Terimalah Kerajaan Allah Yang Penuh Kuasa

Renungan Harian Misioner
Kamis Prapaskah III, 11 Maret 2021
P. S. Eulogius & Leokrita

Yer. 7:23-28; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Luk. 11:14-23

Dalam kisah yang serupa dengan Injil Lukas yang kita baca hari ini, Matius lebih jelas mengatakan bahwa Yesus sedang berargumentasi dengan sekelompok orang (Farisi) akibat penyembuhan yang dilakukan-Nya pada orang yang kerasukan setan itu. Kedua penginjil juga melaporkan bahwa banyak orang yang menjadi heran dan takjub atas kesembuhan orang itu dari setan yang membisukan (dan membutakan), sehingga mereka penuh dengan pertanyaan tentang siapakah Yesus yang di depan mata mereka sendiri telah membuktikan kuasa-Nya atas Iblis.

Mereka yang takjub, memang mengagumi kuasa Allah, namun meragukan penampian Yesus sebagai Mesias karena tidak sesuai dengan penampilan yang mereka harap-harapkan. Dan mereka yang keheranan, semakin terjebak dalam ketidakpercayaan mereka sehingga menuduh Yesus bersekongkol dengan Beelzebul, si pemimpin Iblis sehingga dapat mengusir anak-buah Iblis itu! Bahkan sampai ada yang meminta tanda dari Sorga untuk membuktikan bahwa mukjizat yang dilakukan Yesus itu sungguh-sungguh berasal dari Allah?! Mereka menguji-Nya, padahal mereka telah melihat perbuatan-Nya; ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hilang dari mulut mereka (Mzm. 95:9; Yer. 7:28).

Mengetahui pikiran mereka yang menegarkan tengkuk dan hatinya, Yesus menjawab tuduhan mereka dengan mengatakan bahwa Iblis tidak mungkin mengusir iblis lainnya, karena hal itu menunjukkan tidak adanya kekompakan dalam anggota kerajaan setan itu. Sebuah kejahatan yang terstruktur dan terorganisir dengan baik sekalipun, tidak akan melawan dirinya atau kelompoknya sendiri, sebab hal ini menunjukkan bahwa mereka sudah terpecah-pecah dan sedang menuju kepada keruntuhan. Yesus pun menyindir mereka yang mungkin memang menggunakan cara-cara ini dalam praktik pengusiran setan yang mereka lakukan seturut kedegilan hatinya yang jahat.

Yesus menyatakan misi-Nya untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Penyembuhan yang dilakukan-Nya menegaskan bahwa Kerajaan Allah telah datang untuk membebaskan manusia dari ikatan belenggu kuasa Iblis. Sebab Kerajaan Allah bukan dari perkataan, tetapi dari kuasa; dan kuasa Allah jelas tak dapat berkompromi dengan setan, maka melawan setan harus dilakukan dengan tuntas. Dimulai dengan mengakui Kristus, Tuhan dan Juruselamat, pilihan kita haruslah tetap dan terus bersekutu dengan Allah dan kuasa-Nya yang menyelamatkan sepanjang hidup kita. Dia yang jauh lebih kuat daripada Iblis akan menjaga diri kita, bait kediaman-Nya. Hidup kita harus mengalami pembaruan total untuk tinggal bersama-Nya dan mengundang Roh Kudus tinggal di dalam kita. Tinggal bersama Yesus, berarti menyambut Bapa dan mengakui diri kita sebagai anak-Nya yang dikasihi dalam persekutuan dengan-Nya karena pembaptisan. Dialah Allah kita dan kita umat gembalaan-Nya, domba-domba yang hilang dari umat Israel yang dikumpulkan-Nya menjadi satu kawanan. Janganlah kita memilih untuk tidak berada bersama Yesus, sebab dengan demikian kita membiarkan diri kita dikuasai lawan-Nya serta tercerai-berai jauh dari Kerajaan-Nya (1Kor. 4:20; 6:19; Mzm. 95:7; Mat. 15:24; Yoh. 10:16).

Demikianlah Allah menunjukkan bahwa ketaatan kepada-Nya adalah satu-satunya yang dituntut dari kita, yaitu mendengarkan dan memperhatikan firman-Nya, maka Dia akan menjadi Allah kita dan kita akan menjadi umat-Nya yang mengikuti seluruh jalan yang diperintahkan-Nya kepada kita agar beroleh kebahagiaan. Bersekutu dengan-Nya, kita boleh masuk ke dalam Kerajaan-Nya, sujud menyembah dan berlutut di hadapan Tuhan, menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur serta bersorak-sorai dengan nyanyian mazmur bagi Tuhan, gunung batu keselamatan kita (Yer. 7: 23; Mzm. 95:1-2, 6). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s