Keraguan Demi Lompatan Iman

Renungan Harian Misioner
Minggu, 11 April 2020
Hari Minggu PASKAH II

Kis. 4:32-35; Mzm. 118:2-4,16ab-18,22-24; 1Yoh. 5:1-6; Yoh. 20:19-31

Siapakah Rasul Yesus yang selalu jadi sasaran renungan Minggu Paskah kedua? Pastilah Tomas, alias Didimus: “si Kembar”. Keraguannya menjadi begitu terkenal, sehingga Rasul ini lebih dikenal dengan julukan “Tomas, si Peragu”. Begitulah nasib sejumlah tokoh Alkitab: kepribadian mereka sering dirangkum oleh satu sikap atau sifatnya saja. Kadang memang terwakili, tetapi lebih banyak yang terzolimi. Kita sebutkan saja: Yudas si Pengkhianat, Petrus si Penyangkal, Zakheus si Kerdil, dan yang paling bias-pria: Maria Magdalena, si Pelacur yang bertobat!

Apa yang salah dengan Tomas? Apa yang tidak betul dengan keraguan dalam beriman? Justru hari ini Saya dan Anda diajarkan Tomas tentang salah-satu tahap hakiki dalam beriman, yaitu: keraguan! Itu bukan gejala baru. Panggilan dan kisah Abraham, Sara, Musa, Ayub, Yeremia, Umat Israel, dll, dalam PL selalu saja disertai keraguan. Mengapa? Karena tugas dan perutusan Allah sering tidak masuk akal dan hitungan manusia. Itulah pesan pertama: keraguan itu perlu demi lompatan iman. Keraguan itu perlu untuk beralih dari melihat dan mengandalkan modal diri, kepada kasih dan penyelenggaraan Tuhan yang bangkit! Keraguan awal itulah yang justru akhirnya menuntun Tomas untuk sampai pada pengakuan yang paling mulia tentang Yesus: “Ya Tuhanku dan Allahku”. Dari mulut si Peragu, keluarlah ucapan teragung tentang Yesus sebagai “Pewahyu Allah”: dengan melihat Yesus, manusia dapat melihat Allah sendiri. Pribadi, karya dan ajaran-Nya menghadirkan Allah secara penuh dan lengkap bagi manusia yang percaya.

Kedua, kisah-kisah penampakan Yesus yang bangkit sebenarnya lebih berfokus pada karya dan penyertaan Tuhan, bukan pada sifat dan kelemahan manusia. Tuhanlah yang berinisiatif mendatangi mereka. Ia keluar dari kubur-tertutup, untuk memasuki rumah para murid yang terkunci. Pintu-pintu rumah yang terkunci tidaklah mampu menghalangi Yesus, satu-satunya “Pintu bagi domba-domba” (Yoh. 10:7). Hanya melalui Dialah “damai-sejahtera” (ay. 19 dan 21) dapat sampai pada para murid-Nya. Syalom-Nya bukan sekadar sapaan salam, tetapi keselamatan mendalam dan menyeluruh, sebagai anugerah Tuhan yang bangkit. Damai-sejahtera inilah yang mampu mengusir ketakutan para murid dan menjamin kedamaian sejati, bukan mengunci diri dalam benteng dan rasa-aman ciptaan manusia. Damai-sejahtera inilah yang mendatangkan suka-cita mendalam bagi hati mereka yang sedang gundah dan hilang harapan (ay. 20).

Ketiga, bukan saja memberikan Syalom, Yesus yang bangkit juga memberi mereka Roh Kudus. Seperti Allah dahulu menciptakan manusia dengan hembusan nafas-Nya (Kej. 2:7), demikian juga Yesus yang bangkit menciptakan kembali para murid-Nya menjadi manusia-manusia baru (Yoh. 20:22). Mereka bagaikan tumpukan “tulang belulang kering” yang mendapat nafas Allah sendiri (Bnd.Yeh. 37:9). Para murid yang sebelumnya ketakutan dan menutup diri, diubah dan diberdayakan-Nya menjadi pewarta yang berani. Mereka harus meneruskan pewartaan Yesus sendiri: menawarkan kasih, pengampunan dan pendamaian dari Allah (ay. 23). Itulah mandat dan tugas yang kita wariskan dari mereka, para “saksi mata dan telinga” tentang Tuhan yang mulia.

(Hortensius F.Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s