Menjadi Saudara-Saudari Kristus

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 23 Januari 2021
P. S. Emerensiana

Ibr. 9:2-3, 11-14; Mzm. 47:2-3, 6-7, 8-9; Mrk. 3:20-21.

Dipandang ‘tidak normal’ atau ‘aneh’ karena melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebiasaan umum memang tidak menyenangkan. Apalagi kita melakukannya dengan kesadaran penuh bahwa hal tersebut adalah tindakan yang baik dan benar.

Kisah dalam Injil hari ini memperlihatkan bagaimana Yesus dianggap ‘tidak waras’ oleh kaum keluarga-Nya. Kemarin kita mendengar dalam Injil Markus pula, bagaimana Yesus memilih kedua belas rasul-Nya. Setelah itu Yesus mulai mengajar orang banyak di sebuah rumah. Ajaran Yesus kendati berdasar pada Taurat, selalu menimbulkan kontroversi bagi sejumlah kelompok, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Dan ajaran Yesus senantiasa disertai dengan tindakan nyata. Mereka yang iri dan menolak ajaran Yesus, mulai merasa terganggu dan mengatakan bahwa Yesus kerasukan setan. Bisa kita bayangkan bagaimana sulitnya situasi Yesus saat itu ketika orang-orang terpandang dalam masyarakat dan institusi agama menyatakan hal sedemikian rupa. Namun Yesus tidak gentar. Ia tahu apa yang sedang Ia lakukan. Misi-nya sangat jelas, mewartakan Allah yang adalah Kasih.

Injil hari ini memang hanya menampilkan 2 ayat. Di akhir perikop ini diceritakan ibu dan saudara-saudara Yesus datang untuk menemui-Nya. Yesus berkata kepada orang banyak di sekelilingya, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Mrk. 3:34-35)

Melakukan sesuatu yang benar kendati dianggap ‘aneh’, ‘tidak wajar’ oleh umum menunjukkan bahwa kita berpegang pada sebuah prinsip yang kita yakini kebenarannya. Dan jika kita dipandang ‘aneh’ karena tindakan tersebut, kita bisa bercermin dari kisah Yesus hari ini. Bahkan di zaman Yesus hal tersebut sudah terjadi. Namun kita tahu kita melakukan ‘kehendak Allah’ yang adalah Kasih. Kita pantas bersyukur karena kita telah menjadi saudara-saudari Kristus. Maka marilah kita mohon bimbingan Roh Kudus, agar kita semakin yakin dan mantap mewartakan Kasih Allah dengan meneladani pribadi Yesus sendiri. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s