Beranikah Kita Serukan Kebenaran Seperti Kristus?

Renungan Harian Misioner
Rabu, 20 Januari 2021
P. S. Fabianus & S. Sebastianus

Ibr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 3:1-6

Perikop Injil yang kita renungkan hari ini menceritakan kisah Yesus yang sengaja menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat di depan orang-orang Farisi yang mengikuti-Nya dan mengamat-amati Dia, untuk menemukan kesalahan-Nya. Yesus tahu persis bahwa Ia akan dipersalahkan kalau Ia menyembuhkan si sakit dari penyakitnya. Namun Ia tetap melakukannya! Mengapa? Penginjil Markus menjawab pertanyaan ini: “Yesus jengkel karena kedegilan mereka!”

Mengapa Yesus menganggap mereka sebagai orang-orang yang degil hatinya? Orang-orang Farisi pada zaman Yesus mencintai hukum Taurat dan berusaha menghidupinya dengan setia namun mereka hanya menjadi budak atas hukum dan peraturan, sampai-sampai mengabaikan perintah Tuhan yang paling mendasar yaitu mencintai sesama yang menderita. Demi menjaga hukum Taurat para rabi pada waktu itu menambahkan banyak peraturan, di antaranya adalah larangan untuk menyembuhkan orang pada hari Sabat. Yesus melihat peraturan ini bertentangan dengan hukum utama yaitu mengasihi sesama. Dengan tindakannya menyembuhkan si sakit yang mati sebelah tangannya, Yesus menunjukkan kepada orang-orang Farisi bahwa peraturan tambahan itu tidak benar, maka tidak perlu diikuti. Konsekuensi dari tindakan-Nya itu, orang-orang Farisi bersekongkol dengan orang Herodian untuk membunuh Dia.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan menggereja peraturan-peraturan sangat diperlukan. Tanpa peraturan akan terjadi kekacauan (chaos). Namun tak jarang peraturan-peraturan yang dibuat bertentangan dengan hukum utama dari Allah, yaitu mencintai sesama terutama mereka yang miskin dan menderita. Mengikuti teladan Yesus kita diundang untuk bersikap kritis terhadap peraturan-peraturan yang ada di masyarakat dan di lingkungan Gereja. Kalau kita menemukan bahwa peraturan itu bertentangan dengan hukum utama dari Allah, kita harus berani menyampaikan kepada yang berwenang dengan cara bijaksana untuk mengubah peraturan itu. Syukur pada Allah kalau usulan kita itu langsung diterima. Dengan demikian kita membebaskan orang yang menderita dari beban yang ia panggul akibat peraturan yang tidak tepat itu. Namun bisa terjadi juga bahwa usulan kita ditolak, kita dituduh sebagai orang yang tidak taat hukum dan peraturan. Kalau ini yang terjadi, kita pantas bersyukur juga karena kita boleh menderita seperti Kristus akibat dari keinginan kita melepaskan orang menderita dari penderitaan akibat peraturan yang tidak adil itu. Beranikah kita? Inilah salah satu tugas yang mesti kita lakukan sebagai nabi di zaman ini. Jangan lupa martabat kita sebagai orang telah dibaptis adalah sebagai raja, imam, dan nabi. Nabi berani menyerukan kebenaran meski ia menderita akibat keberaniannya menyerukan kebenaran yang harus ditegakkan.

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s