YESUS Pertaruhkan Nyawa Demi Kita

Renungan Harian Misioner
Minggu, 25 April 2021
HARI MINGGU PASKAH IV

Kis. 4:8-12; Mzm. 118:1,8-9,21-23,26,28cd,29; 1Yoh. 3:1-2; Yoh. 10:11-18

Injil Yohanes penuh dengan lapisan makna. Kedalaman teologi dan kekayaan simbolisnya sulit ditandingi penginjil lainnya. Pesan Yohanes hari ini dapat kita rangkum dalam 3 pokok utama tentang: jati-diri, relasi dan misi Yesus. Pertama, jati-diri Yesus. Dengan rumusan meriah “Aku adalah…” (Yunani: ego eimi), Yesus memperkenalkan diri-Nya. Dia adalah Gembala yang Baik. Metafor ini kuat mengakar dalam Perjanjian Lama. Dalam PL, TUHAN Allah Israel sering digambarkan sebagai Gembala yang baik (Mzm. 23). Raja Daud juga disebutkan sebagai gembala yang baik (2Sam. 5:2). Dalam Yeh. 34 metafor gembala juga dipakai: para pemimpin Israel adalah gembala yang jahat, sebab mereka lalai dan serakah (ay. 2-10), sedangkan Allah dan Mesias adalah gembala yang baik dan penuh perhatian terhadap domba-domba-Nya (ay. 11-16, 23). Hari ini Yesus ditampilkan seperti TUHAN, Allah Israel dalam PL itu: Ia menuntun, melindungi, memelihara, memberikan makanan berlimpah, kehidupan dan ketenangan bagi kita, umat gembalaan-Nya.

Kedua, selain mewarisi gambaran tentang gembala dari PL, penginjil Yohanes juga menambah dua kualitas baru tentang Yesus sebagai Sang Gembala: Yesus mengenal domba-domba-Nya dan Ia mempertaruhkan nyawa-Nya bagi mereka. Dua kualitas baru dalam jati-diri Yesus itu sekaligus menggarisbawahi relasi-Nya yang mendalam dengan umat gembalaan-Nya. Ia “mengenal” mereka satu per satu. Ia memanggil para murid-Nya, dahulu dan kini, dengan nama mereka masing-masing. Ia menyapa Maria Magdalena dengan namanya agar mata imannya terbuka dan mengenal Yesus yang bangkit. Ia mendekati dan menyapa kita satu persatu, ‘mengadili’ suara-hati kita, seperti dahulu Ia menyapa dan berbicara dari hati ke hati dengan Nikodemus, perempuan Samaria, Orang Buta, Marta, dan ‘mengadili’ Pilatus. Selain mengenal domba-domba-Nya, Yesus juga menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, domba gembalaan-Nya. Ia aktif dan bebas menyerahkan diri-Nya, bukan karena kalah atau menyerah, tetapi karena Ia mengasihi kita sekaligus taat pada “tugas” dari Bapa-Nya. Relasi-Nya dengan domba-domba-Nya adalah cerminan dan konsekuensi relasi-Nya dengan Allah Bapa.

Ketiga, jati-diri dan relasi Yesus tersebut di atas sekaligus sudah menegaskan misi-Nya. Ia datang untuk membimbing dan memberi kehidupan sejati bagi domba-dombanya, sekaligus mempertaruhkan nyawa-Nya bagi mereka. Bukan hanya pada saat damai, tetapi terutama saat ancaman dan goncangan yang dialami dan melanda umat-Nya. Yesus lebih memperhatikan kawanan-Nya daripada nasib-Nya sendiri. Itulah berita gembira bagi kita: Yesus, sang Gembala yang baik, tidak akan meninggalkan kita. Ia tidak akan membiarkan jemaat-Nya binasa oleh pelbagai penderitaan, goncangan, krisis dan ancaman. Ia menyerahkan nyawa-Nya agar kita sebagai kawanan-Nya tidak tercerai-berai, tetapi bersatu dengan Dia sebagai satu-satunya Gembala (ay. 16). Ini pesan dan tugas ekumenis yang tetap relevan dan menantang: semua pengikut-Nya, apapun gereja dan denominasinya, dipanggil untuk bersatu. Dasar persatuan itu tentu bukan kesatuan suku, ras, lembaga dan nama-Gereja, ataupun kepandaian berorganisasi, tetapi karena kita memiliki satu-satunya Sang Gembala yang telah mempertaruhkan nyawa-Nya demi menyelamatkan kita semua!

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s