Misionars Mewartakan Kebangkitan dalam Kepungan Berita Hoaks

Renungan Harian Misioner
Selasa dalam Oktaf Paskah, 06 April 2021
P. Selestinus

Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Yoh. 20:11-18

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang.

Para sahabat misioner yang terkasih: Selamat Paskah dan Shalom!
Kita baru saja memasuki sukacita Paskah H-3. Firman Tuhan menghadirkan Rasul Santo Petrus dan kawan-kawannya, yang mulai memberitakan Kebangkitan Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi, dan para perempuan yang berziarah ke makam Yesus. Pewartaan tentang Yesus Kristus, khususnya tentang kebangkitan-Nya ini membawa hal yang sangat penting untuk kita, karena setting-historis dari pemberitaan tentang Paskah ini berada di dalam konteks yang “mirip” dengan situasi kita di zaman sekarang ini. Mari kita belajar dari para rasul dan para perempuan dalam Injil hari-hari ini, supaya kitapun mampu memberitakan Injil Tuhan kita Yesus Kristus dengan setia, sekalipun situasi dan kondisi hidup masyarakat tidak selalu bersahabat bagi kita.

1.Berita Paskah vs Berita Hoax & UTM
Setelah hari Minggu Paskah, pewartaan tentang Paskah atau Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus berhadapan langsung dengan upaya orang-orang untuk menutupi kenyataan atau kebenaran dari peristiwa Paskah ini. Demikian, ketika Yesus meminta para perempuan yang menjadi murid-Nya, untuk menyampaikan kabar tentang kebangkitan-Nya itu kepada para rasul (Matius 28:10), di sisi lain, tampil juga para penjaga makam, yang bersekongkol dengan para imam-imam kepala, untuk menutup-nutupi peristiwa KEBANGKITAN YESUS ini, dan menggantinya dengan berita HOAKS, bahwa “jenazah Yesus dicuri” (Matius 28:11-14). Dan lagi, upaya untuk menyebarkan berita hoaks ini, dibayar dengan apa yang sekarang kita kenal dengan UTM alias Uang Tutup Mulut (Mat. 28:12.15).

Konteks pewartaan yang mempertemukan kita dengan Para Rasul dan Para Perempuan ini sudah kita renungkan dari Firman Tuhan kemarin (Senin: 05/04/2021) dan berlanjut lagi pada hari ini (Selasa: 06/04/2021). Nampaknya bahwa berita hoaks tentang jenazah Yesus yang diambil orang atau dicuri itu, ada juga dalam “pemikiran” Maria Magdalena, salah seorang dari perempuan yang berziarah ke makam Yesus pada Minggu Paskah pagi itu, (Yohanes 20:13b).

Untuk melawan berita hoaks yang melawan historisitas kebangkitan Yesus ini, yang juga ada di benak Maria Magdalena tersebut, Yesus yang bangkit itu menghadirkan diri-Nya sendiri kepada perempuan itu. Agar supaya Maria Magdalena tidak larut dalam pemikirannya yang salah itu, Yesus yang telah bangkit itu mendekatinya dan memanggilnya dengan namanya. Perjumpaannya dengan Yesus yang bangkit itu, menyelamatkan Maria untuk (a) tidak menjadi korban dari berita hoaks yang sengaja disebarkan para serdadu penjaga makam kepada orang Yahudi dengan para imam kepada sebagai inisiatornya (Matius 28:15), dan (b) perjumpaan dengan Yesus yang bangkit itu sekaligus menjadikan Maria Magdalena sebagai pewarta kebenaran tentang peristiwa Paskah Tuhan kita Yesus Kristus ini (Yohanes 20:17-18).

2.Kamus KEBENARAN vs Kamus Hoaks
Salah seorang perempuan yang aktif dalam Teochew Retreat, retret yang diselenggarakan oleh Singapore Archdiocesan Spiritual Center di Hougang, khusus untuk umat penutur dialek Teochew, yang juga pernah kami undang untuk memberikan retret bagi Umat Paroki Santo Yosef TBK, menyatakan kepada saya bahwa kalau dirinya sedang berbicara tentang Yesus di saat Teochew retreat itu, dia menjadi “talkative”, banyak bicara dan sepertinya sulit berhenti. Sharing perempuan aktivis ini mengingatkan saya akan sebuah pepatah bahasa Jerman, yang menegaskan hal ini, “Ein Mann, Ein Wort. Eine Frau, eine Woerterbuch.” Artinya bahwa seorang lelaki kalau berbicara, dia berbicara secukupnya saja. Tetapi kalau seorang perempuan berbicara, yang keluar dari mulutnya bisa satu kamus. Perempuan aktivis yang saya jumpai ini cukup menyadari kesulitannya ini, maka saya memberikan peneguhan ini, “Tidak apa-apa kalau kamu menjadi talkative dan banyak berbicara, yang penting Kamus yang kamu hasilkan dari kata-katamu itu bukan berisi Hoaks tetapi berisi tentang KEBENARAN!”

Kembali kepada pemberitaan tentang Kristus dan kebangkitan-Nya pada hari Minggu Paskah itu, kita menemukan bahwa berita kebangkitan atau berita Paskah Tuhan, pertama-tama disampaikan kepada kaum perempuan, yakni Maria Magdalena dan kawan-kawannya. Berita itu pertama-tama harus disampaikan kepada para saudara Yesus (Matius 28:10. Yohanes 20:18), yang jauh sebelumnya telah Dia teguhkan sebagai keluarga-Nya yang baru (Matius 12:48-50).

3.Dua cara melawan Hoaks terhadap Kebangkitan
Firman Tuhan dalam dua hari setelah Minggu Paskah ini, memberi kita kesempatan untuk menemukan dua hal yang dilakukan baik oleh Rasul Petrus dan kawan-kawannya, maupun oleh Maria Magdalena dan kawan-kawannya. Bahwa untuk melawan berita Hoaks sekaligus memberitakan KEBENARAN tentang KEBANGKITAN ada dua jalur yang bisa ditempuh, yakni (a) Jalur keluarga dengan tokoh-tokohnya adalah para perempuan beriman, dan (b) jalur publik dengan Petrus dan Para Rasul sebagai aktor-aktornya.

Selain itu, “perang” melawan berita Hoaks yang sejatinya adalah “musuh kebenaran” merupakan tugas semua orang. Khususnya untuk Hoaks yang sengaja disebarluaskan untuk menyerang iman kita akan Tuhan Yesus Kristus yang bangkit, merupakan tanggung jawab kita semua pengikut-Nya untuk melawan dan mengatasinya. Dan cara kita melawan Hoaks adalah dengan terus-menerus “memberitakan kebenaran,” kebenaran tentang hal apa saja, dan lebih khusus lagi “kebenaran tentang iman kita.” Bahasa pastoral atau ungkapan misioner dari pemberitaan tentang kebenaran ini adalah “pewartaan” atau “kesaksian iman.” Rasul Petrus dan koleganya para rasul serta Maria Magdalena dan kaum perempuan beriman, telah melaksanakan pewartaan ini, bahkan dengan taruhan nyawa mereka, sehingga berita tentang “Kebenaran Paskah” itu akhirnya sampai kepada kita. Apakah akan berhenti pada generasi kita? Atau kita melanjutkan tugas pewartaan ini, baik sebagai (a) perlawanan terhadap Hoaks yang diinisiasi oleh “para pemuka agama & imam-imam kepala”, dan (b) terutama sebagai “kesaksian iman kita tentang Tuhan Yesus Kristus yang bangkit jaya, yang mengalahkan maut untuk memenangkan hidup kekal bagi saudara dan saya. Selamat memasuki Masa Paskah. Berkat Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kita semua. Amin! [RMG].

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s