SAKSIKAN BAGAIMANA YESUS MENGAJAR

Renungan Harian Misioner
Selasa, 12 Januari 2021
P. S. Hilda

Ibr. 2:5-12; Mzm. 8:2a,5,6-7, 8-9; Mrk. 1:21b-28

Penuh Kuasa
Sebagai orang yang mulai terkenal dengan pengajar tentang kebenaran, Yesus diberi kesempatan untuk mengajar di tempat ibadat pada hari Sabat. Kesempatan itu tidak disia-siakan, melainkan digunakan untuk mengajar. Tidak dijelaskan apa yang diajarkan-Nya. Pengarang Injil hanya menjelaskan bahwa pengajaran-Nya berbeda dengan pengajaran para ahli Taurat dan pengajaran-Nya menimbulkan rasa takjub dalam hati para pendengar-Nya. Perbedaan itu ternyata terletak pada satu hal mendasar ini: “Yesus mengajar dengan penuh kuasa”.

Dalam Injil, kata “kuasa” mempunyai dua makna. Pertama, kuasa sebagai kekuatan, keperkasaan dan kewibawaan yang dimiliki oleh Allah (δύναμις/dunamis). Kuasa ini diberikan juga kepada beberapa orang tertentu yang dipilih oleh Allah sendiri. Tujuannya adalah agar mereka yang dipilih-Nya yakin bahwa kuasa Allah sungguh nyata, seperti apa yang terjadi pada diri Maria: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk. 1: 35). Kuasa yang sama diberikan juga kepada para rasul supaya mereka tidak ragu-ragu akan tugas misi mereka: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8).

Kedua, kuasa sebagai kekuatan mutlak (εχούςια/ exsousia) yang tidak dapat dilawan oleh kuasa apa pun di dunia ini. Kuasa ini hanya dimiliki oleh Allah dan tidak diberikan kepada siapa pun, kecuali Yesus, Anak Allah. Kuasa Allah ini sangat dahsyat, bahkan menyangkut hidup dan mati: “Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!” (Luk. 12:5).

Transformatif
Pengajaran Yesus sungguh menakjubkan: menyentuh, menghibur, meyakinkan, menguatkan, menyembuhkan, membebaskan dan membaharui. Apabila kita mendambakan semua ini terjadi pada diri kita, seyogyanya kita sudi mendengarkan pengajaran-Nya. Ke mana kita mencari pengajaran-Nya? Pengajaran-Nya telah tertuang dalam Kitab Suci. Apabila kita membacanya secara teratur dan sungguh-sungguh, kita akan mendengar bisikan suara-Nya dan merasakan betapa dahsyat kuasa-Nya. Ia sendiri telah menganugerahkan Roh Kudus yang selalu mengingatkan kita semua bahwa kita tidak hanya hidup dari roti saja tetapi juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Menuju Iman
Kata-kata diucapkan oleh kepala pasukan yang berdiri di dekat salib itulah yang seharusnya menjadi tujuan dari pengajaran-Nya: “Sungguh Dia ini Anak Allah”. Kata-kata inilah yang juga menjadi alasan dan dasar mengapa pengarang Injil Markus menuliskan Injilnya. Ketika kita percaya akan Yesus, maka kuasa-Nya akan nyata dalam hidup kita. Sudah terbukti dalam sejarah hidup para pengikut-Nya, bahwa mereka yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang kusta tahir, yang lumpuh berjalan, dan yang telah mati hidup kembali.

(RP. Anton Rosari, SVD – Imam Keuskupan Bogor)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s