Ingatkah Kita Pada Mereka yang Sakit?

Renungan Harian Misioner
Kamis, 11 Februari 2021
SP. Maria dr Lourdes
Hari Orang Sakit Sedunia Ke-29

Kej. 2:18-25; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mrk. 7:24-30

Bukan hanya karena sekarang kita mengalami wabah corona – Covid19, kalau pada tanggal 11 Februari 2021 dirayakan untuk Hari Orang Sakit Sedunia. Sudah beberapa tahun, umat Katolik sedunia mendoakan para orang sakit, pada setiap tanggal 11 Februari. Sejak 1991 umat diajak melakukannya. Kita semua sadar, bahwa orang sakit ada dalam kondisi lemah di tengah keluarga dan masyarakat. Keadaan itu terasa lebih berat dalam pandemi sekarang ini, karena karantina menyebabkan orang merasa terpencil. Namun sekarang ada segi lain, yang memerlukan perhatian, yaitu panggilan agar kita saling menjaga, dengan segala cara, agar kita tidak saling menularkan penyakit juga. Dalam pada itu, kita diajak untuk tetap memiliki kepercayaan akan kasih sayang Tuhan bagi orang sakit.

Bacaan Pertama: Kej 2:18-25
Kitab Kejadian yang dikutip memperlihatkan, betapa kita perlu saling membantu. Oleh sebab itu, pria dan wanita diberi kodrat sejak awal, untuk saling membantu, secara mesra. Maka wanita disebut sebagai ‘tulang rusuk bagi pria’ (suatu nyanyian yang sangat menyentuh dalam “Keluarga Retret” yang dilayani Almarhum P. Yusuf Halim, SVD); kita bahkan diundang untuk menunjukkan perhatian kepada seluruh alam semesta. Kasih Sayang menjadi suatu perekat hubungan antar pribadi, yang amat kuat,- menggambarkan kasih sayang Allah kepada kita semua.

Refleksi:

  1. Sejauh manakah keluarga kita diwarnai oleh cinta kasih yang sepenuh hati? Dalam hal apa sajakah kita dalam keluarga sungguh saling membantu?
  2. Sejauh manakah keluarga kita menjadi rasul cinta kasih bagi sekitar kita?
  3. Bagaimanakah sikap kita apabila ada keluarga kita yang sakit?

Bacaan Injil: Mrk 7:24-30
Tuhan Yesus sangat dikenal, sebagai Guru Nasaret, yang amat memperhatikan orang lemah, khususnya si sakit. Oleh sebab itu, perempuan yang anaknya sakit yakin, bahwa Yesus akan membantunya. Namun jawab Yesus seperti mau menguji iman wanita itu: Ia seperti mau menolak dan menghindar untuk memenuhi permintaan perempuan itu. Mungkin sekali, dalam hati kita juga ada iman bahwa Tuhan pasti tidak bakal melupakan kita, dengan sekian banyak orang yang menderita di wabah corona dan Covid19 ini. Namun dapat terjadi, bahwa keluarga dan teman serta tetangga kita menderita sakit; bahkan mungkin ada yang parah sekali. Kita diundang untuk seperti wanita itu benar-benar percaya kepada Yesus, yang baik hati. Sebab, akhirnya, imanlah yang menguatkan kita.

Refleksi kita:

  1. Seringkah kita menegaskan iman kita kepada Tuhan Yesus?
  2. Pernahkah kita mengalami krisis iman, karena anggota keluarga atau kita sendiri sakit?
  3. Periksalah, kita benar-benar percaya pada cinta kasih Tuhan kepada kita, selama masa wabah ini?
  4. Seberapakah kita memberi perhatian pada saudari/a dan sahabat kita, yang sakit?
  5. Sakit apakah yang paling kita rasakan berat, sehingga mengurangi iman kita kepada Tuhan?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perempuan korban kekerasan: Kita berdoa bagi kaum perempuan korban kekerasan, agar mendapat perlindungan dan penderitaan mereka benar-benar dirasakan dan diperhatikan oleh masyarakat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kasih sayang keluarga: Semoga keluarga-keluarga Katolik makin berani belajar menghayati spiritualitas tinggal di rumah yang menuntut anggota-anggota keluarga untuk saling memahami kelemahan dan saling menguatkan dalam menghadapi setiap masalah. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah meneguhkan hati kami dalam berbakti pada sesama, seperti Santo Yoseph, sepanjang Kau perkenankan ikut membesarkan Sang Putera, dalam Keluarga Kudus Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s