Pengkhianatan di Balik Kepercayaan & Belas Kasih

Renungan Harian Misioner
Rabu dalam Pekan Suci, 31 Maret 2021
P. S. Benyamin

Yes. 50:4-9a; Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; Mat. 26:14-25

Misi: Mari menata hati kita untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan dengan pengkhianatan kita, mari melakukan kebaikan dan kebenaran yang menghidupkan bukan membangun menara kutukan.

Para sahabat misioner yang terkasih.
Kesetiaan sebagai utusan Allah, untuk menyerukan pertobatan menjadi fokus sentuhan sabda Tuhan melalui Kitab Yesaya yang kita dengar hari ini. Yesaya menyadari bahwa seluruh hidupnya menjadi milik Allah untuk menyerukan pertobatan. Maka tugasnya sebagai seorang hamba dan utusan Allah adalah: menyerahkan diri pada pertolongan Allah agar berbagai persoalan dan tantangan hidup dapat terselesaikan, masuk dalam kehendak Allah, dan terus menyerukan pertobatan. Yesaya mau menegaskan tentang tindakan dan kebanggaan imannya yakni kesetiaannya pada Allah, bukan pengkhianatan.

Semantara Injil Matius hari ini mengajak kita masuk ke dalam kisah perpisahan Yesus dengan para murid-Nya, dan kisah itu diisi dengan penyerahan diri Yesus secara tuntas bagi dunia, dan pengkhianatan seorang murid kepercayaan Yesus. Inilah pengkhianatan di balik kepercayaan dan belas kasih.

Yudas Iskariot menjadi orang kepercayaan dalam komunitas para rasul sebagai bendahara, dan mengatur semua kebutuhan komunitas kedua belas rasul bersama Kristus. Namun di balik kepercayaan yang diberikan itu, Yudas Iskariot bermain dengan spekulasi yang tidak bijaksana. Ia yang berusaha menguji keunggulan Kristus justru menempuh jalan tidak elegan dan menjadi pengkianat. Sementara Sang Guru berdiri kokoh sambil menyerahkan Diri-Nya sampai tuntas dalam kekuatan belas kasih.

Sesama sahabat misioner yang terkasih.
Yesus menyadari bahwa saat-Nya telah tiba, waktu yang dikemas oleh kejahatan manusia namun sekaligus menjadi pilihan Tuhan untuk membuktikan Kasih-Nya yang sempurna kepada manusia yang jatuh dalam dosa.

Si Yudas Iskariot tidak pernah membenci Yesus, namun dia sangat mencintai uang. Dia mau bertarung untuk mengambil keuntungan dengan menjual keunggulan dan kuasa Yesus. Dia begitu yakin bahwa Yesus akan masuk dalam skenarionya, bertarung melawan imprealisme Roma melalui jalan kekerasan dan kuasa manusia. Perhitungan Yudas Iskariot justru keliru. Dengan kasih dan kelembutan, Yesus menghadapi kebencian dan kekejaman.

Pada titik ini Yudas gagal paham mengenai Kerajaan Allah yang melekat pada Pribadi Kristus Sang Gurunya. Kerajaan Kristus adalah kerajaan damai, kasih, penuh pengampunan; Kerajaan yang manajemen kekuasaannya dikelola dalam semangat dan struktur SOLIDARITAS. Kerajaan yang Raja-Nya rela masuk dalam penderitaan bangsa-Nya. Kristus sebagai Raja rela bersolider dengan setiap orang yang ditimpa berbagai penderitaan. Pada tataran ini Yudas Iskariot gagal dalam kalkulasi, akhirnya terperangkap dalam dosa pengkhianatan.

Saudara-saudari misioner yang terkasih.
Dalam Pekan Suci ini, Undangan Sabda Allah bagi kita adalah: berserah diri pada pertolongan dan kasih Tuhan, meningkatkan pertobatan pribadi seraya menyerukan pertobatan bagi sesama. Pertobatan kita hendaknya kita alaskan pada Kristus yang rela memberi Diri-Nya sehabis-habisnya pada kita agar kita beroleh selamat.

Hendaknya kita menyadari diri sebagai orang yang tidak mampu di hadapan Tuhan dan sering kali terjerembab dalam kubangan dosa. Sering kali dengan cara kita masing-masing, kita menjadi Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Namun Kebaikan dan belaskasihan Tuhan senantiasa menolong dan menyelamatkan kita.

Sudah tiba waktu bagi kita untuk melihat sejauh mana kita setia pada Yesus Kristus atau membuat perhitungan untuk meraih keuntungan dengan mengorbankan Kristus sang Guru.

Sudah tiba waktunya bagi kita untuk mengikuti teladan Kritus memberi diri pada orang lain yang sedang menderita dan ditimpa persoalan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat Katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s