bentuk nyata iman dan kepercayaan kita.

Sahabat Misioner yang terkasih,
Sentuhan Sabda hari ini, yang diawali oleh pesan Surat Pertama Yohanes menegaskan bahwa bentuk nyata iman kita adalah tinggal dalam kasih Allah, karena Allah sungguh mengasihi kita tanpa syarat. Maka konsekuensi logis dari tinggal dalam kasih Allah adalah “saling mengasihi”. Dengan saling mengasihi kita akan semakin mengalami kasih Allah yang sempurna dalam diri kita.

Lebih dari itu, tinggal di dalam kasih Allah berarti mengakui dan percaya kepada Kristus yang adalah Utusan Allah, Putra Allah dan Juruselamat Kita. Rasul Yohanes mau menegaskan kepada kita bahwa kita tidak mungkin mengasihi Allah tanpa mempercayakan diri pada Kristus; dan tanpa mengasihi sesama,

Sementara Injil Markus hari ini menegaskan bahwa dalam setiap perjalanan hidup dan di tengah berbagai persoalan yang melanda, sikap iman para murid Kristus adalah percaya pada Kristus dan mengakui kasih dan kesetiaan-Nya bagi mereka.

Berhadapan dengan ketakutan dan kepanikan para murid-Nya akibat serangan gelombang dan badai, Yesus datang meneguhkan mereka dengan berkata: “Tenanglah!, Ini Aku. Jangan Takut”.

Saudara-saudari terkasih, setiap kita dipanggil untuk mengakui Kristus sebatas melalui tindakan iman yang nyata yakni memberi diri pada Allah, membiarkan Allah tinggal di dalam diri kita, menguasai kita dengan Kasih dan KesetiaanNya agar kita memperoleh keselamatan. Melalui Kristus Putra-Nya, Allah memutuskan untuk tinggal di dalam diri kita dan membiarkan kasih-Nya sempurna tanpa syarat berdiam di dalam diri kita.

Dengan demikian tanggung jawab iman kita adalah saling mengasihi. Alasan iman yang membuat kita terus mengasihi sesama adalah keterbukaan dan kesiapan kita untuk menemukan, berjumpa serta mengalami kehadiran Allah dalam diri setiap orang yang sedang ditimpa badai persoalan, kesusahan dan penderitaan.

Tidak sedikit orang yang sungguh membutuhkan tindakan kasih kita, karena: menderita kelaparan dan sakit, tidak memiliki tumpangan, tersingkirkan serta kurang mendapat kepedulian, dikucilkan serta dipandang remeh di dalam kehidupan bermaysrakat maupun menggereja; karena berada dalam ketakutan, kepanikan, kegelisahan, kejenuhan, hidup tanpa orientasi dan tanpa asa.

Berhadapan dengan beragam persoalan dan penderitaan sesama demikian, kita diminta untuk membawa pesan Kristus kepada mereka: “Tenanglah! Ini Aku, Jangan Takut”. Berpegang pada kata-kata Yesus ini, kehadiran kita harus membawa kekuatan, peneguhan dan keberanian dalam iman bagi yang dilanda beragam persoalan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus Tuhan,
Tindakan iman kita untuk saling mengasih, sering kali diterpa badai karena kerapuhan iman kepercayaan kita. Kita bagaikan para murid yang berada dalam kegelapan malam dan diterpa badai dalam perahu sementara kita tidak mengenal Tuhan ketika Dia datang untuk memberi pertolongan.

Ada beragam gelombang dan kenyataan malam gelap yang menjadi milik kita misalnya: egoisme, kesombongan, keserakahan, ketidakpedulian, dendam dan benci, iri dan cemburu, ketidakadilan dan ketidakjujuran, ketidaksabaran, kekerasan dan kekejaman, kepalsuan dan kebohongan, kegelisahan, kepanikan dan ketakutan. Semuanya akan menghalangi mata dan telinga kita sehingga kita tidak saling mengasihi karena kita tidak mau mengenal Tuhan dalam diri sesama. Namun di tengah ancaman setiap gelombang dan badai persoalan kita, marilah kita terus mendengarkan peneguhan dari Tuhan: “Tenanglah, Ini Aku. Jangan Takut”.

Marilah kita takjub dan percaya pada Kristus. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s