Rendahkan Hati, Berikan Pengampunan

Renungan Harian Misioner
Selasa Prapaskah III, 9 Maret 2021
P. S. Fransiska dr Roma

Dan. 3:25,34-43; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; Mat. 18:21-35

PENGAMPUNAN adalah kata yang selalu berulang kali direfleksikan pada masa Prapaskah. Gereja Katolik mendasarkan refleksi ini pada ajaran Yesus secara khusus tentang bagaimana kita mengampuni. Dalam hidup sehari-hari pun, kita sering kali menggunakannya untuk mengingatkan sesama kita untuk mempraktikkan pengampunan. Bagi sebagian orang, pengampunan itu sangat mudah, namun bagi kebanyakan orang, pengampunan itu sangat sulit dipraktikan karena mengalami pengalaman tersakiti yang mendalam, atau pengalaman traumatis lainnya, atau karena tidak ada kerendahan hati dan ketulusan hati dalam memberikan pengampunan.

Secara indah, dalam bacaan pertama dari Kitab Nabi Daniel, dikatakan bahwa, “janganlah kami Kau permalukan, melainkan perlakukanlah kami sesuai dengan kemurahan-Mu dan menurut besarnya belas kasihan-Mu” (Dan. 3:41-42). Allah berkenan kepada umat-Nya dan tidak mempermalukan mereka, tetapi menunjukkan tindakan pengampunan kepada mereka. Pengampunan itu melampaui dosa-dosa yang telah dibuat umat-Nya. Tindakan Allah ini merupakan cara Allah membagikan kasih-Nya yang tiada henti kepada umat-Nya yang setia kepada-Nya. Allah tidak pernah berhenti mencintai, meski Allah tahu betapa besar dosa umat-Nya. Permohonan untuk mendapatkan pengampunan dari Allah, mengajarkan kepada kita sikap kesetiaan kita akan Allah dan kerendahan hati dalam mengakui kesalahan dan dosa-dosa kita. Kesombongan dan egoisme menjadi batu sandungan bagi kita untuk mendapatkan pengampunan dari Allah.

Yesus, dalam bacaan injil hari ini mengajarkan secara konkret tentang pengampunan. Yesus bahkan menggunakan angka untuk memastikan berapa banyak orang harus mengampuni; “tujuh puluh kali tujuh kali”. Namun, jelas bahwa fokus Yesus tidak terletak pada angka-angka matematis yang bisa dikalkulasi. Yesus di sini mau mengajarkan KUALITAS dari pengampunan itu sendiri, bahwa pengampunan itu harus diberikan melampaui angka matematis; pengampunan yang tanpa syarat dan tanpa batas. Dan itu hanya datang dari ketulusan hati untuk memberikan pengampunan. Tanpa ketulusan hati, tidak akan ada pengampunan yang sejati! Tokoh antagonis yang ditampilkan dalam perumpamaan yang memenjarakan orang yang berhutang padanya, menggambarkan sifat dasar manusia; ingin diampuni, diberikan perhatian khusus, namun tidak mau mengampuni orang yang bersalah/berhutang padanya. Tindakannya ini sangat berbanding terbalik dengan sikap Tuan yang memberikan pengampunan padanya. Dia memohon untuk mendapatkan pengampunan, namun ia sendiri tidak sanggup mempratikkan pengalaman diampuni itu dalam hidupnya. Dengan tindakannya itu, dia sendiri telah membuka jalan penghakiman bagi dirinya sendiri, seperti apa yang dikatakan Yesus, “ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk. 6:38).

Jelaslah, bahwa Yesus tidak hanya mengkritik orang-orang pada zaman-Nya tetapi juga ditujukan kepada kita zaman ini. Bagi kita orang Kristiani, sanggupkah kita melakukan apa yang ajarkan Yesus tentang pengampunan ini? Bagaimana kita menemukan kebijaksanaan dan kekuatan untuk mengampuni tanpa syarat dan tanpa batas sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus? Mengampuni tanpa batas dan tanpa syarat hanya akan terjadi apabila kita menyadari bahwa Allah telah lebih dahulu mengampuni kita tanpa syarat. Dosa-dosa kita telah membatasi rahmat Allah bagi kita, namun rahmat pengampunan Allah itu melampaui dosa-dosa kita. Allah mendemonstrasikan pengampunan yang tanpa syarat melalui penderitaan Putera-Nya di kayu salib. Kemenangan melalui kebangkitan Putera-Nya juga menunjukkan kepada kita bahwa, Allah membebaskan kita dari dosa-dosa kita, dan menghendaki kita anak-anak-Nya untuk memulai hidup baru, dengan melepaskan segala ikatan dosa-dosa kita.

Semoga masa Prapaskah ini menjadi kesempatan untuk kita melaksanakan ajaran Yesus ini secara nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini hanya bisa dimulai, apabila hati kita dipenuhi dengan rahmat kasih dan pengampunan, karena sejatinya pengampunan itu mengalir dari hati kita. Marilah kita berdoa memohon kerendahan hati agar kita mampu menemukan rahmat kasih dan pengampunan Allah yang kita alami dalam hidup kita, sehingga tulus hati sanggup melaksanakan ajaran Yesus hari ini dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sebagai langkah konkret dari pesan injil hari ini: bangunlah niat untuk mengampuni orang yang saat ini sulit kita ampuni. Lakukan itu dan nikmatilah pengalaman kasih dan damai dari Allah untukmu. Inilah kemenangan PASKAH bagi kita!

(RP. Gabriel Joseph, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s