Ajaklah Semua Orang untuk Muliakan Allah

Renungan Harian Misioner
Kamis, 28 Januari 2021
P. S. Thomas Aquino

Ibr. 10:19-25; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Mrk. 4:21-25

BACAAN 1: Ibr 10:19-25:
Surat Ibrani, yang dikutip pada Pesta St. Thomas Aquino adalah bacaan mengenai utuhnya hidup Pujangga Gereja ini. Thomas bukanlah orang yang terasing dari tetangga dan anggota komunitasnya. Dia hidup kerasan dalam biaranya, ia makan dan minum secara gembira; ia berdoa bersama serta mengajar dan belajar sendiri. Walaupun dia disebut Pujangga Gereja, namun ia bukanlah orang yang sibuk dengan pena dan buku-bukunya sendiri.

Ibrani menggambarkan murid Kristus, sebagai orang yang menyusuri ‘Jalan yang adalah Kristus’, mencari ‘Kebenaran, yang adalah Kristus’, dan karena itu ‘menghayati hidup, yaitu Kristus sendiri’. Oleh sebab itu, dia pun menghayati ‘pengharapan untuk menyatu dengan Kristus’.

Seperti Santo Dominikus, Thomas sering sekali ‘mengkontemplasikan Kristus’, supaya tulisan dan ajaran-ajarannya dijiwai oleh Kristus sendiri, bahkan ‘menguraikan Sang Mesias’. Itulah pula sebabnya, mengapa Thomas dapat menulis amat mendasar mengenai Sang Messias.

BACAAN INJIL: Markus 4:21-25:
Thomas, dilihat oleh orang di seluruh dunia, sebagai ‘cahaya’, yang memancarkan ‘Sang Cahaya Dunia’ untuk menerangi dunia, yang gelap. Terang dipasang di atas kaki dian supaya dapat dilihat orang, dan banyak orang dicerahkan.

Begitulah pula Thomas Aquino, memancarkan cahaya “Sang Terang Bangsa-bangsa” (LG a.1) agar banyak orang menerima-Nya. Meskipun demikian, peran Thomas dan semua pewarta adalah ‘menyampaikan Kabar Gembira’ kepada sekian banyak manusia. Setiap orang diundang -tidak dipaksa- untuk melihat-Nya, memahami-Nya dan mengimani-Nya.

Oleh sebab itu, Thomas percaya sekali akan peran Roh Kudus, yang menjiwai hati manusia serta membukanya untuk menyambut Allah. Dalam arti itulah mengapa Thomas menulis begitu banyak tulisan, supaya orang banyak dapat memilih, manakah jalan yang paling tepat baginya untuk mendekati Sang Kristus.

Thomas juga melihat dirinya menjadi pelayan Gereja, bukan ‘diktator’ yang menyuruh semua orang menuruti pendapatnya, dalam mendengarkan suara Allah. Oleh sebab itu, Thomas, sesudah mengkontemplasikan Tuhan, hanya mewartakan; lalu mengajak orang semua untuk memuliakan Allah; bukan memuji dirinya.

REFLEKSI KITA:

  1. Apakah kita mengimani Tuhan dengan seluruh hati, budi dan seluruh hidup kita?
  2. Apakah kita menyatu dengan seluruh umat, dan bukan merasa ‘di atas umat’?
  3. Apakah kita menjadi teladan ketaatan kepada Allah?
  4. Apakah kita mencintai Sang Sabda, yang juga Guru kita?
  5. Apakah kita mengajak semua orang bersama mencintai Tuhan Yesus, Jalan-Kebenaran-Hidup kita dan tidak menjadikan diri kita pusat segalanya?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s