Bersyukurlah

Renungan Harian Misioner
Selasa Prapaskah IV, 16 Maret 2021
P.S. Heribertus

Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5:1-16

BACAAN I: YEHEZKIEL 47:1-9.12
Pernahkah kita kehausan? Betapa nikmat arti secangkir air bagi orang haus. Apabila sudah sehari, seminggu, sebulan kita tidak mendapat cukup air: betapa haus kita; lalu seberapa besarnya arti air, betapa sedikitnya pun. Marilah kita membayangkan dalam angan-angan kita, bahwa orang Israel hidup di tengah gurun dan daerah yang panas. Bagi mereka, air adalah lambang hidup yang mendapat kecukupan dalam hal kebutuhan, yang paling mendasar. Nah, air yang mengalir dan melimpah-limpah sampai dapat dipakai untuk berenang, merupakan gambar dari karunia Allah yang tidak terhitung indahnya. Apalagi, kalau melihat, bahwa dengan air itu, ikan banyak sekali dapat hidup dan dapat ditangkap untuk santapan; lalu air itu juga dapat menyebabkan tumbuh-tumbuhan subur serta bunga maupun buah-buahan memperindah serta memuaskan hidup. Betapa Allah sungguh mempedulikan umatNya. Suasana itulah yang dilukiskan dalam bacaan pertama, sehingga hati umat penuh syukur.

REFLEKSI: seberapa seringkah kita bersyukur atas hawa, air dan makanan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Seberapa tahu terima kasih kita kepada Allah, pencipta hidup kita dan semua yang kita kasihi? Masih ingatkah kita, bahwa Eucharistia berarti syukur?

BACAAN INJIL: YOHANES 5:1-16
Serupa dengan pada bacaan pertama, air dalam Injil ini mau melukiskan kesejukan dan kelembutan yang dirasakan orang yang ada di sekitar tempat doa. Oleh sebab itu, di banyak tempat, kapela atau gedung gereja dikelilingi kolam, yang mem buat anak-anak maupun orang dewasa merasakan kesejukan bila akan sembahyang. Memang dekat dengan Allah orang merasakan sejuk di hati. Namun yang lebih penting lagi, air adalah ungkapan kemurahan hati Allah, untuk menyelenggarakan hidup manusia, sehingga orang merasa kerasan di dekat Allah dan membawa sesamanya kepada Allah. Dalam kisah hari ini, air diberikan tidak hanya untuk memperindah suasana ibadah, melainkan juga menjadi sarana bahwa Allah memungkinkah orang sakit menjadi sembuh. Maka air tidak hanya menjadi lambang, melainkan juga sarana kasih Allah: sembuh dari penyakit. Lebih jauh lagi, ketika dikaitkan dengan Tuhan Yesus, maka ‘kesembuhan tidak hanya memulihkan luka di kulit atau jasmani, melainkan memulihkan kekudusan, sebab orang dibersihkan dari dosa’. Hal itu amat berharga bagi manusia biasa, dulu maupun sekarang (Covid-19) amat disyukuri. Oleh sebab itu, teguran orang, yang memarahi Yesus karena menyembuhkan orang di hari suci, tidaklah mudah dipahami,- apalagi dibenarkan. Memang, bagi pengutusan Yesus, penyembuhan luka jasmani merupakan tanda dan sarana, bahwa Allah menyembuhkan sakitnya sukma serta pemulihan hidup kudus manusia: kembali (=tobat) kepada Allah. Maka dari itu, seruan orang-orang Yahudi itu semakin tidak ‘kena’. Sebab, pengutusan Sang Putera justru kena pada bagian penting sekali: pemulihan jasmani sebagai ungkapan pengudusan jiwa.

REFLEKSI: apakah pada masa sekarang kesembuhan dari sakit juga menjadi tanda dan sarana cinta Allah kepada Anda? Syukur kepada Allah? Apakah Anda iri hati pada mereka yang disembuhkan; padahal Anda atau saudara Anda tidak (=belum) sembuh? Anda masih beriman bahwa Allah akan berbaik hati kepada Anda, sesuai dengan saat yang ditentukan-Nya? Bersyukurlah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat Katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s