Dukungan Otoritas Ilahi dalam Pewartaan Paskah St. Stefanus

Renungan Harian Misioner
Selasa, 20 April 2021
P. S. Teodous Trichinas

Kis. 7:51 – 8:1a; Mzm. 31:3cd-4,6ab,7b,8a,17,21ab; Yoh. 6:30-35

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang

Para Sahabat Misioner yang terkasih: Selamat Paskah dan Shalom! Pewartaan tentang Paskah sejak semula sudah berhadapan dengan “berita hoaks tentang jenazah Yesus yang dicuri,” yang didukung penuh oleh otoritas religius dan politik duniawi pada masa itu. Namun, sejak Hari Minggu Paskah itu, sejak Maria Magdalena dan para perempuan berjumpa secara langsung dengan Yesus yang bangkit, kita menemukan bahwa Otoritas Ilahi juga bekerja, baik di dalam seluruh hidup dan karya Yesus pada umumnya, dan dalam peristiwa kebangkitan-Nya serta dalam pewartaan tentang Paskah Kristus itu sebagai pokok dan dasar iman Kristiani. Pengadilan Stefanus dalam Bacaan kita hari ini, juga semakin membuka mata kita, bahwa “Otoritas Ilahi” itulah yang berada di balik seluruh hidup dan karya Yesus, termasuk peristiwa kebangkitan-Nya. Di balik keberanian Santo Stefanus bersaksi tentang Kristus Yesus, kesaksian iman-nya itu didukung penuh oleh Otoritas Ilahi (Kis. 7:55-56. 59-60).

1.Pewartaan Awal: “Konsumsi Keluarga” vs “Konsumsi Publik”
Terdapat dua versi kebangkitan. Masing-masing versi mempunyai jalur berikut sasarannya. Warta Paskah pertama-tama merupakan sebuah “berita keluarga.” Warta perdana ini berawal dari Yesus yang bangkit itu sendiri. Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena, dan mengirim pesan kepada para murid-Nya supaya mereka berangkat ke Galilea menjumpai Dia (Mat. 28:7).

Dinamakan sebagai sebuah “berita keluarga” karena versi Paskah ini mengacu kepada ungkapan Yesus sendiri, (Lihat Mrk. 3:35; Mat. 28:9-10). Dalam pesan Paskah-Nya via Maria Magdalena, Yesus menyapa para murid dengan ungkapan “saudara-saudara-Ku”. Berita Keluarga ini selanjutnya oleh para murid berkembang menjadi “pokok pewartaan” dan “kesaksian iman”. Ruang gerak dari pesan juga jelas jalurnya, yakni “keluarga” dan ranahnya ada pada “ kehidupan iman” dengan orientasi pada keselamatan spiritual bagi setiap orang yang menerima pesan ini serta mengimani kebenarannya.

Adalah para serdadu penjaga makam Yesus, yang langsung membawa “kisah kebangkitan Yesus ini” menjadi “konsumsi publik,” ketika mereka melibatkan berbagai unsur kepentingan yang ada di dalam ranah “politik-pemerintahan” maupun “kehidupan religius-keagamaan”. Para serdadu penjaga makam Yesus itu melaporkan hal yang terjadi kepada para imam kepala, yang memegang otoritas religius-keagamaan bangsa Yahudi pada masa itu. Laporan ini, oleh para imam kepala selanjutnya dipelintir menjadi berita bohong. Para penjaga diberi sejumlah uang agar menyatakan bahwa “jenazah Yesus diambil oleh para murid-Nya ketika para penjaga itu sedang tidur di waktu malam” (Mat. 28:12-13). Lebih jauh lagi, para pemegang otoritas religius itu juga memberikan jaminan bahwa mereka akan berbicara dengan para pemegang otoritas politik – pemerintahan, sehingga para penjaga yang didaulat untuk menjadi pembawa berita hoaks tentang Paskah ini tidak mendapatkan kesulitan (Mat. 28:14-15).

2.Pewartaan Lanjut: “Otoritas surgawi” vs “Otoritas duniawi”
Sejak Hari Raya Pentakosta, “Pesan Paskah Yesus” ini go public melalui Khotbah Rasul Petrus. “Pesan Paskah Yesus” ini dikemas menjadi sebuah “Kesaksian Iman,” yang langsung berhadapan dengan “Berita Hoaks” yang disebar oleh para serdadu penjaga makam Yesus. Dengan demikian, publik mendapatkan dua versi pemberitaan tentang Paskah ini, yakni versi para murid Yesus dan versi para serdadu penjaga makam Yesus. Berita Paskah versi para serdadu penjaga makam Yesus, disampaikan kepada publik dengan dukungan finasial, berikut backing dari para pemegang otoritas religius-keagamaan dan pemegang otoritas politik-pemerintahan.

Dalam Bacaan Pertama hari ini, para pemegang otoritas religius-keagamaan dan pemegang otoritas politik-pemerintahan hadir dalam rupa Mahkamah Agama, lengkap dengan para tokoh agama yang menjadi anggotanya. Selain itu, hadir juga para “pembela agama” seperti Saulus dan kawan-kawannya, dan hadir pula para penatua dan para ahli Taurat. Sementara Stefanus hanya tampil seorang diri di Sidang Mahkamah Agama itu. Sekalipun seorang diri di tengah kerumuman pembela agama dan pemegang aneka kekuasaan duniawi itu di ruang pengadilan itu, Stefanus dengan gagah-berani memberi kesaksian tentang imannya, dan mengkritik ketidakpercayaan para lawannya (Kis. 7:51-52). Stefanus juga berani menegaskan bahwa para penjaga hukum agama itu tidak mentaati hukum agama yang mereka jaga dan mereka bela (Kis. 7:53).

3.“Otoritas duniawi” vs “Otoritas Surgawi” dalam Perkara Stefanus
Dalam “pengadilan” terhadap Stefanus, kita menemukan bahwa sekalipun dia seorang diri tampil sebagai “terdakwa” di pengadilan manusia (Otoritas Politik-Religius yang duniawi), ternyata “sebagai seorang pembawa berita tentang Paskah sesuai versi Kristus yang sesungguhnya telah bangkit tersebut,” Stefanus tidak ditinggalkan seorang diri. Stefanus didukung sepenuhnya oleh “Otoritas Surgawi.” Dukungan itu menjadi nyata bagi Stefanus melalui penglihatannya tentang “kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah”, yang dibukakan surga kepadanya. Beginilah bunyi Firman Tuhan tentang hal tersebut: “Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: ‘Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah’” (Kis. 7:55-56).

Pengalaman Stefanus dengan keberaniannya untuk bersaksi tentang Yesus, mengingatkan kita kembali tentang “perlengkapan rohani” yang dibawa dan diberikan Yesus kepada para murid-Nya, ketika Dia setelah kebangkitan-Nya, datang mengunjungi mereka, yakni “damai sejahtera”, “tugas perutusan,” “karunia Roh Kudus,” dan “kuasa untuk mengampuni dosa” (Yoh. 20:19-23). Semua karunia Paskah ini nampak berfungsi ketika Stefanus memberikan kesaksian tentang imannya. Selain karunia-karunia Paskah plus kuasa yang diberikan Otoritas Surgawi, satu dukungan yang lain yaitu, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai “Roti Hidup” yang tersedia bagi semua orang, asal mau datang kepada-Nya (Yoh. 6:30. 32-35).

4.Para Pewarta Paskah Kristus: didukung dengan Otoritas surgawi & aneka kuasa kebangkitan!
Serangan-serangan terhadap iman Kristen pada umumnya, dan terutama serangan terhadap Paskah Tuhan kita Yesus Kristus pada khususnya, memang sudah muncul sejak peristiwa itu terjadi, dan terus-menerus berlanjut hingga hari ini. Serangan itu muncul dalam berbagai rupa, antara lain lewat berita hoaks dengan bayaran uang (Mat. 28:12-15), lewat larangan untuk bersaksi tentang Paskah Tuhan oleh kuasa-kuasa duniawi seperti pengadilan, penjara, dan berbagai siksaan yang keji. Untuk zaman kita sekarang, serangan ini muncul dalam berbagai bentuk di medsos, juga di dalam masyarakat dalam rupa pelarangan kegiatan beribadah, pelarangan pembangunan Gereja, dan berbagai bentuk penolakan lainnya. Namun, sebagaimana Stefanus dan para murid yang menjadi pewarta tentang Kebangkitan Kristus, kita semua yang sekarang mewarisi iman akan Kristus berikut pewartaan tentang Dia, tidak boleh kita menyerah. Mengapa? Sebab, sebagaimana yang telah dialami oleh St. Stefanus serta ribuan murid Yesus lainnya, yakni bahwa pewartaan dan kesaksian mereka tentang kebangkitan Kristus itu sepenuhnya nyata didukung oleh otoritas ilahi plus berbagai kuasa yang mengalir dari kemenangan Kristus atas maut, demikianlah dukungan yang menanti kita, ketika kitapun menerima tugas-perutusan untuk mewartakan Paskah Tuhan kita Yesus Kristus itu. Dan hal ini, de facto akan berlaku dengan satu syarat: yakni bahwa kita harus melekatkan diri kita sepenuhnya kepada Kristus dan kuasa-Nya, sehingga tanpa keraguan sedikitpun, kita mampu memberitakan tentang kebangkitan-Nya kepada dunia dan umat manusia. Amin. [RMG].

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s