ST. YOSEPH, DOAKAN KAMI

Renungan Harian Misioner
Jumat Prapaskah IV, 19 Maret 2021
HARI RAYA S. YUSUF SUAMI SP. MARIA

2Sam. 7:4-5a,12-14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 4:13,16-18,22; Mat. 1:16,18-21,24a atau Luk. 2:41-51a

Paus Fransiskus mengajak kita, agar pada tahun 2021 (sejak 8.12.2020 s/d 8.12.2021) umat seluruhnya secara khusus menyampaikan bakti kepada St. Yoseph, dengan menentukan “Tahun St. Yoseph”. 150 tahun yang lalu, Paus Pius IX memohon agar St. Yoseph menjadi Pelindung Gereja Semesta. Paus Leo XIII dan Paus Pius X sudah menulis juga ajakan untuk menghormati Bapa Yoseph secara khusus. Kemudian, Paus Benediktus XV dan Paus Pius XI juga menghimbau agar para murid Kristus lebih memberi bakti kepada St. Yoseph. Oleh sebab itu, Paus Fransiskus menguraikan dengan lebih cermat lagi, mengapa St. Yoseph perlu kita beri bakti.

BACAAN PERTAMA: 2 Sam 7:4-5a.12-14a.16
Natan mendapat pesan, agar Daud dapat bertekun dalam iman, bahwa Allah mencintai dirinya dan seluruh keluarganya: dengan sebab terdalam, bahwa Allah setia pada Perjanjian-Nya. Dalam hal ini, Janji Allah lebih tepat lagi, yaitu, bahwa keturunan serta keluarga Daud akan dikokohkan untuk selama-lamanya. Yang secara khusus menguatkan, adalah sebutan mengenai Keturunan Daud “Ia akan menjadi Anak-Ku dan Aku menjadi Bapa-Nya”. Sebutan ini akan membawa Keturunan Daud pada suatu ‘tempat yang sungguh mulia’, karena langsung sebagai ‘Anak Allah’. Dalam pada itu, kaitan dengan Daud akan menjadi tanda keagungan, yang pada Pesta St. Yoseph ini memperlihatkan, betapa Yoseph sungguh berharga, dalam rangka garis keturunannya. Hal ini akan menjadi penting, untuk memperkenalkan posisi “anak Yoseph” nantinya sebagai “seseorang dari wangsa Daud”. Dari sisi laIn, seberapa papa dan sederhana pun Keluarga Nasaret, Bapa Yoseph adalah Keturunan Daud dan karena itu diperkenankan mengambil tempat penting dalam ziarah manusia menyambut Sang Penyelamat.

BACAAN KEDUA: ROMA 4:13.16-18.22
Bacaan Pertama perlu diperjelas, supaya pembaca dan kita semua tidaklah terlalu mudah berpikir, seakan-akan keturunan darah dan hubungan sosial akan secara serta-merta membawa keselamatan. Hal ini penting dikatakan, karena anakcucu Abraham-Ishak-Yakub amat bangga dengan silsilah mereka. Oleh sebab itu, kepada umat di Roma, Paulus menyatakan, bahwa keselamatan hanya datang dari Allah; bukan dari keturunan. Iman, bukan keturunan, yang membawa keselamatan. Paulus menggarisbawahi keutamaan pengharapan, yang diperlukan sekali untuk menyambut Penyelamatan sejati. Teladannya adalah Abraham, tokoh yang penuh iman dan pengharapan kepada Allah. Dalam rangkuman orang yang diselamatkan oleh iman dan pengharapan seperti Abraham, tercakuplah seluruh umat manusia.

BACAAN INJIL: Lukas 2:41-51
Kita diajak merenungkan riwayat Yesus, dalam kaitannya dengan para Petugas di Kenisah, maupun Keluarganya. Rupanya, dengan para Petugas Kenisah, Yesus Remaja sudah menampakkan kecerdasan dalam membaca Alkitab, sehingga mempesona bagi para ‘pejabat di Kenisah’. Samar-sama terdengar sudah percakapan, yang kelak akan terjadi, ketika Yesus akan berdebat dengan para Ahli Kitab dan Imam Yahudi, mengensi bagaimana memahami Kehendak Allah. Sementara itu, kecemasan Bapak Yoseph dan Ibu Maria memperlihatkan kasih sayang mereka. Kelihatannya Ibu Maria lebih cemas. Tetapi Bapak Yoseph, ‘hanya menjadi bayang-bayang saja’ dari kerisauan Ibu. Itu tidak berarti, seakan-akan Bapak Yoseph tidak cemas. Hanya saja, Bapak Yoseph tidak mengucapkannya. Menurut Paus Fransiskus, antara lain di sini nampak, bagaimana cinta Bapak (Patris Corde) menyatu dengan kebijaksanaannya, yang terus menerus didorong untuk bertanya-tanya: “Allah mau apa ya?” Dari sejak mimpinya harus “menerima Maria”, sampai dengan “peristiwa Yesus berusia 12 tahun ini”, Yoseph terus menerus dihadapkan “tantangan iman”: krisis seperti ini membawa saya dan keluarga saya ke mana, supaya Kehendak Allah dapat ditangkap dan ditanggapi? Discernment tanpa henti dihadapi oleh St. Yoseph dalam komunikasinya dalam Keluarga Kudus, melalui bisikan Roh dalam mimpi: sebelum menyambut Maria, sebelum ke Betlehem, sebelum kembali ke Nasaret. sebelum ke Mesir, sebelum pulang dari pengungsian ke Nasaret, sebelum penyerahan Sang Putera serta sekarang ini. Yoseph adalah pribadi beriman, yang siap membuka hati mendengarkan bisikan Allah dan melaksanakan Kehendak Allah. Dengan demikian, tampaklah kemesraan Yoseph merawat Yesus, bukan sekedar kasih pedagogis, melainkan kasih penuh iman, yang sarat dengan pengharapan akan memenuhi Kehendak Allah.

REFLEKSI KITA:
Marilah kita memeriksa, sejauh manakah iman dan kasih kita disempurnakan dengan pengharapan kita dalam melayani Allah? Bagaimanakah St. Yoseph merupakan teladan kita dalam melaksanakan Ketiga Keutamaan Ilahi itu? Apa yang akan kita persembahkan kepada Tuhan? Marilah berdoa: “Salam Yoseph, penuh iman. Tuhan mendatangimu, Bapa Pengasuh Yesus penuh kasih. Terpujilah Engkau di antara semua bapak. Bimbinglah kami untuk mengasihi Kristus dan berbakti kepada Maria, dalam keluarga dan karya kami, sepanjang masa. Amin.”

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat Katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s