Jiwa yang Terarah pada Kristus

Renungan Harian Misioner
Rabu Paskah III, 21 April 2021
P. S. Anselmus

Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a.4-5.6-7a; Yoh. 6:35-40

Hari-hari ini sedang mencuat nama Jozeph Paul Zhang yang bikin heboh masyarakat Indonesia. Dia mengklaim dirinya sebagai nabi ke-26. Ujaran-ujarannya di YouTube dipandang menista agama tertentu. Saat ini Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono telah ditetapkan sebagai tersangka, masuk DPO, dan sedang diburu. Bisa dipastikan klaimnya sebagai “nabi ke-26” adalah klaim abal-abal karena tidak memiliki dasar yang sahih. Bahkan, dicap menista agama.

Bacaan Injil hari ini pun soal klaim. Yesus mengklaim, “Akulah roti hidup!” Klaim ini bukan klaim abal-abal, klaim palsu, melainkan benar-benar identitas diri Yesus. Dialah Roti Hidup yang datang dari surga. Yesus mendasarkan klaim diri-Nya pada Allah Bapa sendiri. Ia katakan, “Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku.” Klaim identitas diri Yesus datang dari Allah Bapa sendiri.

Yesus sungguh Roti Hidup! Ia bahkan menjamin, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Supaya tubuh tumbuh berkembang kuat, seseorang harus makan. Begitu pun jiwa. Supaya jiwa tumbuh berkembang kuat juga perlu makan, perlu nutrisi jiwa. Yesuslah nutrisi jiwa karena Dia Roti Hidup yang turun dari surga.

Yesus meminta kita datang dan percaya kepada-Nya. Yesus menerima siapa pun yang datang kepada-Nya. Yesus tidak pernah menolak siapa saja yang mau datang dan percaya kepada-Nya. Ia katakan, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Bersama Bapa-Nya, Ia menghendaki semua yang datang kepada-Nya tidak hilang dan beroleh hidup yang kekal. Yang kekal adalah jiwa. Oleh karena itu, jiwa kita harus dilatih untuk selalu datang kepada Yesus.

Jiwa kita terarah kepada Yesus baik secara sakramental maupun non-sakramental. Secara sakramental, kita mengarahkan jiwa kepada Yesus dengan sambut komuni. Namun, karena pandemi kita tidak bisa mengikuti perayaan ekaristi offline sehingga tidak bisa sambut komuni. Meski demikian, jiwa kita tetap terarah pada-Nya dengan komuni batin. Maka sesudah sambut komuni, biasanya kita berdoa “Jiwa Kristus”: Jiwa Kristus, kuduskanlah kami; Tubuh Kristus, selamatkanlah kami; Darah Kristus, sucikanlah kami; dst.

Secara non-sakramental, kita mengarahkan jiwa kepada Kristus dengan mendengarkan dan merenungkan sabda Kristus. Memikir-mikirkan sabda-Nya dan menjalankannya dalam kata dan tindakan sehari-hari. Mencecap-cecap dan merasa-rasakan sabda-Nya dalam hati. Di samping itu, kita mengarahkan jiwa kita kepada Kristus dengan doa batin: menghadirkan Kristus dalam budi, hati dan rasa kita, dengan membayangkan-Nya dan bercakap-cakap dengan-Nya. Amin.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s