Mewartakan Injil Jatidiri Kristiani

Renungan Harian Misioner
Pw. St. Paulus Miki (martir)
Sabtu Biasa IV, 6 Februari 2021

Ibr. 13:15-17,20-21; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mrk. 6:30-34

Hari ini Gereja, kita semua, memperingati Santo Paulus Miki martir di Jepang. Ia adalah seorang anak bangsawan militer Jepang, Miki Handayu. Paulus Miki adalah seorang calon imam Serikat Jesus. Ia menempuh pendidikan di kolese Jesuit di Azuchi dan Takatsuki. Ia dikenal sebagai pewarta dan pengkhotbah ulung. Bersama dengan 25 orang yang lain, Paulus Miki disiksa, dipaksa jalan dari Urakami ke Nagasaki 600 mil atau sekitar 966 km, kemudian dijatuhi hukuman mati dengan ditombak dan digantung di kayu salib pada 5 Februari 1597 di Nagasaki oleh perintah penguasa Jepang, Toyotomi Hideyoshi atau dikenal dengan nama Taikosama. Paulus Miki mati sebagai martir Kristus. Ke-26 orang itu dikenal sebagai martir Nagasaki.

Paulus Miki dituduh sebagai orang Filipina yang menyamar sebagai duta besar dan tinggal di Miyako serta menyebarkan agama Kristen di kalangan orang Jepang. Oleh karena itu, saat di atas kayu salib, ia berujar, “Saya tidak datang dari Filipina, saya ini seorang Jepang asli, seorang saudara dari Serikat Jesus. Saya tidak melakukan kejahatan apapun, dan satu-satunya alasan mengapa saya dijatuhi hukuman mati ialah bahwa saya telah mewartakan ajaran Tuhan kita Yesus Kristus. Saya sungguh merasa bahagia karena diperkenankan meninggal oleh karena alasan tersebut, kematian saya merupakan suatu anugerah besar dari Tuhan. Pada saat yang genting ini, saat di mana kalian bisa percaya bahwa saya tidak akan menipu kalian, saya ingin menekankan dan menyatakan dengan gamblang bahwa tidak ada seorang pun beroleh keselamatan jika tidak melalui ajaran Kristen.” Kepada para algojonya, ia pun mengatakan, “Agama Kristen mengajarkan agar kita mengampuni musuh-musuh kita dan semua orang yang bersalah kepada kita. Oleh karena itu saya hendak mengatakan bahwa saya mengampuni Taikosama. Saya mendambakan semua orang Jepang menjadi Kristen.” (Disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: http://www.indocell.net/yesaya)

Sahabat misioner terkasih,
Seperti Paulus Miki, kita pun dipanggil untuk mewartakan Injil dengan total, sepenuh hati, dan penuh sukacita meski ada tantangan menghadang. Injil hari ini mengisahkan hal yang sama, “Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil.” Memang pada zaman yang telah menghormati kebebasan beragama saat ini, kita tidak menghadapi ancaman, pengejaran, apalagi penganiayaan dan penyiksaan seperti zaman Paulus Miki. Meski demikian, kenyamanan dan kemapanan hidup beragama zaman ini janganlah membuat kendor untuk mewartakan Injil.

Mewartakan Injil adalah hidup orang Kristiani. Artinya adalah bahwa mewartakan Injil tidak sekadar tugas atau kewajiban, melainkan lebih dari itu yakni identitas atau jatidiri murid-murid Kristus. Santo Paulus Miki memberikan teladan bagi kita untuk hal ini. Keseluruhan hidupnya adalah pewartaan Injil. Totalitas dan kesungguhan mewartakan Injil ia lakukan sampai bertaruh nyawa. Paulus Miki mati sebagai martir Kristus.

Api semangat mewartakan Injil harus dijaga dan dipelihara dengan menjalin kesatuan erat dengan Tuhan Yesus sendiri, seperti Ia telah katakan, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahat sejenak!” Kesendirian dan keheningan bersama Yesus itulah kuncinya. Kebersamaan dengan Yesus bagai nge-charge baterai hidup kita sehingga tetap menyala. Oleh karena itu, marilah kita prioritaskan waktu untuk tinggal bersama-Nya. Kita persembahkan quality time for Jesus.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perempuan korban kekerasan: Kita berdoa bagi kaum perempuan korban kekerasan, agar mendapat perlindungan dan penderitaan mereka benar-benar dirasakan dan diperhatikan oleh masyarakat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kasih sayang keluarga: Semoga keluarga-keluarga Katolik makin berani belajar menghayati spiritualitas tinggal di rumah yang menuntut anggota-anggota keluarga untuk saling memahami kelemahan dan saling menguatkan dalam menghadapi setiap masalah. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph

Sudilah meneguhkan hati kami dalam berbakti pada sesama, seperti Santo Yoseph, sepanjang Kau perkenankan ikut membesarkan Sang Putera, dalam Keluarga Kudus Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s