Berbahagia karena Percaya akan Perkataan Yesus

Renungan Harian Misioner
Senin Prapaskah IV, 15 Maret 2021
P.S. Louisa de Marilac

Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54

Bacaan Injil hari ini (Yoh. 4:43-54) menceritakan sebuah kisah mukjizat penyembuhan anak seorang pegawai istana. Pegawai atau pejabat Romawi itu berjalan dari rumahnya di Kapernaum ke Kana untuk bertemu Yesus. Ia sedang mengalami situasi sulit dan mencemaskan dirinya beserta keluarganya. Anaknya sakit dan hampir mati. Ketika ia berjumpa dengan Yesus, ia mohon supaya Yesus datang menyembuhkan anaknya yang sedang kritis. Yesus tidak langsung memenuhi permintaannya. Sepertinya Yesus ingin menguji apakah permintaan itu karena rasa percaya atau hanya karena ia telah melihat atau mendengar tanda dan mukjizat yang dibuat Yesus sebagaimana orang-orang di Yerusalem. Kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya” (Yoh. 4:48). Pegawai istana itu tampak tidak begitu peduli dengan pernyataan Yesus. Ia tidak menanggapi pernyataan yang bernada sindiran atau teguran itu. Dengan segala kerendahan hati, ia tetap mohon agar Yesus datang ke rumahnya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati” (Yoh. 4:49). Ia mengakui dan menyapa Yesus sebagai Tuhan. Yesus melihat orang itu sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, bukan sebagai pembuat mukjizat, melainkan sebagai Tuhan. Lalu Yesus menanggapi permintaannya: “Pergilah, anakmu hidup!” (Yoh. 4:50). Tanpa diskusi dan klarifikasi akan instruksi Yesus, ia melakukan persis apa yang diminta Yesus: “Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi” (Yoh. 4:50). Sebelum ia tiba di rumahnya, hamba-hambanya bertemu dia di jalan dengan kabar bahwa anaknya masih hidup, demamnya hilang dan sembuh total. Peristiwa penyembuhan anaknya inilah membuat pegawai istana itu dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus.

Kisah Yesus menyembuhkan anak seorang pegawai istana memberikan inspirasi iman bagi kita. Pertama, serahkan segala situasi, peristiwa dan pengalaman yang berada di luar kemampuan kita kepada Yesus. Kita datang kepada Yesus dan memberitahukan apa yang kita butuhkan dari Dia. Yesus senantiasa mengundang kita: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Pegawai istana letih lesu dan berbeban berat tatkala anaknya hampir mati. Ia datang kepada Yesus dan mohon agar Yesus menyembuhkan anaknya. Ia yang awalnya datang dengan berbeban berat, kemudian pulang dengan hati yang lega karena anaknya yang hampir mati kini hidup. Setiap orang yang membawa segala beban hati, pikiran dan perasaan kepada Yesus akan mendapatkan kelegaan dan sukacita. Yesus tidak pernah menolak siapa pun yang menaruh kepercayaan kepada-Nya. Serahkanlah segala kekhawatiran dan ketakutan kita kepada-Nya. Letakkan kesombongan dan kesalahan kita pada kaki-Nya serta percayalah pada perkataan-perkataan-Nya yang menyelamatkan dan kasih-Nya yang menyembuhkan kita.

Kedua, percaya pada perkataan-perkataan Yesus. Setelah mendengar perkataan Yesus: “Pergilah, anakmu hidup!”, pegawai istana itu percaya pada perkataan Yesus lalu pergi. Percaya juga berarti bertindak sesuai kepercayaan kita itu. Artinya, kita berjalan dan bertindak dalam ketaatan meski perasaan kita mungkin masih tidak tenang dan pikiran kita masih penuh tanda tanya. Orang Kristiani yang tekun membaca Kitab Suci dan mendengar pewartaan yang bersumber dari Kitab Suci, termasuk kita, tentu tahu banyak mengenai perkataan-perkataan Yesus, namun kita terkadang, bahkan sering sulit percaya kepada apa yang Yesus katakan kepada kita. Kita mengabaikan perkataan-perkataan-Nya dan cenderung mengandalkan jalan pikiran dan dorongan perasaan kita sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang terkait dengan kesejahteraan, kebahagiaan dan keselamatan kita. Jikalau kita merasa masih kurang mengenal perkataan-perkataan Yesus yang teramat penting untuk ketenteraman hidup dan keselamatan kita, hendaknya kita tekun membaca Kitab Suci serta meresapkan perkataan-perkataan Yesus dalam hati dan pikiran kita.

Ketiga, peka terhadap kebenaran dan “keterlaksanaan’ perkataan-perkataan Yesus dalam hidup kita. Ketika mendengar kabar bahwa anaknya hidup, pegawai istana itu langsung ingat akan perkataan Yesus: “Anakmu hidup!”. Menemukan anaknya hidup dan sehat, imannya akan Yesus semakin bertumbuh dan berakar kuat. Ia tidak hanya percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan anaknya, tetapi ia dan seluruh keluarganya mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita pun hendaknya senantiasa peka terhadap kebenaran dan keterlaksanaan perkataan-perkataan Yesus melalui berbagai peristiwa, keadaan dan pengalaman hidup kita sehari-hari agar iman kita akan Yesus semakin bertumbuh, berakar kuat dan menghasilkan buah-buah keutamaan Kristiani yang dapat dinikmati oleh anggota keluarga dan sesama kita, baik yang telah percaya kepada Yesus maupun yang belum mengenal Yesus.

Marilah kita mohon rahmat dari Yesus sendiri agar kita dimampukan untuk percaya bahwa perkataan-perkataan-Nya yang menyembuhkan dan yang menyelamatkan kita akan terlaksana dalam hidup kita. Dengan demikian, kita menjadi pribadi-pribadi yang berbahagia dalam kehidupan ini dan kelak akan beroleh hidup yang kekal. “Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk. 1:44).

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat Katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Satu respons untuk “Berbahagia karena Percaya akan Perkataan Yesus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s