Disembuhkan untuk Melayani

Renungan Harian Misioner
Rabu, 13 Januari 2021
P.S. Hilarius

Ibr. 2:14-18; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7, 8-9; Mrk. 1:29-39

Sejak Yesus tampil sebagai pengajar dan pengusir roh jahat di rumah ibadat di Kapernaum (Mrk. 1:21-28), Ia langsung menjadi bahan pembicaraan orang di segala penjuru di seluruh Galilea: “Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea” (Mrk. 1:28). Peristiwa pengusiran roh jahat oleh Yesus dialami sebagai peristiwa yang “tidak biasa” sehingga berita tentang kejadian itu tersebar cepat sekali. Dalam sekejap mata, orang mulai berkumpul, berkerumun, menonton, berkomentar dan bercerita ke mana-mana. Ingatan orang akan apa yang dilakukan Yesus di rumah ibadat di Kapernaum, kemudian diperkuat lagi dengan peristiwa Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Mrk. 1:29-34).

Markus mengisahkan bahwa setelah pertemuan suci di rumah ibadat, Yesus bersama-sama dengan keempat murid-Nya pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ketika Yesus tiba, para murid memberitahu mengenai kondisi ibu mertua Simon, yang sedang terbaring karena sakit demam. Suasana hati orang-orang yang datang berkunjung tentu kurang begitu gembira karena diwarnai suasana demam yang diderita oleh ibu mertua Simon. Yesus lalu menghampiri tempat pembaringan ibu mertua Simon itu, sambil memegang tangannya, Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya (Mrk. 1:31). Setelah sembuh, ibu mertua Simon melayani para tamu. Kehadiran Yesus di rumah Simon tidak hanya membuat ibu mertua Simon sembuh dari sakit demam, tetapi mengubah suasana rumah yang sebelumnya “mendung” menjadi cerah ceria dan penuh sukacita.

Para penduduk Kapernaum, yang tahu tempat Yesus berada, datang membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan di depan pintu rumah Simon. Yesus mendekati para penderita sakit. Ia menyembuhkan mereka dan melenyapkan setan-setan. Betapa gembiranya orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan oleh Yesus. Hidup mereka yang sebelumnya suram karena dikuasai oleh penyakit dan kuasa kejahatan, kini menjadi cerah ceria. Tindakan Yesus mengubah keadaan manusia. Orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan dari kuasa setan serta orang-orang lain yang menyaksikan tindakan Yesus mulai bercerita tentang peristiwa tersebut.

Yesus tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika para pengikut-Nya masih tidur nyenyak, pagi-pagi benar Yesus bangun, dan pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Yesus tentu merenungkan peristiwa semalam itu secara mendalam di hadapan Bapa-Nya dalam doa. Ia ingin tahu apa yang harus dilakukan-Nya selanjut-Nya. Dalam doa, Yesus mencari kepastian tentang tujuan kedatangan-Nya. Yesus datang untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya, bukan kehendak manusia. Maka ketika Simon dan kawan-kawannya datang kepada-Nya dan memberitahukan-Nya: “Semua orang mencari Engkau” (Mrk. 1:36), Yesus tidak membiarkan diri-Nya dikuasai oleh kehendak orang-orang yang membutuhkan-Nya. Yesus tahu, bahwa Ia harus pergi dari orang-orang yang sudah mengenal-Nya dan pergi untuk mencari orang-orang yang belum mengenal kabar baik yang diberitakan-Nya. Ia mengajak para pengikut-Nya: “Mari kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang. Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan” (Mrk. 1:38-39).

Apa makna kisah Injil hari ini bagi kita? Pertama, kehadiran Yesus dalam hidup kita mengubah situasi hidup kita yang suram dan “mendung” karena berbagai alasan menjadi cerah ceria. Yang dituntut dari kita adalah membiarkan diri didatangi Yesus. Setiap orang yang menerima Yesus akan menikmati kabar baik yang diwartakan-Nya dan mengalami tindakan kasih-Nya. Sebagai pengikut Yesus, kita mesti memberitahu kondisi hidup sesama kita, negara kita dan situasi dunia kita kepada Yesus melalui doa agar dapat diubah oleh Yesus. Tidak hanya itu, tetapi kita juga harus membawa sesama yang menderita dan terganggu hidupnya kepada Yesus agar merekapun disembuhkan dan dibebaskan oleh Yesus dari berbagai ikatan yang menyengsarakan mereka.

Kedua, relasi dengan Allah dalam doa menjadi kekuatan utama yang memampukan kita untuk membedakan mana kehendak Allah dan mana keinginan manusia. Relasi dengan Allah akan mendatangkan kebijaksanaan yang membuat kita mampu untuk memilih kehendak Allah meski terasa sulit dan berisiko.

Ketiga, mewartakan kabar baik dan menjadi saksi tindakan kasih Yesus merupakan misi utama setiap orang Kristiani. Sebagaimana orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan dari roh jahat akhirnya menjadi pewarta dan saksi Yesus Kristus, kita pun disembuhkan dan dibebaskan dari kuasa kejahatan untuk menjadi pewarta Injil dan saksi Yesus Kristus.

Keempat, kita disembuhkan untuk melayani. Kesembuhan, perubahan suasana hidup, pembebasan dari berbagai kekuatan jahat tidak hanya bersifat personal, melainkan juga bersifat sosial. Sebagaimana ibu mertua Simon yang langsung melayani tamu setelah disembuhkan oleh Yesus, demikian pula penyembuhan, pembebasan dan perubahan yang kita alami dimaksudkan agar kita menjadi pelayan bagi sesama. Semoga kita senantiasa menyadari bahwa kitapun disembuhkan untuk melayani sesama.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s