Renungkanlah Karya-Nya dalam Hidupmu

Renungan Harian Misioner
Kamis Prapaskah IV, 18 Maret 2021
P.S. Heribertus

Kel. 32:7-14; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Yoh. 5:31-47

Bagi Gereja, masa prapaskah adalah masa istimewa yang digunakan untuk mengantar para katekumen mempersiapkan diri menerima pembaptisan. Bacaan Injil hari ini mengajak para katekumen untuk merenungkan pertanyaan ini: “Percayakah kamu bahwa Yesus adalah utusan Allah Bapa?” Menurut Yesus, pekerjaan yang Ia kerjakanlah yang memberikan kesaksian bahwa Dia adalah utusan Bapa (Yoh. 5: 36). Pekerjaan yang mana? Penginjil Yohanes mencatat bahwa pekerjaan Yesus merubah air menjadi anggur pada pesta nikah di Kana sebagai tanda pertama yang dibuat Yesus dan dengan itu “Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya” (Yoh. 2:11). Tanda kedua yang dibuat oleh Yesus adalah menyembuhkan anak seorang pegawai istana yang sakit dan hampir mati (Yoh. 4: 46-53). Melihat apa yang dilakukan Yesus, pegawai istana itu percaya, ia dan seluruh keluarganya (Yoh. 4: 54). Setelah peristiwa ini, Penginjil Yohanes menceritakan satu mukjizat lagi yaitu menyembuhkan orang yang telah menderita lumpuh selama tiga puluh delapan tahun (Yoh. 5:1-8). Tapi orang-orang Farisi yang melihat peristiwa itu tidak percaya bahkan ingin membunuh-Nya karena Yesus dianggap meniadakan hari Sabat dan dituduh menyamakan diri-Nya dengan Allah (Yoh. 5:18). Di sepanjang Injilnya Yohanes menceritakan pekerjaa-pekerjaan yang lain yang dilakukan Yesus yang berpuncak pada kematian-Nya di Kayu salib (Yoh. 19:16b-27). Para katekumen diajak menjawab pertanyaan yang dirumuskan di atas, “Percayakah kamu bahwa Yesus adalah utusan Allah Bapa?” Kalau jawabannya adalah “percaya” maka ia telah siap menerima pembaptisan.

Pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada orang-orang yang sudah dibaptis. Kita diajak memperbarui iman kepercayaan kita kepada Yesus sebagai utusan Allah Bapa: sungguhkan kita percaya dengan tulus ikhlas ataukah kita percaya hanya karena “terlanjur” dibaptis? Pada saat inilah kita ditantang untuk menyadari dan mengungkapkan kembali iman kita bahwa Yesus adalah utusan Bapa karena kita telah melihat pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya.

Iman kita akan Yesus sebagai Utusan Bapa akan menjadi semakin kuat kalau kita mempunyai pengalaman personal dengan melihat pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Yesus atas diri kita. Kita perlu melatih diri untuk melihat apa yang telah dilakukan Yesus dalam hidup kita. Semakin kita peka melihat apa yang dikerjakan Yesus dalam diri kita akan semakin besarlah iman kepercayaan kita kepada-Nya. Banyak orang menjadi semakin percaya kepada Tuhan Yesus karena disembuhkan dari penyakit keras atau dari bahaya yang mengancam hidup mereka. Orang lain menjadi semakin percaya karena merasa Tuhan Yesus mengabulkan doa-doanya. Sebenarnya Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita tidak hanya pada momen-momen istimewa seperti yang disebutkan tadi. Tuhan Yesus hadir juga dalam peristiwa harian yang tidak menonjol. Kalau kita membiasakan diri dibimbing oleh Roh Kudus, kita akan bisa melihat pekerjaan-pekerjaan Yesus dalam semua peristiwa yang kita alami termasuk peristiwa-peristiwa sederhana. Kalau ini yang terjadi, iman kita akan Yesus akan semakin besar.

Setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus kita juga diundang untuk mewartakan-Nya kepada orang lain sambil berdoa agar Bapa mengaruniakan kepada orang yang kita wartai iman yang sama karena tanpa karunia Allah tak mungkin orang datang kepada-Nya (bdk. Yoh. 6:44 dan 65). Inilah tugas misioner setiap murid Kristus!

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat Katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s