Sabtu Sepi, Sabtu Suci

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Suci, 03 April 2021
*Pagi: Hari Sabtu Suci
*Malam: Vigili Paskah

Rm. 6:3-11; Mzm. 118:1-2.16a-17.22-23; Mrk. 16:1-7

Sahabat misioner terkasih,
Hari ini, hari Sabtu Suci. Sebagian orang menyebut juga Sabtu Sepi. Dalam tata liturgi Gereja, sebelum perayaan Malam Paskah tidak ada perayaan lain. “Dengan berdoa dan berpuasa Gereja berada di makam Tuhan”.

Dalam penghayatan hidup Kristiani sepanjang hari ini, Sabtu sebelum malam Paskah, tidak boleh disuarakan bunyi-bunyian dan juga tidak boleh diadakan acara atau perayaan lain. Yang ada hanya sepi, hening. Kita menghayati diri berada di makam Tuhan. Oleh karena itu, Sabtu ini disebut Sabtu Sepi, Sabtu Suci.

Kita diajak menghayati kesunyian, keheningan, sepi, kekosongan. Untuk apa? Untuk dimampukan mengalami kebangkitan Tuhan.

Hidup begitu penuh. Hati, budi, batin, pikiran, rasa-perasaan, emosi kita dipenuhi aneka macam hal. Penuh sesak sampai membuat kita penat, lelah, bahkan stres. Bagai gelas yang sudah penuh terisi air, tidak bisa dituangi lagi. Kalau dikucuri air lagi pasti akan luber, mbludak, terbuang sia-sia. Itulah hidup kita. Sudah penuh berbagai macam hal dari yang remeh temeh sampai yang besar dan memang perlu mendapatkan perhatian. Aneka macam keinginan; ambisi; angan-angan; tuntutan pekerjaan; urusan rumah, keluarga, komunitas; perkara relasi dengan teman, sahabat, pacar, suami, istri, anak, orangtua, dan tetangga; hobi, kesenangan; rasa senang, suka, sedih, kesal, galau; dsb. Semuanya tumplek-blek di kepala dan hati kita.

Hidup kita yang penuh itu membuat kita terkunci, tidak mampu lagi menerima dan menampung cinta Tuhan. Hidup menjadi hambar, terasa berat, tak ada arah, dan tak bermakna. Oleh karena itu, kita perlu menjalankan laku pengosongan diri. Inilah laku spiritual, latihan rohani, pada hari Sabtu Sepi ini. Pengosongan diri menjadi laku Sabtu Sepi supaya menjadi Suci.

Bagaimana laku mengosongkan diri? Keheningan. Ya, laku pengosongan diri adalah laku keheningan, menjadi hening. Biasanya orang takut pada keheningan karena saat hening orang akan berhadapan dengan dirinya sendiri, dengan segala macam hal yang telah, sedang, dan akan terjadi dalam hidupnya entah yang manis maupun pahit. Biarkanlah semuanya itu menampakkan dirinya. Kita tetap hening.

Dalam keheningan itu, sadari kehadiran Tuhan dengan sayup-sayup mendengarkan suara-Nya, “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit!” Terus fokuskan pada suara, “Jangan takut!” Biarkan suara yang sayup-sayup itu semakin terdengar jelas, meresap dan menguasai hati kita.

“Jangan takut!” Inilah pesan Paskah bagi kita. Tidak perlu takut karena Yesus telah bangkit, menyertai, menguatkan, membimbing, dan melindungi kita. Arahkan orientasi hidup kita pada Yesus yang telah sengsara, wafat di salib, dan bangkit bagi kita. Bersama-Nya hidup kita bermakna. Bersama-Nya hidup kita punya arah yang jelas. Bersama-Nya tidak ada yang perlu ditakuti. SELAMAT PASKAH! Tuhan memberkati!***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s