Saksi Kristus adalah Utusan Cinta Kasih

Renungan Harian Misioner
Senin, 18 Januari 2021
Pembukaan Pekan Doa Seduni untuk Persatuan Umat Kristiani

Ibr. 5:1-10; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 2:18-22

Bacaan 1: Ibr 5:1-10
Pada awal Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Sedunia, kita diajak untuk menyadari bahwa bahkan para imam, yang paling mulia sekali pun perlu mendoakan diri sendiri, bersama mendoakan orang-orang lain. Sebabnya: setiap orang ada dalam lingkup dosa. Tidak ada orang di luar jangkauan dosa. Sebab, Sang Kristus telah mengosongkan Diri-Nya untuk menguduskan semua orang. Dalam “Langkah-langkah mewujudkan pengutusan-Nya itu”, Sang Putera menyelami seluruh lingkup dosa manusia, sampai segala duka cita, penderitaan bahkan wafat dan pemakaman-Nya. Dengan demikian itulah Ia dibangkitkan oleh Bapa.

Cara yang ditempuh oleh Sang Putera itu disambut oleh umat, sebagai tanda, bagaimana Ia menyediakan Diri sebagai ‘Jalan’ bagi SEMUA orang untuk dipersatukan dalam Keluarga, sebagai anak-anak Allah, tanpa kecuali. Itulah sebabnya “Pekan Doa Sedunia” menjadi Pekan Persaudaraan bagi siapa pun, untuk bergabung menuju ke arah Keluarga Allah.

BACAAN INJIL: Markus 2:18-22
Murid-murid Kristus sangat menyadari, betapa cintakasih adalah isi pokok hidup mereka. Kasih Sayang, bukan hanya isi dari hati mereka, – seperti pada semua hati manusia biasa; tetapi juga pada paguyuban mereka, sebagai Gereja. Oleh sebab itu, Yesus pernah mengatakan: “Biarlah orang mengetahui kalau kamu semua adalah murid-murid-Ku, yaitu kalau kamu saling mencintai”. Sesungguhnya, kalau dibalik, kalimat itu juga amat mengesankan: “Kalau di antara kamu tidak ada cintakasih, janganlah kamu menyebut diri persekutuan murid-murid Kristus”. Dalam penegasan lebih lanjut dikatakan oleh Guru Agung dari Nasaret itu: “Cintailah musuh-musuhmu”. Dalam kalimat itu dipaparkanlah sekali lagi, bahwa inti sari hidup murids-murid Kristus adalah ‘cintakasih’. Maka kepada para musuh dan malah mereka yang memusuhi mereka pun, murid Kristus diutus untuk ‘memberikan hati penuh kasih’. Itulah pula pengutusan terdalam Pekan Doa Sedunia ini: tidak seorang pun boleh kita kecualikan dari cintakasih, apabila kita mau menjadi ‘saksi Kristus’. Oleh sebab itu, peperangan, pengejaran (seperti zaman Romawi), permusuhan seperti banyak kita alami di banyak daerah seluruh dunia terhadap para murid Kristus, bukanlah alasan untuk membenci, mendendam dan mengutuk satu orang pun.

Itulah sebabnya, mengapa dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dalam diri Stephanus maupun martir-martir di Roma-Korea-Afrika, dsbnya, hidup-kata-sikap saksi Kristus senantiasa diutus untuk menjadi ‘tanda cinta kasih’.

REFLEKSI:

  1. Benarkah kita mencintai anggota keluarga kita tanpa pamrih; ataukah dengan ‘harapan mendapat balasan cintakasih’? Mudah dalam pembagian warisan atau dapat lingkungan hiburan bila sedih?
  2. Seberapa kita mencintai para tetangga di desa atau kampung kita; ataukah hanya kalau mereka baik kepada kita dan menguntungkan saja atau supaya aman saja?
  3. Sedalam apakah kita mencintai lingkungan, wilayah, paroki dan Keuskupan serta Gereja kita? Ataukah hanya karena dalam KTP harus ada tulisan agama saja? Atau karena terlindung bila ada perselisihan lintas agama?
  4. Seberapakah kita mencintai orang-orang yang memang murid Kristus, tetapi dari Gereja lain? Apakah kita menghargai mereka atau meremehkan mereka?
  5. Seberapakah kita mempunyai hati luas dan penuh kasih kepada orang beragama lain,- apalagi yang mempersulit hidup kita? Kita masih murid Kristus, yang di salib memohonkan ampun bagi mereka yang menyiksa Yesus?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s