Pembaptisan: Momen Menjadi Anak-Anak Allah

Renungan Harian Misioner
Minggu, 10 Januari 2021
Pesta Pembaptisan Tuhan

Yes. 55:1-11; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; 1Yoh. 5:1-9; Mrk. 1:7-11

Injil Markus langsung dimulai ketika Yesus sudah dewasa, sekitar 30 tahun (bdk. Luk. 3:23), saat Ia dibaptis oleh Yohanes. Seperti biasa, Markus selalu berfokus pada jati-diri Yesus. Ceritanya ini juga lebih berfokus pada proklamasi tentang jati-diri Yesus daripada tentang Pembaptisan-Nya. Yohanes Pembaptis mewartakan jati-diri Yesus itu dalam nubuatnya tentang Mesias yang “akan datang”. Identitas Mesias ia wartakan kepada para pendengarnya dahulu dan kini sebagai “Dia yang lebih berkuasa”. Sedemikian besarnya kuasa Sang Mesias itu, sehingga Yohanes tidak layak, bahkan untuk menjadi hamba-Nya saja. Bukan hanya kalah derajat dan kuasa, dari segi karya-Nya pun Yohanes kalah jauh. Yohanes membaptis dengan air, Mesias akan membaptis dengan Roh Kudus. Air hanya membersihkan, tetapi Rohlah yang memberdayakan. Dalam Pembaptisan, kita tidak saja dibersihkan dari dosa dan kesalahan, tetapi juga dimampukan oleh Roh-Nya. Roh Kuduslah yang memampukan kita bertahan dalam pencobaan. Roh Kuduslah yang menyanggupkan kita berjuang melawan kejahatan.

Nubuat Yohanes langsung terpenuhi. Yesus “datang” dari Nasaret, kota tak terkenal, yang tidak sekalipun disebutkan dalam PL. Yesus menghadirkan Allah yang senantiasa datang melawati umat-Nya. Berbeda dengan Yohanes yang menunggu orang datang, Yesus justru mendatangi manusia. Ia akan terus berkeliling ke pelbagai desa dan kota untuk menghadirkan Kerajaan Allah, lewat kata dan tindakan-Nya. Misi Yesus berasal dari Allah sendiri, dan didasarkan pada relasi unik-Nya dengan Bapa. Itulah yang diperlihatkan dan diperdengarkan kepada Yesus sendiri dan kepada kita para pembaca Injil ini. Bapa memproklamasikan Yesus sebagai Anak kesayangan-Nya. Oleh karena itu, Ia diurapi Bapa dengan Roh Kudus, yaitu: daya-kuasa Allah sendiri. Sebagaimana di awal Kejadian semesta, “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air” (Kej. 1:2), demikianpun sekarang, Roh Allah turun ke atas Yesus yang mengawali “penciptaan baru”. Dengan itu, relasi dan kesatuan kasih antara Yesus dan Bapa amat ditekankan. Bapa juga berkenan kepada Anak, karena ketaatan-Nya. Relasi cinta dan ketaatan itu akan terbukti dalam seluruh misi dan pelayanan-Nya, sampai wafat dan kebangkitan-Nya.

Pembaptisan adalah saat Saya dan Anda diingatkan kembali akan status kita sebagai anak-anak Allah. Dalam iman kepada sang Anak, kita sudah diangkat menjadi anak-anak yang dikasihi Allah dan dikaruniai dengan Roh-Nya. Sayangnya, status sebagai anak Allah itu seringkali hanya menjadi kebanggaan pribadi. Kita sering lupa, bahwa menjadi anak Allah itu adalah panggilan dan tugas untuk menghadirkan daya-kuasa Allah, agar dunia kita semakin baik, semakin manusiawi dan semakin sesuai dengan rencana-Nya. Pembaptisan adalah panggilan dan tugas untuk mengabdi dan melayani sebagai anak-anak Allah yang setia dan taat. Seperti Yesus, sang Anak yang mengabdikan diri-Nya untuk melayani manusia sampai wafat di salib, demikian jugalah kita para pengikut-Nya: hidup untuk mengabdi dan melayani sampai akhir. Taat kepada Allah dan melayani manusia, itulah jati-diri kita sebagai anak yang sudah dipilih dan dikasihi Bapa.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

One thought on “Pembaptisan: Momen Menjadi Anak-Anak Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s